............................................................................................................
............................................................................................................
............................................................................................................
............................................................................................................
Singapore Day-2, 9 March 2008
Hari Minggu, hari kedua di Singapore. Rencana nya kita mau bangun pagi2 sekali untuk explore daerah penginapan kita di Little India, tapi apadaya, karena kemaren seharian jalan & belanja2, dan pulang setelah midnite, maka kita cuma bisa kebangun jam 09.00 pagi, kemudian mandi dan sarapan di depan hostel, sarapan roti cane dan gulai kari, juga minum teh tarik enak.
The Fortune teller
Lagi enak2nya sarapan dan smoking, mendadak ada seseorang yang lewat dan melihat kearah gue, kemudian berhenti sambil nunjuk dan ngomong ke gue “you’re a kind hearted woman, and you have so much luck in life”, sambil trus jalan lagi. Spontan aja gue panggil dia untuk duduk dan ngeramal gue. I mean, kapan lagi diramal secara mendadak begini. Dia pun duduk dan ngeliat muka gue, sambil ngeliat tangan gue dan mulailah ngeramal bebas.
Ramalan nya sih standard ya, karir bagus, keuangan dan rejeki ngak pernah berhenti mengalir, tapi jodoh agak susah, hihi. Trus dia bilang jodoh gue nantinya orang seberang, dan someday gue akan diangkut ke negara lain untuk tinggal menetap dengan jodoh gue ini.
Disini gue mulai nggak percaya. Gue nggak suka bule, dan gue nggak suka tinggal diluar negri. Pengalaman gue tinggal beberapa tahun di Australia dan pernah muter2 di beberapa negara lain membuat gue menyimpulkan bahwa Indonesia adalah negara yang paling asik untuk dijadikan tempat hidup dan menetap, dengan segala macam kekurangan dan kelebihan nya. So this one is out of question.
Karena dia liat gue mulei ngasih muka nggak percaya, trus dia nulis sesuatu dikertas yang tertutup, dan dia tanya warna kesukaan gue, gue jawab “BLUE”, dan begitu kertasnya terbuka, ada tulisan “BLUE”. Lalu dia tulis lagi sesuatu, dan dia tanya bunga kesukaan gue, gue jawab “ROSE”, dan begitu kertasnya dibuka, tulisan nya juga ROSE. I’m impressed.Trus dia mulai nulis2 sesuatu dengan tulisan dan kalimat2 india, dan dia bilang, dalam beberapa bulan gue akan kembali lagi ke Singapore, atau akan terbang ke suatu negara tetangga lainnya. Dan gue katanya akan bertemu “the man in my dream” segera, dan tanggal 25 April adalah hari keberuntungan gue, karena gue akan menerima rejeki yang tak terduga, dan akan bertemu dengan pujaan gue.
Gue antara percaya nggak percaya. Pada saat itu gue anggap dia cuman nge bego2in gue aja, secara cuma ramalan aja gitu loohh, dan ending2nya dia minta duit berapa aja untuk jasa ramalan nya. Lah ? Kirain gratis, secara dia ngeramal gue pas gue lagi makan dan dia nggak sengaja jalan di depan restaurant tempat kita makan. Tapi akhirnya gue kasih $10 aja, biar urusan kelar ajah. Tapi trus gue tantangin dia, kalo gue udah bayar segitu, apa buktinya kalo ramalan nya dia bener ?
Dia bilang gue bisa cari dia lagi kalo dia bohong. Kemudian kasih namanya, RATYAN SIGH, juga tattoo dengan initial namanya di lengan nya, trus dia bilang kalo ngak semua orang dia ramalin, hanya orang2 tertentu saja, karena dia ngeramal berdasarkan instinct dan mood, dia bilang, begitu dia liat gue, muka gue aura nya bersinar, dan membuat dia tertarik untuk ngeramal gue. Yeah, yeah, whatever deh yah booww..yang jelas gue nggak terlalu percaya, dan abis gue kasih dia duit, dia pergi, lalu gue, dwi dan antya menyelesaikan sarapan kita.

But to my surprise, sampe di Jakarta, gue dapet konfirmasi dan informasi bahwa gue ditugasin kantor untuk ke Malaysia bulan Juni, Petronas World Wide Secretary Forum 2008 dimana gue harus hadir, dan ketika gue cerita sama nyokap bokap tentang jalan2 gue di Singapore, ternyata bokap nyokap udah bayar paket ke Singapore bulan Agustus nanti, penutupan arisan dosen2 Trisakti, trus abis itu mereka berdua mau melanjutkan perjalanan ke Malaysia, dan minta gue ikut untuk jadi guide selama mereka ke Singapore dan Malaysia.
Gubrags ! Berarti ramalan nya bener yah bo? Sekarang gue jadi percaya dan (malah) akhirnya berharap bahwa tanggal 25 April nanti gue akan ketemu sama pujaan hati, dan/atau dapat rejeki berlimpah yang tak terduga. Oh noooo !!! (catet di kalender aaahhh…eh btw, bulan April masih lama yah bo ???
Little India
Back to the story. Setelah sarapan, kita jalan2 di sekitar kawasan dan mengenal lebih jauh Little India. Little India adalah sebuah wilayah yang mayoritas penduduknya orang India ( ya iyalaaaah, nggak mungkin penuh dengan orang Padang kaaann..wong namanya aja udah Little India). Kemana mata memandang, semuanya tentang India, ya orangnya, ya makanan nya, ya pernak perniknya, etc etc).
Gue seneng banget liat para wanita nya berbaju sari India warna warni. Dikanan kiri sepanjang jalan semua toko2 nya menjual pernak pernik India, dari baju, perlengkapan beribadah, sampai restaurant & toko bumbu2 India, semuanya ada disini, termasuk toko emas dan kuil untuk umatnya bersembahyang.
Disini juga peraturan nya nggak seketat peraturan pemerintah, karena di daerah ini mayoritas tempatnya bebas smoking dan masih melanggar peraturan karena nyberang aja mereka sesuka hati tanpa menghiraukan marka jalan. Mereka banyak berjualan dipinggir2 jalan, termasuk menerima dan mengerjakan jahitan dipinggir jalan!
Setelah puas melihat2, kita bertiga siap2 jemput Ela di airport changi, karena Ela menyusul dateng pagi ini, karena kemaren dia bela2in nonton JakJazz dulu. Hari ini ween nggak nganterin, karena dia ada acara, dan hari ini kita ber empat emang mau nyobain transportasi umum nya yaitu bus, kereta api dan taksi.
The Bus Experience
Dari penginapan Little India, kita jalan kaki ke halte bus terdekat, trus nanya2 ke orang yang lalu lalang gimana caranya nyampe ke airport pake bus. Mereka bilang, kita naek bus no 67 dan berhenti di stasiun kereta api Kallang, trus naek kereta api, turun di Tanah Merah, abis itu pindah kereta dan naek yang jurusan airport Changi. Perfect. Gampang.
Trus begitu bus no. 67 nya lewat, kita stop dan naek bus nya. Ternyata bayar bus nya harus paket tiket terusan atau bayar pake duit cash, 90 cent. Karena kita mendadak bingung dan ngak punya duit recehan, cuma pegang duit lembaran dollar aja, dengan sukses kita disuruh turun lagi karena supirnya hanya menerima duit cash aja. So kita bertiga turun dari bus, ngubek2 tas dan dompet cari recehan, dan setelah beberapa menit kemudian, akhirnya kita berhasil ngumpulin uang koin S$ 1,80 untuk bayar bus bertiga, naek bis no. 67 berikutnya.
Bus disana kayak bus busway di Jakarta. Gede, bersih, AC nya dingin, dan penumpang disini ngak terlalu penuh. Kita bertiga menikmati pemandangan kanan kiri jalan dan sampai di stasiun Kallang kita turun untuk naek MRT (Mass Rapid Transportation atau kereta api) ke airport.
The MRT (Mass Rapid Transportation alias train) experience
Nah, disinilah masalah pertama muncul, karena tidak satupun dari kita bertiga yang tau caranya membeli tiket dari mesin otomatis tersebut. Ketika kita bertiga lagi bengong bego didepan mesin, eh kita ditegur sama mbak2 disebelah yang gaya2 nya TKW disana “dari Indonesia ya mbak ? mau kemana ? mau beli tiket ? perlu bantuan ???” Kita bertiga jawab “iya, lagi liburan, iya ini mau beli tiket, tapi ngak perlu dibantu, terima kasih” *jawab kita gengsi sambil pasang muka di pinter2in dan pura2 ngerti make mesin nya*, akhirnya mbak2 tersebut pergi.
Lalu kita baca instruksi nya pelan2. Pertama2, select option, pencet yang bacaan “buy standard ticket”. Kedua, pilih tujuan perjalanan. Ketiga masukan uang nya, dan ambil kembalian nya. Ke empat, ambil ticketnya. Done. Mission accomplished. Doh, kita bangga karena berhasil beli tiket tanpa diajarin. Nggak penting banget.hihi

Next, ticketnya yang dari kartu magnet kita pakai sebagai kartu akses untuk masuk ke dalam area kereta api (sejenis pintu masuk mau ke bus way), trus kita naek kereta api yang menuju Tanah Merah, abis itu itu nyambung dengan ticket yang sama dan turun di Changi airport.Kereta api disini juga nyaman, bersih, AC dan kosong. Beda banget deh sama kereta api di negara kita (kecuali kereta api AC yang keluar kota). Tertib banget. Seseksi apapun pakaian kita, serame apapun penumpangnya, nggak ada yg berani colak colek, karena bisa di report dan masuk penjara kalo ada yg berani gangguin.
Sekali naek MRT ini, rata2 bayarnya S$1,50, tapi kita harus membayarnya S$2,50, untuk deposit, just in case we don’t return the card (karena lupa ngebalikin, atau sengaja).Tapi nanti ditempat tujuan, kita bisa masukin kartu nya lagi, dan duit deposit kita bisa kembali S$1. asik kaann ???
Bugis Junction
Nyampe di tujuan, disana sudah ada Ela yang duduk dengan manis di airport, dan langsung aja kita menuju kereta balik arah menuju Bugis Junction untuk bertemu dengan Trie untuk makan siang disana. Sempet bertemu dengan Valya sebentar, tapi karena dia lagi bersama keluarga nya, dia pun memisahkan diri lagi, dan langsung aja kita berlima makan siang di Kentucky Bugis Junction.
Gue baru sekali ini ketemuan dengan Trie, temen MP baru, atas rekomendasinya Elok. Tapi baru sekali ketemu, kita udah serasa kenal bertahun2 ! She is so nice and easy going, langsung nyambung dan akhirnya Trie ikut kita kemana2 dari siang sampe malem, sampe akhirnya dia harus pulang.

Akhirnya, setelah beberapa kali makan yang nggak nendang, kita bisa makan yang rada “beradab” di Kentucky. Dan disini Kentucky nya ternyata nggak ada nasi, nggak ada saos sambel yang rasa nya kayak di Jakarta, dan ada beberapa menu yang di Jakarta tidak ada.
Selesai makan, kita muter2 di Bugis junction mall, sempet ke Charles & Keith juga, tapi disini model dan ukuran yang gue mau nggak ada, so kita lanjut kearah Orchard untuk kembali shopping disana. So gue, Dwi, Ela, Antya & Trie naek MRT lagi menuju Orchard, tapi turun nya di Summerset, satu halte sebelumnya, karena kita mau jalan kaki menuju Orchard sambil liat2 pemandangan sekitar. Lalu kita masuk lagi Wisma Atria, dan mulai misah2, ada yang ke Mango, Zara, etc, gue sih tetap nggak bisa pindah ke lain hati, the one and only Charles & Keith !!!
Orchard Road (lagi)
Seneng deh jalan2 di Orchard. Kayaknya gue nggak bakalan bosen disini. Rame banget, jalanan bersih (please note that there’s no pollution in Singapore), the people are very fashionable, dan suasana nya cozy banget ! Disini gue mall Takasahimaya, langsung ngacir ke Kinokuniya, cari buku titipan nya ayu dan puguh, yang katanya nggak ada di Indonesia. Toko bukunya ternyata gede bangeeettt !!! As I’m a book lover, I feel like we’re in heaven !!!
Sayang, bukunya mahal2, rata2 harganya Rp. 150,000-an.. Dengan harga segitu, di Jakarta gue bisa dapetin 3 buku best sellers, hiks…Bukunya Puguh juga langka, cuma ada satu biji, itupun rebutan sama orang belinya, karena dia ternyata nyari buku yang sama dan untungnya gue duluan yang nemu bukunya, so begitu nemu, bayar, kita pun memutuskan utnuk duduk dulu di Starbuck karena ternyata kaki udah nggak kuat jalan lagi, dan karena gue pengen smoking dulu, hehe. Ternyata ujan turun, so kita berlima ujan2 an, lari2an menuju Starbuck Orchard Road.

Sampe di Starbuck, ternyata smoking section nya udah penuh, dan dapet duduk nya cuma di non smoking section. Tapi secara ela ngotot bahwa gue boleh smoking di non smoking seat, gue cuek ngerokok, dan setelah beberapa batang, akhirnya ditegur sama barista nya, dan gue pun sukses diusir pindah duduk (hayo ela, tanggung jawaaaabb !!! :-P
TKWDi Orchard Road ternyata juga banyak TKW yang lagi pada kongkow di hari Minggu. Sebagian besar pembantu2 rumah tangga tersebut berasal dari Indonesia dan Phillipina, dan mereka semua dandan heboh dengan baju2 yang tidak kalah sexy nya dengan majikan mereka. Warna nya nge jreng2, mereka duduk berkelompok dengan jumlah puluhan, ketawa ketiwi menikmati hari Minggu sore, ngerumpi2 sambil photo2, tampaknya seruuuu, hihihi
Charles & Keith’s slave
Puas ngebul2, ujan udah berhenti, kita balik lagi ke Wisma Atria, untuk kembali mengejar SALE nya Charles & Keith. Oh I love this place. Selain karena harga sepatu nya jauh lebih murah dari Jakarta, modelnya lucu2 mampus, dan ukuran kaki nya kecil2 !!! Coba ya, ukuran gue, 34-35 disini banyak bangeeettt !!! Puas dan bahagia rasanya waktu ngeborong 6 pasang sepatu, dan 1 pasang sepatu untuk Risca, sahabat kita tercinta.
Lagi kalap2nya belanja disini, ada seseorang yang negor gue “uni deedee ya ?” Gue bingung, ini siapa ya ? ternyata dia itu anak batmus (bukan anak MP) yang juga sering ngebaca blog gue ini dan mengenali diriku dari photo2 yang sering gue upload di MP. Hebat ya MP ini, hihi.
Julia yang lagi mau training di Singapore selama seminggu ini akhirnya malah gabung ikutan kita muter2 dan juga ikut ke tujuan berikutnya, Mustapa Centre. Tapi sebelum kesana, kita nge drop barang2 belanjaan dulu di penginapan kiya, Fragrance Backpacker Hostel, sementara Trie pamit pulang karena udah malem. Thanks ya Trie, it was great seeing you and we had a great time, sampai ketemu lagi ...
Brotherhood Nite
Kemudian kita pun turun dari penginapan dan mulai berjalan kaki menuju Mustafa Centre dan Oh My God !!! Mulai keluar dari Fragrance, sepanjang mata memandang, RATUSAN atau malah RIBUAN orang India memenuhi jalan, sehingga rasanya nggak bisa liat jalan karena penuh dengan manusia.
Ternyata, hari minggu merupakan "Brotherhood Nite”, dimana semua pria India berkumpul (tidak ada wanita nya sama sekali) untuk sekedar kongkow dengan teman2 dan sanak saudara. Para lelaki tersebut berkumpul sambil berdiri, atau ada yang duduk2 dipinggir jalan atau di rumput2, dan semua nya berbicara di waktu yang bersamaan, sehingga suasana nya bising dan berisik banget.
Bau jalanan juga bau khas orang India, dicampur dengan bau rempah2 restaurant India di kanan kiri jalanan. Pokoknya, gue berasa lagi di negara India beneran deh, seruuuu.
Sumpah, gue susah banget untuk menahan diri. Ini badan bawaan nya pengen nyari tiang atau pohon trus meliuk joget2 kayak di pelem2 India itu loh, suasana dan situasi nya mendukung banget deh !!!
Gue pengeeeeen banget meng-capture moment langka ini, tapi apadaya kamera tadi ditinggal di kamar karena pengen belanja dan males nenteng2 kamera gede, sedangkan kamera kecil memory nya abis. Duh naseeebb.
Anyhow, setelah sekitar 1 km jalan kaki, akhirnya tibalah kita di Mustapa Centre
Mustafa Centre
MustafaCenter is a shopping paradise atau surga belanja. Mustafa Centre merupakan mega store yang amat sangat besar & terkenal di Singapore. Tempat tersebut terdiri dari department store, supermarket, toko buku, pharmacy, perhiasan & jam, hotel, travel agent, kantor pos, food & beverage, kebutuhan rumah tangga, elektronik, etc etc..pokoknya semua service dan jasa lengkap tersedia disini.
Harga nya jauuuuuhhh lebih murah dari harga “normal”, dan barang2 yang dijual semuanya ada. Besarnya sekitar 7 hektar, terdiri dari 4 lantai, dan toko nya buka 24 jam !!! pemilik nya orang India, dan hampir semua pegawainya orang India juga.
Toko Mustafa ini pada awal buka tahun 1971 hanya menjual kain & tekstil India, dan karena mutunya bagus dan harga nya murah, maka toko tersebut mulai meraih untung dan memperbesar toko nya dan memperbanyak barang yang dijual. Lama kelamaan, selain toko nya tambah besar dan maju, sekitar 10 tahun yang lalu, pemiliknya mulai membuka toko selama 24 jam, dan menjual sebanyak 150,000 jenis barang dan semenjak saat itu, hampir semua orang yang berkunjung ke Singapore pasti mampir kesini, termasuk kita berlima (gue, Dwi, Ela, Antya & Julia). Gue rasa pemilik nya pasti udah jadi konglomerat besar, secara perputaran uangnya dalam satu hari bisa mencapai milyaran rupiah !!!
Sebelum masuk ke toko ini, gue sempet mampir ke toko 7/11 buat beli rokok, tapi karena males liat gambar orang kena kangker di bungkusnya, apalagi bayar S$11 alias Rp 72,000 cuma buat satu bungkus rokok, akhirnya nggak jadi beli. Tapi Singapore hebat deh, rokok hanya boleh dibeli oleh mereka yang berusia diatas 18 tahun, kalo ketahuan, baik yang menjual dan yang membeli rokok akan kena hukuman denda uang atau masuk sel. Blah
Karena sebelumnya sudah di warning oleh teman2 lain supaya jangan ke Mustafa waktu pagi-sore karena toko nya akan penuh dengan manusia, maka kita semua kesini nya sekitar jam 20.00 malam (setelah sebelumnya mampir dan leyeh2 di hotelnya Julia untuk numpang nge charge telephone) maka begitu sampai di Mustafa, mulailah kita belanja sesuai dengan kebutuhan masing2.
Kita semua beli oleh2 untuk keluarga dan teman2 dekat, dan jam 23.00 setelah capek, kita berhenti, keluar dari toko tersebut dan makan malam di deket situ. Selesai makan, masuk & lanjut kembali ke Mustafa untuk belanja lagi, karena kita baru nyadar bahwa kita udah beli oleh2 untuk orang lain, tetapi blom beli apapun untuk diri sendiri. Maka kita pun mencari barang2 untuk diri sendiri, mulai dari toliterries, sampai pernak pernik lucu (banyak peralatan atau barang2 yang nggak ada di Indonesia), dan ketika sudah jam 01.00 malam, Julia dan Ela udah nggak kuat lagi, kita semua nganterin mereka ke penginapan masing2 dan balik lagi ke Mustafa Centre naek taksi.
Taxi Experience
Naik taksi disini seru. Taksi nggak bisa di stop sembarangan, apalagi di jalan2 besar, karena tersedia halte khusus untuk menyetop taksi, kecuali di wilayah2 tertentu kayak di Little India ini, yang bisa bebas di stop dimana aja. Taksi nya bagus2, dan harga baru masuk & duduk nya $2.
Untuk pemakaian taksi lewat dari jam 12 malam, kita harus bayar lagi tambahan biaya night service sejumlah 50% dari jumlah total argo nya. Misalnya kemaren kita pakai taxi dari Mustapa, hostel ke Mustapa lagi argonya $10, maka total yang kita bayar ke sopir taxi nya S$15, dan hebatnya, kita bisa bayar nya pake kartu kredit loooh, karena hampir semua taxi disana ada fasilitas gesek kartu di mobilnya, kereenn !!!
Shop till we drop
Owkay, nyampe lagi di Mustapa jam 01.30 pagi, pengunjung masih ramai, tapi sudah tidak seramai tadi. Mulailah kita bertiga hunting parfum dan body spray. Gue dapet parfum Paris Hilton “Heiress” yang wangi nya enak banget, trus gue beliin nyokap Nina Ricci dan bokap parfum Etienne Aigner, dua2nya parfum favourite mereka.
Trus buat adek2 gue Adep & Yudhi gue beliin body spray keren & wangi punya Adidas-limited edition, juga buat Aryo, Dhani ( juga untuk Wahyudi yang kebetulan ulang tahun). Yosie dan cicik ( Yudhi) masing2 dapet parfum juga. Trus gue beli oleh2 buat temen2 kantor tempat kacamata yang lucu, dan yang lainnya gue beliin lighter keren, jam tangan gaul, dan tak lupa untuk membelikan boss gue tercinta satu paket bola golf yang ada gambar Mer Lion nya.
Enaknya disini bisa maen gesek, tapi begitu ngumpulin dan totalin jumlah bill dari semua belanjaan, gue nggak berani liat angkanya, dan gue nggak berani liat tagihan kartu kredit bulan depan. Hiiiiiiiiiiiiii…sereeeeeeeeeeeemm !!!
Sebenernya sih mata dan hati masih pengen terus belanja, karena entah kapan lagi kita ke Singapore, tapi kaki dan badan udah nggak kompak bo, nggak kuat lagi untuk melangkah, dan begitu kita melihat jam, OMG, ya olooooooooooo udah jam 03.30 pagi aja loohh !! Gilaaaaaaaaaaaa !!! Belanja dari jam 20.00 sampe jam 03.30, pantessan aja badan rasanya mau mampuss !!! wow, ini record shopping terlama dan termahal dalam sejarah belanja gue, hihihi
Buru2 kita balik ke hotel, nyampe di hotel jam 04.00 pagi, mandi, dan kemudian tidur. Gue nggak bisa tidur, karena Antya berisik packing di kamar subuh2, dan setelah gue omelin dia supaya packingnya besok siang aja, baru deh gue bisa tidur dengan tenang.
Gue baru sadar, kita nggak sempet banyak photo2 di hari kedua ini karena sibuk belanja seharian, hihihi
Photo2 bisa dilihat di :http://deedeecaniago.multiply.com/photos/album/184/Singapore_Day-2_Litlle_India_Bugis_Junction_Orchard_Mustafa_Centre
To be continued to Singapore Day-3