welcome to deedee's world  

Deedee's posts with tag: ptd

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag ptd
Start:     Mar 4, '07 07:30a
End:     Mar 4, '07 11:00a
Location:     Goedang VOC, Pelabuhan Sunda kelapa, Museum Bahari


Prends !!!

muhun maaf kerna dah lama gak berkabar, kerna saat ini
aye lg mengalami gejala "gakngapangapain syndrome" nih
kalo waktu itu ngalamain "post plesiran syndrome" stlh
keliling kota kesana-kemari selama 4 minggu 5 hari dst
trus juga keliling Nusantara dari barat ke timur hihihi

ya sudh, karena banyak yang nanyain kenapa PTD libur mulu,
maka, eh iya udah tahu kan kenapa, yah, karena banjir itu.

okeh, maka PTD siap digelar kembali, tadinya akan digelar
tanggl 25 Februari ini, tapi kok mepet pisan yah, dan ude
gitu gue blom nanyain Batpanitia, trus narasumbernya juga
belom dikontek, akhirnya kemaren pagi ane tilfun Pak Lilik
dan beliau seneng sekali akan digelarnya PTD dalem kota lg.
kebetulan jg Pak Lilik kagak bisa tanggal 25 Februari, tapi
bisanya tanggal 4 Maret, so kita gelar aja tanggal segeto..
mumpung jadwal Pak Lilik kosong,

eh iya Pak Lilik tuh sibuk
pisan euy, sulit banget bisa dapet waktu beliau, ya sudh jd
ceritanya nih Pak Lilik akan berbagi pengetahuannya tentang
Goedang VOC yang kini menjadi Museum Bahari, tentang gedung
itu, kejadian di jaman VOC, kehidupan di sekitar situ, trus
juga tentang pelacur tempo doeloe, trus juga tentang pemilik
gedung tersebut di djaman doeloe: orang kaya wong londo yang
kemudian pas meninggal dimakamkan di Kebon Jahe Kober (Museum
Prasasti),

wwuuuiih pokoknya banyak deh yang akan diceritakan
sama Pak Lilik, udah gitu kan kita juga akan ke Sunda Kelapa,
nah kita di PTD ini minum Es Kelapa Muda nih, jadi yuk ikutan,
soalnya.. kapan lagi minum es kelapa muda di Sunda Kelapa? :)

oh iya onkost direken pantes tjoema Rp.30.000 per persoon,

detail? senen pagi ya, oh iya makasih buat Bu Dewi Rudiati
yang udah ngijinin Batmus untuk plesiran ke Museum Bahari
sambil poeter slide show foto tentang Banda Neira dan VOC.
Seperti biasa, daftar ke adep@cbn.net.id

salam,
Adep

Yuk Yak yuuukkkk...!!!



Start:     Nov 25, '06 01:30a
End:     Nov 25, '06 10:00p
Location:     Sumedang

Sahabat Museum Presents :
PLESIRAN TEMPO DOELOE: Soemedang
Kumpulnya di Parkir Timur Senayan aja ya
Sabtu 25 November 2006 jam 06.30 pagi
(eh iya, inget yah SABTU bukan MINGGU)
Rp. 350 ribu/orang, sudah termasuk:
(makan pagi)
(makan siang)
(makan malam)
(naik Bus AC Big Bird)
(Cadas Pangeran)
(Makam Tjut Nja' Dien)
(Benteng Gunung Kunci)
(Benteng Cipeles Ragadiem)
(Museum Prabu Geusan Ulun)
(bulak-balik aja, kagak nginep)
(dipandu oleh Pak Achmad Wiriaadmatja)
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -

*gue tahu di benak loe pasti kalo udah denger Sumedang, kepikirannya pasti Tahu Sumedang, kagak ada yang laen* mak-dar-it (maka dari itu) ikoetilah:

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Soemedang

Saptoe 25 November 2006, sedari pagi hari hingga laroet malemnja, boelak-balik

Soemedang, sebuah kota yang terletak diantara Bandoeng dan Cheribon, kini lebih dikenal sebagai Kota Tahu, padahal banyak banget lho, peninggalan tempo doeloe menarik lainnya, yang bisa kita kunjungi dan kita kenali riwayatnya lebih dalam. Seperti misalnya, riwayat Pangeran Aria Soeria Atmadja (1883-1919) yang doeloe sangat disegani oleh Belanda. Pangeran Aria Soeria Atmadja, walaupun karakternya tetap memiliki wedi asih kepada rakyat, namun beliau memiliki cara yang unik dalam pengabdiannya kepada Pemerintah Kolonial Hindia Belanda. Pada satu sisi beliau mengabdi pula kepada Belanda, namun dengan memberikan pandangan tentang aspirasinya yang sangat tidak masuk akal (disadur dari buku:"Peninggalan Instalasi Mililter Hindia Belanda Era Perang Dunia I 1914-1918 di Kota Sumedang", karya: R.Moch.Achmad Wiriaatmadja) .

Yap, Pangeran Aria Soeria Atmadja berpolitik dengan caranya sendiri, yakni mengusulkan agar diberikan pendidikan dan ilmu pengetahuan serta latihan militer bagi para Pemuda Pribumi. Itu semua sebagai persiapan bagi sebuah kemerdekaan penuh dengan tidak melupakan jasa-jasa Belanda, serta siap membantu, apabila kelak terjadi serbuan musuh yang ingin menyerang Hindia Belanda. Cita-cita Pangeran Aria Soeria Atmadja adalah kemerdekaan dari penjajahan Hindia Belanda. Wah berarti Pangeran Aria Soeria Atmadja ini merupakan Perintis Kemerdekaan yah? sebelum Boedi Oetomo tahun 1908.

Mungkin cerita-cerita tentang Pangeran Aria Soeria Atmadja, lebih enaknya diceritain langsung oleh keturunannya, yaitu Bapak R.Moch.Achmad Wiriaatmadja, yang juga penulis buku yg di atas tadi, juga buku: "Cadas Pangeran". Pak Achmad juga seorang Kepala Museum Prabu Geusan Ulun, yang salah satu dari koleksinya, terdapat keris yang digunakan oleh Pangeran Koesoemadinata IX, ketika bersalaman dengan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels, pada saat kasih kunjungan ke sebuah jalan, yang kini kita kenal sebagai Cadas Pangeran.
Jalan bersejarah ini memiliki kisah yang sangat bikin hati deg-deg-an. Gimana tidak, pada saat kejadian itu Pangeran Koesoemadinata IX menyambut uluran tangan Daendels dengan tangan kiri. Yap! Salaman dengan tangan kiri, bukan tangan kanan, dan gawatnya lagi, tangan kanannya siap memegang keris yang siap dikeluarkan bila keadaan darurat. wah ngajak berantem banget yakh... namun akhirnya setelah Pangeran Koesoemadinata IX bicara kepada Daendels tentang penderitaan rakyatnya, lantas kemudian Daendels berjanji kepada Bupati Sumedang untuk mengambil-alih pekerjaan pembuatan jalan itu, dan memerintah agar Zeni Belanda yang meneruskan pekerjaan itu, sedangkan rakyat Sumedang hanya membantu. pppfffuiiiiihhh sebuah tindakan yang memiliki resiko yang tinggi...nah keris yang dipegang saat kejadian inilah yang bisa kita lihat di Museum Prabu Geusan Ulun, Sumedang, Jawa Barat.

Kitaorang djoega aken datengin Makam Tjut Nja' Dien jang terletak di Pemakaman Keluarga Bupati Sumedang di Gunung Puyuh. Kenapa Tjut Nja' Dien yang berasal dari Atjeh dibuang jauh sekali dari kampung halamannya? Nampaknya ini merupakan strategi Belanda untuk menakut-nakuti Bupati Sumedang agar tidak macem-macem, karena jikalau melawan Pemerintah Hindia Belanda, maka sanksinya akan dibuang jauh bgt dari daerah asalnya.

Trus..trus.. ada lagi objek bersejarah lainnya di Kota Sumedang, diantaranya adalah benteng pertahanan, dan uniknya benteng ini diarahkan ke pusat kota, mungkin dengan maksud, jikalau bupati atau rakyat Sumedang yg ingin melawan Pemerintah Hindia Belanda, maka akan mudah ditembakkan dari atas bukit, juga dari arah selatan (Gunung Gadung), tengah (Gunung Palasari dan Gunung Kunci), dan arah Barat Laut ada Pamarisen dan Pasirbilik.

Wah, ternyata banyak banget ya tempat-tempat bersejarah di Kota Sumedang. kayaknya bener nih bukan Cuma Tahu Sumedang aja yang bisa kita nikmati disini, namun juga riwayat kotanya itu sendiri yang bisa menghangatkan suasana hati sambil menyantap Tahu Sumedang yang anget-anget :-)

oh iya nanti kitaorang juga bisa pilih mau bawa oleh-oleh Tahu mana aja, mau Tahu Bungkeng yang melegenda, atau Tahu-Tahu lainnya, terserah...

Bila kapengen ikoetin ini programma, kirim email sadja ke adep@cbn.net. id dan onkost plesiran di-reken pantes tjoema Rp.350.000 per persoon, itoe soeda termasuk naik Bus AC Big Bird. Djikaloe soeda mendaftar, lantas dibersilahken di-transfer ke BCA 237 142 56 93 cabang Pondok Indah, atas nama ADE HARDIKA PURNAMA dan toeloeng djoega dikonfirmasikan via sms ke no: 0818 94 96 82, dan via email atau fax ke 769 62 73 (maap, doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tapi bisa dioper kepada orang laen or teman) nah, kaloe-kaloe maoe gaboeng dengen mailling-listnja, klik aja alamat ini: sahabatmuseum-subscribe@yahoogroups.com

Doeit sebesar Rp.350.000 dapet ditransfer sasoedahnja mendaftar (dan soeda dapet confirmatienja) , tjara bajarnja sebagi brikoet: misalnja: Ongky Alexander ada di nomer urut 6, maka Ongky transfernja Rp.350.006 (kalau di mesin ATM ketiknya Rp.350006 <<< angka 6 di belakang mengacu ke nomer urut) djadi bajarnja boekan Rp.350.000 sadja, tetapi juga ditambah Rp.6 sebagi no.urut, tida apa-apa yah..yah..yah. .

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
adep@cbn.net. id
0818 94 96 82

------------ --------- --------- --------- --------- --------- -

SABTU 25 NOVEMBER 2006

06.30 : Kumpul di Parkir Timur Senayan
07.00 : Berangkat ke Sumedang
11.00 : Makan Siang di Sumedang
dari jam 12.00 sampe jam 18.00 maghrib,
Keliling Museum Prabu Geusan Ulun, terus ke
Makam Tjut Nja' Dien, Benteng Gunung Kunci,
Benteng Cipeles Ragadiem, dan tempat menarik
lainnya di Kota Sumedang, juga tidak lupa beli
oleh-oleh Tahu Sumedang sebelom pulang :-)
18.30 : Makan Malam di Sumedang
22.00 : Sampai di Parkir Timur Senayan lagi

__,_._,___








ddd
dThumbnaild
ddd


Plesiran Tempo Doeloe - Sahabat Museum
Exploring Medan
Day-2, 19 August 2006

Berlayar dengan Kapal Ferry
Pulau Samosir
Pulau Tuk Tuk
Pulau Tomok
Pulau Ambarita
Air Terjun Sipiso Piso
Rumah Bolon Pematang Purba


Start:     Aug 6, '06 07:30a
End:     Aug 6, '06 10:00a
Location:     Jakarta Kota
PLESIRAN TEMPO DOELOE: Naik Sepeda di Jakarta Kota
Kumpul di Museum Bank Mandiri, seberangnya Stasiun Kota
Minggu 6 Agustus jam 07.30 di pagi hari
Rp. 75 ribu/orang, sudah termasuk:

(roti buaya)
(aer minoem)
(makan siang)
(Tiket Museum Bahari)
(Tiket Menara Syahbandar)
(Masuk ke Goedang Timoer)
(diceritakan oleh Meneer Max De Bruijn*, achli riwajat Djakarta)
(diboncengin ojeg sepeda, kagak perlu bawa sepeda sendiri ya)
(nonton film tentang Djakarta tempo doeloe, film baru lagi neh)
(oh iya bayarnya ditransfer aja yah biar kita bisa booking
ojeg sepedanya dan biar si abangnya juga siapin tenaga)
ditransfernya ke Rekening BCA 2371425693 cabang Pondok Indah, atas nama ADE HARDIKA PURNAMA dikonfirmasikan via sms ke no: 0818 94 96 82, atau via email atau di fax ke no: (021) 769 62 73 (nomer urut akan diberikan setelah mendaftar ke adep@cbn.net.id) nah, jadinya kirim email dulunya, entar dibales kok, jangan langsung transfer yah, ntar kitanya bingung karena mendapatkan uang kaget)

(oh iya letak Museum Bank Mandiri ini: kalo naik busway, pas halte paling ujung, yaitu Halte Stasiun Kota, nah pas keluar dari haltenya,nyebrang ke kiri jalan aja, kalo ke kanan khan ke Stasiun Jakarta Kota, pokoknya keliatan kok gedungnya yg gede banget, dan di situ juga ada plang yang bertuliskan: Museum Bank Mandiri. dan kalo pada mau bawa kendaraan, ada parkir mobil dan motor juga, baik yang di depan maupun
yang di dalem gedung, masuk ke belakang, banyak kok parkirannya, ok?)


--------------------------------------------------------------------------------


Kabar Goembirah !!!

Kabar goembirah boewat Toewan dan Njonjah jang soeka aken plesiran !!!

Para achlie plesiran dari Sahabat Museum soedah berhasil temoeken satoe tjara baroe jang tiada terfikir sabelonnja boewat koerilingin Djakarta Kota !

Dengen ini methode jang modern, Toewan dan Njonjah troesa lagi ngerasa cape sampe pegel linoe boewat ni’matin kaeilokannja bilangan Oud Batavia. Ini methode jalah ambil mangpa'at dari soewatoe panemuan para achlie di
Europa jang poenja nama Velocipede. Maka dari itoe, ikoetilah kitaorang poenja programma jang asjik dan njenengin banget, ia itoe programma:

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Naek Sepeda Koeliling Batavia

Minggoe tanggal 6 boelan Augustus tahon 2006 dari djam poekoel 07.30 ampe klaar djam 11 atau 12an

Ini nama programma moengkin lebi tjotjok diseboet sebagi: "Makan Angin Naek Kareta Angin", kerna pada
itoe hari, kitaorang aken sediaken poeloehan fietsen (sepeda) dengen band karet jang empoek choesoes boewat Toewan dan Njonjah pake goena plesiran. Tapi, tentoe kitaorang tiada soeroe Toewan dan Njonjah jang terhormat boewat kajoeh sendiri itoe kareta angin. Kitaorang aken sediaken djoega para achlie kajoeh
sapedah jang soedah kaoedji diaorang poenja katerampilan, djadi Toewan dan Njonjah tinggal doedoek santai sadja di boncengan sambil liat-liat pemandangan Kota Toea Djakarta dan sekitarnja.

Kitaorang aken koerilingin saloeroeh Oud Batavia, moelainnja di satoe gedong di moela-moela masoep bilangan Kota Toea Djakarta, jakni gedong N.H.M (sekarang djadi Museum Bank Mandiri), di sabrangnja kan Stasion Beos (sekarang Stasiun Jakarta Kota), teroes ka ilir (Utara) soesoerin djalan besar dipinggirnja Kali Besar.

Di sini banjak gedong nan tjiamik jang bikin Toewan dan Njonjah poenja mata takdjoeb tiada berkesip, duile! Toewan dan Njonjah tentoe bisa brenti di mana-mana tempat jang Toewan dan Njonjah poenja interessant. Bole ambil portret sadjepret doewa djepret boewat dipadjang di Toewan dan Njonjah poenja Multiply ataoe Friendster :)

Toewan dan Njonjah djoega bisa saksiken soeatoe technologie jang heibat jaitoelah Djambatan Kota Intan. Di djeman doeloe, ini djambatan kajoe bisa diangkat soepaja praoe jang liwatin ini djambatan tiada tersangkoet dia poenja tiang. Sasoedahnja kagoemin ini djambatan, Toewan dan Njonjah bisa teroes mintaken para toekang kajoeh sapedah boewat bawa diri ka ilir lagi, jaitoelah koendjoengken Goedang Barat jang sekarang soeda djadi Museum Bahari. Di ini tempat, Toewan dan Njonjah djoega bisa liat roepa-roepa technologie kapal en praoe dimana
nenek mojang kita biasa pake pada itoe tempo. Tentoe sadja sasoedah itoe, kitaorang djoega bisa naek ke atasnja
Uitkijk toren (tower), saboeah menara pengawas praoe, jang maoe masoep ka Poort Batavia, jang sekarang misih
berdiri tegak, dan kerap orang seboet ini menara sebagi: Menara Syahbandar.

Soenggoe beda dengen jang di Barat, di sabela wetan (Timur) kitaorang djoega bisa liat bekas goedang Olanda.
Namoen hanja sadja, ini gedong tiada poenja nasib jang sama baek dengen dia poenja saodara di barat. Gedong jang satoe ini soeda ampir antjoer tiada jang ambil oeroes.. ach, sedihnja.. makanja ntar kitaorang kasi bezoek..

Poewas koeriling kota, Toewan dan Njonjah kitaorang adjak kombali ka gedong NHM jang adem ajem boweat ni’matin
makan siang dan aer minoem. Sambil ditemenin silir angin, Toewan dan Njonjah dengen peroet kenjang, bole dengerin
tjeritera-tjeritera Meneer Max De Bruijn, jalah seorang achlie riwajat kota Djakarta dan djoega poenja pangetahoen nan
loewas perkara itoe loekisan bikinannja Johannes Rach, saorang Europa jang tiada banding dalam soal gambar sketch di
Batavia. Dan sala satoe goresannja Johannes Rach ia itoe:Goedang Timoer jang letaknja di pinggir djalan tol dalem kota.*Pak Max, sekarang misih di Belanda, kemaren sih kasi kirim chabar bahoewa tanggal 3 Augustus soeda tiba di Djakarta. Semoga pak meneer tiada alami jetlag (naik jet sambil melek... halaahhh edan !!!) hehehe, yah pokoknya semoga nanti
diaorang bisa ikoetan naek sepeda yahhh :) okeh, okeh, okeh...

Nah, toenggoe apa lagi? Ajoe, sigra daftarken Toewan dan Njonjah poenja nama boewat ni’matin ini plesiran gaya baroe.
Kirimken oeang sadjoemblah Rp. 75.000 sajda per persoon, boewat kitaorang oeroesken itoe sewa sapedah dan lain-lain
oeroesan, ka Rekening BCA 2371425693 cabang Pondok Indah, atas nama ADE HARDIKA PURNAMA dan dikonfirmasikan
via sms ke no: 0818 94 96 82, atau via email adep@cbn.net.id

Toewan dan Njonjah bole pakai badjoe lengen pandjang, soepaja Toewan dan Njonjah poenja koelit poetih langsep tiada

djadi item kena matahari jang mentjorong. Kata pepatah, “hati orang bole diterka, tjoeatja Batavia tiada jang taoe......”
djikalaoe nanti pada tempohnja hoedjan ada toeroen, kitaorang aken moelain ini plesiran sasoedanja itoe hoedjan brenti.

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
Sahabat Museum

0818 94 96 82
--------------------------------------------------------------------------------
(teks oleh Irvan Karta)

Start:     Aug 18, '06 6:00a
End:     Aug 21, '06 8:00p
Location:     Medan - Danau Toba
PLESIRAN TEMPO DOELOE: Medan dan Sumut
Kumpul di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng
Jumat 18 Agustus 2006 jam 06.00 pagi
onkost Rp.2.900.000 per orang, sudah termasuk:
(tiket pesawat Batavia Airbus pergi dan pulang)
(airport tax di Jakarta dan juga di Medan dong)
(menginap 1 malam di Hotel Niagara Parapat)
(menginap 2 malam di Hotel Garuda Plaza Medan)
(Makan Siang 4X, Makan Malam 3X, dan Sarapan)
(dipandu oleh Badan Warisan Sumatra, Medan)
(Bus AC sepanjang perjalanan)
(tiket masuk semua tempat)
(asuransi jiwa) (kaos PTD)
(koelilingin Parapat, Danau Toba)
(koelilingin Medan Tempo Doeloe)
(koelilingin Pematang Siantar)
(koelilingin Tembakau Deli)
(koelilingin Pulau Samosir)
(koelilingin Berastagi)
(dan tempat-tempat lainnya di Sumut)
(daftarnya ke: adep@cbn.net.id aja yah)
(ingat, peserta terbatas, buruan daftar!)

Looooooooooonnnnggg Weekend Agustus nanti kemana?
daripada poejeng mikirin mau kemana, mendingan ikoetin
kitaorang poesing-poesing ke Sumatra, dalem programma:

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Medan - Danau Toba
Joemahat-Saptoe-Minggoe-Senen, 18-19-20-21 Augustus 2006,
pas liburan panjang :)

waouuw, sulit sekali menjelaskan tempat -tempat menarik di sekitar Sumatera Utara ini, karena sepanjang perjalanan kita akan menemui banyak sekali tempat-tempat bersejarah maupun pemandangan alam yang cantik, indah dan bikin mata seger :) Di kota Medan aja banyak bangunan tempo doeloe yang masih berdiri kokoh memancarkan pesona yang tak lekang dimakan usia, apalagi kalo udah ke luar dari kota Medan, uuhhhhh... di Pematang Siantar aja ada gereja kuno, museum, rumah-rumah peninggalan masa lalu dan tentunya becak motor khas kota ini, trus lanjut ke selatan lagi sampe ke Parapat dan Danau Toba, wah! kagak bisa diekspresikan deh keindahan alamnya, bener-bener bewwwdddiiiffuuulllll

trus..trus..trus.. kita juga akan menyeberang ke Pulau Samosir dengan kapal ferry sambil merasakan hembusan angin sepoi-sepoi yang menyejukkan badan dan pikirin, abis itu kita ke Tomok, kunjungi situs makam Raja- Raja Sidabutar, dimana jenazahnya tidak boleh dimakamkan di dalam tanah, melainkan di dalam batu. Lalu kita ke Ambarita, di tempat ini ada legenda kanibalisme yang berlangsung 3000 tahun lalu, di sini masih terdapat banyak bangku dan meja batu tempat pengadilan, dan tentu saja ada batu yang doeloe digunakan untuk menggal kepala orang sebelom tubuhnya nanti dimakan berame-rame, hiiiiyy syeyem!

oh iya kita juga akan mengunjungi Batu Gantung, sebuah batu yang tergantung di pinggir tebing. Konon katanya itu tubuh seorang putri, jadi katanya doeloe ada seorang putri raja yang dijodohkan sama orang tuanya, namun sang putri sudah punya pujaan hati, tentunya sang ayah melarangnya melanjutkan hubungan asmara dengan sang pemuda, karena sang ayah telah memiliki calon untuk dinikahkan dengan putrinya, dan tentu saja calon yang ayah inginkan adalah berasal dari golongan ningrat... akhirnya sang putri terpaksa dinikahkan dgn si pria pilihan sang ayah. lantas, pada malam pertama hingga malam-malam berikutnya, si putri tuh gak di-ehem sama sang pria, jika malam tiba, si pria hanya suka duduk diam dan termenung dan menghabiskan malamnya di kolong rumah, yang biasanya digunakan untuk ternak, ternyata, ohhh ternyata sang putri lama kelamaan menyadari bahwa si pria yang ia nikahi adalah seorang yg memiliki keterbelakangan mental, kuciwalah sang putri, lantas dia melarikan diri menuju danau, dan lompatlah sang putri, tetapi malahan kakinya tersangkut di akar pohon, sang putri kemudian menjadi batu yang menggantung seperti yang sekarang ini.. hiks..hiks..hiks...

okeh lanjut, khan kita ke Danau Toba ini pingin rileks.. nah mangkanya ntar nginepnya kita di Hotel Niagara (berbintang 4), yang berada di atas bukit, dgn pemandangan gunung dan danau...wwaaahhh sebuah perpaduan yang sempurna... nistjaja toean-njonja nantinja djadi males poelang ke roemah masing-masing karena bener-bener merasahken kedamaian hati :)

lalu besoknya kitaorang djoega aken koendjoengi Rumah Bolon Pematang Purba, sebuah rumah adat peninggalan masa lalu yang memiliki banyak cerita menarik di dalamnya. percaya deh :-) rumah ini dibangun pada tahun 1864 oleh Raja Purba ke-12 Tuan Rahalim. Rumah yg terbuat dari kayu keras ini merupakan rumah dengan arsitektur tradisional tanpa menggunakan paku.

eh iya sebelomnya kita juga ngelewatin Tanjung Unta, ini adalah sebuah tanjung yg memiliki bentuk bukit mirip kayak punggung unta... lantas kemudian perjalanan dilanjutkan ke Air Terjun Sipiso-piso, waahhh makin seger deh jalan-jalan di Sumatera Utara! perjalanan selanjutnya ke Brastagi, sebuah kota termahal yang doeloe kita kenal di permainan "monopoli", nah kalo doeloe kita suka beli ini kota, nah sekarang kita datengin langsung nih! di sini ada rumah tempat Bung Karno diasingkan Belanda.

nah, pas di Medan nih kita nantinya akan masuk ke dalamnya Istana Maimun (1888), Rumahnya Tjong A Fie (1900), Mesjid Raya (1906), juga mengenal riwajatnja ex Witte Societeit, Titi Gantung (1895), Balai Kota (1908), Menara Air (1908), Hotel De Boer (1898), Rumah Kembar Groenewegen (1942), duh trus apa lagi yah??? wah banyak banget yahh, pokoknya tenang aja, jangan bingung karena kita nanti di sono akan diceritakan oleh kawan kita dari Badan Warisan Sumatra (Sumatra
Heritage Trust) jang tjoekoep faham betoel riwajat kota ini dengen bae.. trus kita akan makan di Restoran Tip Top, sebuah restoran soeda ada sedjak djaman doeloe, tepatnya sedari tahon 1934 trus kita menginapnya di Hotel Garuda Plaza (berbintang 3), berpenampilan djadoel di luarnya, tapi minimalis di dalemnya, top! truuus, kitaorang juga akan samperin Tembakau Deli nih, perkeboenan
jang bekend sedari djamannja Hindia Belanda.

oh iya, nanti ke Medan dan kembali ke Jakarta-nya naek pesawat Airbus 319 lho... pesawat gresmilik Batavia Air, katanya sih kalo selain hari Selasa, Kamis dan Minggu, yang ke atau dari Medan itu nanti pake pesawat ini, ciiihhhhuuyyy.... khan kita berangkat Jumat pagi, pulang Senen sore!

Mari...Mari...daftarken diri toean dan njonjah sekalian sekarang djoega ke email adep@cbn.net.id atawa hoeboengi telefoon-tangan di nummer: 0818 94 96 82 (nomer urut peserta akan diberikan setelah mendaftar, sehingga nantinya transfer uang sesuai dengan nomer urut) dapat ditransfer setelah mendaftar, doeit bisa ditransfer ke Bank BCA, no: 2371425693 BCA cab Pondok Indah atas nama ADE HARDIKA PURNAMA toeloeng dikonfirmasikan via email or sms ke 0818 94 96 82
setelah transfer berhasil dilakukan. (doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada orang laen, keluarga atau teman, atau siapa aja dah,yang penting dioper :)

DP sebesar Rp.1.500.000 dapet ditransfer sasoedahnja mendaftar, tjara membajar sebagi brikoet: misalnja: Irma Agustina ada di nomer urut 5, maka Irma transfernja= Rp.1.500.005 (kalo di mesin ATM ketiknya Rp.1500005 <<< angka 5 di belakang mengacu ke no. urut) djadi bajarnja boekan Rp.1.500.000 sadja, tetapi ditambah Rp.5 sebagi nomer urut, tida apa-apa yah.. en Pembajaran kadoea dapet dilakoeken pada awal-awal Agustus, djoemblanja sebesar Rp.1.400.000, okeh jek?

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
0818 94 96 82
---------------------------------------------------------------------------------------------
Plesiran Tempo Doeloe: Medan -Danau Toba 18-19-20-21 Agustus 2006
(susunan acara ini dapat berubah dikit atau bergeser sesuai sikon disana yah :)

Hari 1 : Jum'at 18 Agustus 2006
07.00 - 09.00 : Berangkat ke Medan dengan pesawat Batavia Air
09.00 - 10.00 : Urusan Bagasi
10.00 - 15.00 : Medan-Tanjung Morawa-Tebing Tinggi-Pematang Siantar-Parapat
(makan siang di Perbaungan, Museum Simalungun, becak motor)
15.00 - 19.00 : Check in dan Istirahat di Hotel Niagara Parapat
19.00 - 20.00 : Makan malam di Parapat
20.00 - 22.00 : Kembali ke hotel (ice breaking, games)

Hari 2: Sabtu 19 Agustus 2006
07.00 - 08.00 : Sarapan di hotel
08.00 - 12.00 : Parapat - Pulau Samosir (Tomok-TukTuk-Ambarita-Batu Gantung)
(dengan menggunakan 2 Ferry carteran)
12.00 - 13.00 : Makan siang di Parapat
13.00 - 13.30 : Check out Hotel
13.30 - 15.00 : Parapat - Rumah Bolon Pematang Purba
15.00 - 15.30 : Air Terjun Sipiso-piso
16.00 - 19.00 : menuju Medan Check In di hotel Garuda Plaza Medan
19.30 - 21.00 : Makan Malam di Medan
21.00 - 22.00 : kembali ke hotel, istirahat

Hari 3: Minggu 20 Agustus 2006
07.00 - 08.00 : Sarapan di hotel
08.00 - 12.00 : Medan - Berastagi - Koelilingin Kota Berastagi
Rumah bekas tahanan Bung Karno di Berastagi dll)
12.00 - 14.00 : Berastagi - Medan, sholat dan makan siang
14.00 - 16.00 : Koeliling Perkebunan Tembakau Deli di Tanjung Morawa
16.00 - 18.00 : Koeliling Kota Medan
18.00 - 19.00 : Kembali ke hotel dan istirahat
19.00 - 20.00 : Makan malam di Medan
21.00 - 21.30 : Kembali ke hotel
21.30 - 24.00 : Pintong makan duren (?) hehehe

Hari 4: Senen 21 Agustus 2006
07.00 - 08.00 : Sarapan di Hotel
08.00 - 12.00 : Koeliling Kota Medan bersama BWS
(Badan Warisan Sumatera)
12.00 - 13.00 : Makan siang di Medan
13.00 - 15.00 : Acara bebas, beli oleh-oleh
15.00 - 16.00 : Kembali ke hotel, check out
16.00 - 17.00 : ke Airport Polonia,Waiting room, Check in
17.00 - 19.00 : Kembali ke Jakarta
19.00 - 20.00 : Beresin Bagasi, Good bye and see you in the next PTD
------------------------------------------------------------------------------------------
Peserta PTD Medan Danau - Toba 18-19-20-21 Agustus 2006
1. Tety Yulendra
2. Ami Djojosubroto
3. AstraVari
4. Alice Theodora Karfur
5. Nanis Fit Banget
6. Adhitya Utama
7. Mardiati Pudji Astuti (mama Adhit)
8. Stevany Suryaputra
9. Ira Oemar
10. Ellipta Hapsari
11. Lollytha Celvita
12. Galuh Fajar
13. Severin Lestari
14. Sri Nazulina B
15. Djuliah (ibu Sri)
16. Shafa Marwa (ponakan Sri)
17. Mbak Ade Yulida
18. (temen Mbak Ade)
19. (temen Tety)
20. Jennier Purba
21. Maya Hadi (kwek-kwek)
22. (kosong)
23. Maliha Priok
24. Mas Priok
25. Adis
26. Mela (keluarga Adis)
27. Asha (keluarga Adis)
28. Ang Giok Bing
29. Paulina Sulaiman
30. Raymond Harris (putra Paulina)
31. Irma Agustina
32. Wahyudi Yuwono (laki Irma)
33. Iye Sundari
34. Sui Fung (Afung)
35. Miauw Fong (mama Afung)
36. Adelia Yulia
37. Niken Sulastri
38. Sri Hartati (temen Niken)
39. Elena Magdalena
40. Maria (temen Elena)
41. Primiari Nastiti
42. Yetty Yustiati (temen Prim)
43. Linda Ramli
44. Erni Rusmiliany
45. Dini Tjepoe
46. Merry (temen Dini)
47. Endang (temen Dini)
48. Indah Rahmawati (Indie)
49. Nuraini (mama Indie)
50. Yosef Djakababa
51. Rony Baskoro
52. Lina Makmur Alam (istri Rony)
53. Adnin Djakaria (laki Indie)
---------------------------------------------------------------------------------------------

Daftar & Detail, silahkan langsung hubungi :
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
adep@cbn.net.id
0818 94 96 82


Start:     Jun 24, '06 6:30a
End:     Jun 25, '06 10:00p
PLESIRAN TEMPO DOELOE: CIREBON - LINGGARJATI
Kumpulnya di Parkir Timur Senayan yah
Sabtu 24 Juni 2006 jam 06.30 pagi hari
Rp. 750 ribu/orang, sudah termasuk:
(makan pagi 2 kali)
(makan siang 2 kali)
(makan malam 2 kali)
(yap, total makan 6 kali)
(naik Bus AC Big Bird p.p)
(nginepnya di Hotel Santika)
(asuransi jiwa dan kaos PTD)
(Tiket masuk Keraton Kanoman)
(Tiket masuk Keraton Kasepuhan)
(Tiket masuk Keraton Kacirebonan)
(Tiket masuk Tamansari Gua Sunyaragi)
(Tiket masuk Rumah Sejarah Linggardjati)

Cheribon atau Cirebon?
Linggardjati atau Linggadjati?

Wadooouuuw! Bingung dengan nama-nama di atas?
Mending gabung aja sama kitaorang di programma:

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Cheribon - Linggardjati
Saptoe-Minggoe 24-25 Juni 2006 sedari pagi hari
di hari Saptoe hingga esok malemnja di hari Minggoe

Cirebon, atawa tatkala di djemannja koloniaal Nederlands-Indië orang seboet dengen nama: Cheribon, da meroepaken saboeah kota pesisir jang poenja locatie di deketnja bilangan Djawa bagian barat dan Djawa bagian tengah. Orang sering djadiken ini Kota Cirebon sebagi kota transit dan mengaso, sablomnja marika landjoetken perdjalanan naar kampong halaman di Midden-Djawa poela Oost-Djawa.

Konon, ada jang bilang, nama Cirebon berasal dari kata "Caruban" jang artinja tempat pertemuan atau persimpangan djalan. Dan ada djoega jang jakin sanget bahoewa itoe nama datengnja dari kata "Carub" jang di dalem bahasa Djawa poenja arti = tjampoeran. Moengkin djoega ini nama ada oensoer pengaroeh dari bahasa Sunda, kerna adanja awalan: Ci (jang bole djadi maksoednja: air atawa aliran soengai). Di kamoedian hari, ini kota kerap diseboet dengen: Cirebon!

Kitaorang aken koendjoengken 3 keraton koetika plesir di Cheribon ini. Keraton jang kesatoe jang kitaorang aken kasi bezoek adalah Keraton Kasepuhan, jang moelei dibangoen pada sekitar tahon 1529. Ini keraton miliki saboeah benda poesaka jang interessant poenja, jakni Kereta Singa Barong yang dikeramatken. Ini kereta doeloenja sering dipake oleh Sultan dan familienja, namoen sedari tahon 1942, ini kereta tida bole dipake lagi, dan tjoema dikeluarken pada tijap-tijap tanggal 1 Syawal oentoek dimandiken. Hal jang uniek jang bisa kitaorang perhatiken dari ini kereta adalah telah dimanfaatkennja teknologie auto (mobil) dengen 4 roda biar bisa berdjalan. Tjoba bayangken, ini kereta dibikin pada tahon 1549!

Keraton brikoet jang kitaorang datengin adalah: Keraton Kanoman. Ini keraton poenja oesia ada lebi moeda dibandingken Keraton Kasepuhan. Kanoman berasal dari kata "anom" jang berarti "moeda". Tetapi soenggoe disajangken oentoek bisa masoep ke dalemnja ini keraton, kitaorang misti melewati pasar yang sempit *keluh*

Lantas, keraton jang paling achir jang kitaorang kasi koendjoeng adalah Keraton Kacirebonan. Ini keraton kaloe sebentar sadja kitaorang liet, woedjoednja tiada nampak saperti bangunan model keraton radja-radja di Djawa, tetapi gedong Europa khas arsitektur Belanda.

Sasoedahnja koeliling mengunjungi ketiga keraton, perjalanan akan dilanjutkan ke Tamansari Gua Sunyaragi, tempat petilasan Sultan Cirebon tempo doeloe. Saboeah kompleks taman air jang poenja loeas 1,5 hektar. Soenggoe menarik ini tempat, sajang djikaloe dilewatken begitoe sadja riwajat kedjajaan masa jang telah liwat jang begitoe mempesona.

Dan jang tida kalah menariknja, kitaorang aken samperin saboeah roemah jang sanget bersejarah, koerang lebi 1 djam lamanja perdjalanan ke arah selatan, tepatnja menoedjoe Linggardjati, tempatnja Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Belanda beroending dalem satoe medja dan sepakati persetoedjoean pembagian wilajah Noesantara, mentjakoep wilajah bekas negara Hindia Belanda, jang diadaken sedari tanggal 10 hingga 13 November tahon 1946 Rumah ini ada letaknja di kaki Gunung Ciremai yang berhawa sejuk. Tentoe sadja seblomnja kombali ke Djakarta, kitaorang djoega aken mampir di Batik Trusmi, sebuah perkampungan pengrajin batik yang menghasilkan corak dengan ciri khas Cirebon. Beawdiiifuuulll !!!

Bila kapengen ikoetin ini programma, kirim email sadja ke adep@cbn.net.id dan onkost plesiran di-reken pantes tjoema Rp.750.000 per persoon, itoe soeda termasuk naik Bus AC Big Bird, nginep di Hotel Santika, asuransi jiwa, makan 6 kali dan kaos PTD. Djikaloe soeda mendaftar, lantas dibersilahken ditransfer ke BCA 237 142 56 93 cabang Pondok Indah, atas nama ADE HARDIKA PURNAMA dan toeloeng dikonfirmasikan via sms ke no: 0818 94 96 82, dan via email atau fax ke 769 62 73 (maap, doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tapi bisa dioper kepada orang laen or teman) nah, kaloe-kaloe maoe gaboeng dengen mailling-listnja, klik aja alamat ini: sahabatmuseum-subscribe@yahoogroups.com

Doeit sebesar Rp.750.000 dapet ditransfer sasoedahnja mendaftar (dan soeda dapet confirmatienja), tjara bajarnja sebagi brikoet: misalnja: Bams Samsons ada di nomer urut 6, maka Bams transfernja = Rp.750.006 (kalo pas di mesin ATM ketiknya Rp.750006 <<< angka 6 di belakang mengacu ke nomer urut) djadi bajarnja boekan Rp.750.000 sadja, tetapi juga ditambah Rp.6 sebagi no.urut, tida apa-apa yah..yah..yah..

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
adep@cbn.net.id
0818 94 96 82

SABTU 24 JUNI 2006
06.30 : Kumpul di Parkir Timur Senayan
07.00 : Berangkat ke Cirebon
10.00 : Mengaso di Toilet VIP
12.00 : Makan Siang di Cirebon
13.00 : Berangkat ke Linggarjati
14.00 : Keliling Rumah Linggarjati
16.00 : Kembali ke Cirebon
17.00 : Check In Hotel Santika
19.00 : Makan Malam di Cirebon
21.00 : Kembali ke Hotel Santika
22.00 : Pintong Koeliling Cirebon?

MINGGU 25 JUNI 2006
07.30 : Kumpul di lobi Hotel Santika
08.00 : Berangkat Koeliling Cirebon
08.15 : Keraton Kasepuhan
09.15 : Berangkat ke berikutnya
09.30 : Keraton Kanoman
10.30 : Berangkat ke berikutnya
10.45 : Keraton Kacirebonan
11.45 : Berangkat ke berikutnya
12.00 : Makan Siang di Cirebon
13.00 : Berangkat ke berikutnya
13.15 : Tamansari Gua Sunyaragi
14.15 : Berangkat ke berikutnya
14.30 : Balai Kota Cirebon*
15.15 : Berangkat ke berikutnya
15.30 : Belanja Batik Trusmi
17.00 : Kembali ke Jakarta
19.00 : Makan Malam di jalan
22.00 : Sampai di Jakarta
*masih menunggu konfirmasi

daftar & bayar ke :
adep@cbn.net.id
0818-949682

cheers,
deedee

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.