welcome to deedee's world  

Deedee's posts with tag: plesirantempodoeloe

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag plesirantempodoeloe
Start:     Aug 3, '08 07:00a
End:     Aug 3, '08 5:00p
Location:     Onrust
SAHABAT MUSEUM dengan hati seneng presenteren:
PLESIRAN TEMPO DOELOE: HARTA KARUN VOC DI PULAU ONRUST?

Mencari sisa harta karun VOC di Kepulauan Seribu, yang ada
di Pulau Kapal (Onrust), Pulau Kelor (Kerkhof), Pulau Bidadari
(Purmerend), dan Pulau Cipir (Kuiper), sambil kita membedah
novel berlatar belakang sejarah, yang itu.. "Rahasia Meede"
karya E.S.Ito (dan tentunya diaorang ikutan jadi narasumber
nantinya, ayo entar kita tanya-tanyain tentang isi cerita novel
sejarah dia ini!), dan akan juga diceritain oleh gacoan kita,
Dr. Lilie Suratminto jang soeda bikin bagoes betoel satoe
boekoe jang sanget compleet tentang batoe-nisan djaman
VOC doeloe, jang aken kitaorang dengerin tjeritera tentang
riwajat koeboeran-koeboeran Belanda jang geletakan pasrah
di pulau-pulau ini. Pak Lilie aken tjeritaken itoe koeboerannja
di siang bolong, dan kitaorang nantinja djoega aken adjak Pak
Alwi Shahab jang poela soeda kassie bikin boekoe jang bagoes
tentang riwajat Djakarta di masa silam, kamodian aken ditjeritaken
perihal tempatnja Kartosuwiryo di-DOR !!! di Pulau Onrust ini,
hiiiiy!

Makan Siang Ikan Bakar "Serba Nikmat", favouritenya Bung Hatta (di
tahun 1970an), juga nantinya kita sediakan rendang yang maknyuuus!
roti buaye, kopi pecah 2 kali (eh, coffee break maksudnye, hehehe)

Minggu, 3 Agustus
jam 07.00 - 17.00
Rp.300.000/orang
(tiga ratus ribu aja)

kalo pada mau
ngedaftar, hub:
adep@cbn.net. id
yuk mari, mari...
tempat terbatas!


salam,
deedee

Start:     Jul 13, '08 07:30a
End:     Jul 13, '08 3:00p

PLESIRAN TEMPO DOELOE:
SPOORWEGSTATION di DJAKARTA
on-kost di-reken pantes
Rp.100.000 per persoon.

hari minggoe tanggal 13 boelan juli tahoen 2008
07.30 – 08.00: Kumpul di Stasiun Jakarta Kota
(makan kecil, minum teh/kopi)

08.00 – 08.30: Cerita tentang Stasiun Beos
(presentasi, puter film jadul)

08.30 – 09.15: Keliling Stasiun Jakarta Kota

09.15 – 09.30: Siap-siap naek Kereta Api

09.30 – 10.00: Berangkat ke Stasiun Manggarai
(naik Kereta Api)

10.00 – 10.45: Keliling Balai Yasa Manggarai

10.45 – 11.00: Cerita tentang bus dan PPD
(presentasi, puter film jadul)

11.00 – 11.15: Siap-siap naik bus PPD

11.15 – 12.00: Berangkat ke Stasiun Tandjok Priok
(naik Bus PPD, via Tol)

12.00 – 13.00: Makan Siang dan Istirahat

13.00 – 14.00: Keliling Stasiun Tandjong Priok
(presentasi, puter film jadul)

14.00 – 14.30: Berangkat ke Stasiun Jakarta Kota
(naik Bus PPD, via jalan biasa)

14.30 – 15.00: Tiba di Stasiun Jakarta Kota, Klaar


daftar ke adep@cbn.net.id
untuk mendapatkan no urut nya ya

salam,
deedee


1. Anggi Guswara (soeda bajar) BCA
2. Ica Marica (soeda bajar) MANDIRI
3. (temen Ica) (soeda bajar) MANDIRI
4. (temen Ica)
5. Nadrah Shahab (soeda bajar) BCA
6. Oswald Levi Adri
7. Ma. Teresa Arianne Peligrino (soeda bajar) BCA
8. Ajeng Bakrie (jengster82) (soeda bajar) BCA
9. Fai (temen Ajeng) (soeda bajar) BCA
10. Ita Mugizanti (soeda bajar) BCA
11. Joko Suparman (temen Ita) (soeda bajar) BCA
12. Bayuaji WP (temen Ita)
13. Rini Zaid (soeda bajar) BCA
14. Riana Ambarsari
15. Nani Oey (soeda bajar) BCA
16. Eva (temen Nani) (soeda bajar) BCA
17. Lauw (temen Nani) (soeda bajar) BCA
18. Lina (temen Nani) (soeda bajar) BCA
19. Frans (temen Nani) (soeda bajar) BCA
20. Merry (temen Nani) (soeda bajar) BCA
21. Elizabeth Situmeang
22. (temen Elizabeth)
23. (temen Elizabeth)
24. Herlina Pertiwi (Lina)
25. Narasoma Bayu (suami Lina)
26. Armita Rahardini (Mita)
27. Devi Riani (soeda bajar) MANDIRI
28. Praja Siti (Bebed)
29. (temen Bebed)
30. (temen Bebed)
31. (temen Bebed)
32. (temen Bebed)
33. Devi (Direktorat Museum)
34. Melie Kusumawati (Mely Firly)
35. Firman (temen Mely)
36. Novi Widodo
37. Arini Suryokusumo
38. Liza Sitompul (soeda bajar) BCA
39. (temen Liza) (soeda bajar) BCA
40. (temen Liza) (soeda bajar) BCA
41. (temen Liza) (soeda bajar) BCA
42. Dian Takari Handayani
43. Fadil (putra Dian)
44. Hera Aryani (kakak Lina)
45. Edwin (suami Hera)
46. Ekkel (putra mereka)
47. Tyas Beatleberries
48. (temen Tyas)
49. Trinzi Mulamawitri (speciaal)
50. (mama Trinzi) (very speciaal)
51. Lisa Tasiam
52. (temen Lisa)
53. Ratna Savitri Ryadiani (soeda bajar) BCA
54. (temen Ratna) (soeda bajar) BCA
55. Lani Ganda (soeda bajar)
56. (temen Lani) (soeda bajar)
57. (temen Lani) (soeda bajar)
58. Andy Gultom (via sms)
59. (temen Andy)
60. Rani Sukma (soeda bajar) BCA
61. Sukma Mentari (Tari) (soeda bajar) BCA
62. Andri Satriyo (temen Tari) (soeda bajar) BCA
63. Adis (temen Tari) (soeda bajar) BCA
64. Adela (temen Tari) (soeda bajar) BCA
65. Jessica Rahmawati (temen Tari)
66. Elodia Widiardini (Dini) (soeda bajar) BCA
67. Naindra Erica (soeda bajar) MANDIRI
68. Nalindra (Yinda) (putra Naindra) (soeda bajar) MANDIRI
69. Feta (temen Yinda) (soeda bajar) MANDIRI
70. Ananda (ponakan Naindra) (soeda bajar) MANDIRI
71. Mardi Duo Mardi
72. (temen Mardi)
73. Nuni Noviko (soeda bajar) BCA
74. Regina (temen Nuni) (soeda bajar) BCA
75. Satrio Arief Wicaksono (Atio) (soeda bajar) MANDIRI
76. Ilham Prahatama (abang Atio) (soeda bajar) MANDIRI
77. Wahyoe Santoso (Santo) (ayah Atio) (soeda bajar) MANDIRI
78. Natalie Adelina Widya (Nat) (ibu Atio) (soeda bajar) MANDIRI
79. Manunggal Sukendro
80. (temen Manung)
81. (temen Manung)
82. (temen Manung)
83. Endang Susilowati (soeda bajar) BCA
84. Arman (suami Endang) (soeda bajar) BCA
85. (keluarga Endang)
86. Dwi Martini
87. Silvy (sepupu Dwi)
88. Meilani Saeciria
89. (temen Nani Oey)
90. Hendriyanto (via sms) (soeda bajar) BCA
91. Rahmi Amalia (temen Hendriyanto) (soeda bajar) BCA
92. Anne Hendriani (via sms)
93. (suami Anne)
94. Rina Yustika
95. Riska Melanie (temen Rina) (soeda bajar) BCA
96. QQ damai
97. (adik QQ)
98. Lies Aisyah (soeda bajar) MANDIRI
99. Diaz Azwita (soeda bajar) MANDIRI
100. Ferra Handayani
101. Imanuddin Putranto (temen Rini Zaid) (soeda bajar) BCA
102. Anggraini Pradyaningtyas (Anggie) (soeda bajar) BCA
103. Uce (temen Anggie) (soeda bajar) BCA
104. Candy (temen Anggie)
105. Wisesasari (Seysi) (soeda bajar) BCA
106. Dyah Satriyanti (temen Seysi) (soeda bajar) BCA
107. Shanti Gayatri (temen Seysi) (soeda bajar) BCA
108. Theresia Pattula (temen Seysi) (soeda bajar) BCA
109. Heryus Saputro (Femina) (ngeliput)
110. (temen Lani Ganda) (soeda bajar) BCA
111. (temen Lani Ganda) (soeda bajar) BCA
112. (temen Lani Ganda) (soeda bajar) BCA
113. (temen Ratna Savitri) (soeda bajar) BCA
114. Nusi Gedong Gadjah (via sms)
115. (temen Nusi)
116. Bheno Dian (via sms)
117. Sam (temen Bheno)
118. Westi (temen Bheno)
119. Diaz (temen Bheno)
120. Yayat (temen Bheno) (soeda bajar) BCA
121. Novita Maizir (via sms)
122. Dian Rekasari (temen Novita)
123. Indah Ratu
124. Agum (temen Indah)
125. Eileen Lie
126. Zener Lie
127. Maria Siregar (henriettearistatia )
128. Mutiara Lestari (temen Maria)
129. Chika (temen Maria)
130. Bonita Tedjaningrum
131. Arirusyadi (via sms)
132. (temen Arirusyadi)
133. Adhari Suryaputra (soeda bajar) BNI
134. Dina (temen Adhari) (soeda bajar) BNI
135. Dimas Satriyo (suami Mita)
136. Haryanti (Yanti) (via sms)
137. Ahmad Hilmi (soeda bajar) MANDIRI
138. Sandec Sahetapy
139. (temen Sandec)
140. (temen Sandec)
141. Andrivina (via sms)
143. Sutrisno Tandera (via sms)
144. Eva Maude Darmawan (temen Sutrisno)
145. Suprapto (temen Sutrisno)
146. Ade Ryani (via sms)
147. (temen Ade)
148. (temen Ade)


Start:     Jul 5, '08 6:30p
End:     Jul 5, '08 10:00p
PLESIRAN TEMPO DOELOE ke Museum Prasati
Kumpulnya langsung disini yah, di Museum Prasasti
(Jl. Tanah Abang I no.1, sebelah kantor walikota)
(petunjuk bagaimana bisa sampai ke museum ini,
ada di bagian paling bawah yah, biar gak nyasar)
Sabtu 5 Juli 2008 jam 18.30 malem yah
Rp. 50 ribu/orang, sudah termasuk:
(thee manis anget/sedeng)
(Nasi Uduk Kebon Kacang)
(kaartjis Museum Prasasti)
(diceritakan oleh Pak Lilie Suratminto, achli riwajatnja Djakarta)
(oh iya bayarnya ditransfer aja yah biar kita bisa pesenin
Nasi Uduk Kebon Kacang H.Babe Saman yang kesohor itu)
ditransfernya ke Rekening BCA 2371425693 cabang Pondok Indah,
atas nama ADE HARDIKA PURNAMA dikonfirmasikan via sms ke no:
0818 94 96 82, atau via email, di-scan dulu, makasih yah, trims.

Juga bisa ditransfer ke laen-laen bank, seperti: Mandiri, BNI 46
jadi sekarang bisa transfer via 3 Bank: BCA-Mandiri-BNI 46
Toeloeng kassie kitaorang chabar kemana toean ataoe njonja
kirim itoe wang agar kitaorang nantinja tiada poesing toedjoe
koeliling diboeatnja tatkala toean dan njonja tiada bri tahoe
perkara ke bank mana wang roepiah itoe melajang-lajang :)

(tolong kirim email dulu sebelomnya, ntar dibales kok, untuk dapatkan
nomer urut keikutsertaan, jangan langsung transfer yah, ntar kitanya
malah bingung karena dapetin itu uang kaget, bisa dikopi khan jek?!)
(anak ketjil, orang moeda dan orang toea, bayarnya sama yah, oke?)
(semua di-reken dengan satoe prijs/price iatoelah:Rp.50.000/orang)


--------------------------------------------------------------------

Malem mingguan ke bioscoop? udah biasa! malem mingguan ngemol?
standard abiiiiiiiis, lalu kalo malem mingguan ke kuburan jadul?
ini baru luar biasaaaa.. apalagi pake diceritain riwayat batu
nisannya satu persatu oleh ahlinya, yang jago banget berceloteh
tentang isi makamnya, hiiiiiy. Tatkala binatang-binatang ketjil
moelain kasi denger soearanja, kitaorang moelain jalan-jalan ke:

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Malem Minggoean di Koeboeran Belanda
hari Saptoe Malem Minggoe tanggal lima boelan Juli tahoen 2008 dari
djam 08.30 palingan sampe djam stengasepoeloehan

Koeboeran Belanda jang pernahnja bertjokol di bilangan Kebon Jahe
Kober ini, doeloe orang kerap bilang sebagi: Kober. Ini pemakaman
sekarang letaknja di tenga-tenga kota, namoen siapa kira kaloe-
kaloe, di masa silam, ini kober berada djaoe dari loear kota
Batavia. Tempat dimana para tentera Mataram lariken dirinja dari
kepoengan pasoekan VOC. Marika poela bermoekim di skitar sini,
jakni di bilangan Tanah Abang (atawa kerap diseboet: Tenabang).
Tanah Abang jang saat ini melipoeti daerah Kebon Katjang, Kebon
Melati, Kebon Jahe, dan Kampoeng Bali ini, dahoeloe (katanya) moelai
dikenal sedari Kapitein Tjina ke-3 Phoa Beng Gam kassie gali itoe
canaal jang berada di Molenvliet (sekarang Kali Ciliwung ada
diantara Jl.Gajah Mada/Djalan Molenvliet West dan Jl. Hayam Wuruk/
Djalan Molenvliet Oost), pada tahon 1648, jakni sedjak digalinja
canaal Molenvliet, jang kamoedian abis itoe dikassie djoeal dah
kepada orang Belanda di tahon 1661.

Ngemeng-ngemeng tentang nama tempat di Djakarta tempo doeloe, pade
tau kaga sih, kalo doeloe kayaknya gampang banget namain suatu
wilayah. Seperti contoh: yah Tanah Abang... katanya sih, alkisah
Tanah Abang atau Brother's Land (ih sok keren banget sih di-inggris-
in :p) berasal dari.. yah tanahnya si abang, karena adiknya tidak
punya rumah, maka ia minta abang nya untuk buatin rumah. Tanah yang
ditempatin itu disebut Tanah Abang. Tapi ada lagi yang bilang kalo
nama itu diambil dari tanah merah, katanya "abang" artinya merah di
bahasa Jawa.

Okeh lanjut, trus ada cerita tentang toean tanah Tjina jang kaja-
raja bernama: Tan Hu Teng, diaorang kassie beli tanah poenja
boemipoetra bernama Gepeng. Orang banjak bilang bahoea Gepeng ini
djagoan Tenabang, maka Tan Hu Heng angkat diaorang sebagi pendjaga
roemahnja, jang di blakang ada saboeah kebon jang letaknja agak
mendjorok ke dalem, kamoedian itoe tempat diseboet: Kebon Dalem.
Lantas di seblah zuid (selatan) tanahnja, ada sedikit rendah, maka
orang seboet: Tanah Rendah. Jadi ngerti kan kenapa nama-nama tempat
yang sekarang kita lewatin, kita tinggalin bernama demikian? karena
yah ada sejarahnya...

Sekarang kitaorang kombali naar Kebon Jahe, jang aken ditjeritaken
riwajatnja oleh djagoan kita, jakni Pak Lilie Suratminto, diaorang
baroe sadja merampoengken seboah boekoe jang keren banget, kumplit,
serta tiada doeanja, ia itoe boekoe jang bertadjoek: "Makna Sosio-
Historis Batu Nisan VOC di Batavia. Tijap-tijap batoe nisan itoe
serasa bitjara ke kitaorang (asal jangan makhluk halus aja yang
bicara yah! hehehe atttttuuuttt...). Pak Lilie nantinja aken dengen
hati seneng bertjeritera perihal ini-itoe perkara kisah jang
interessant poenja (interesting) hingga kisah jang mengoetjoerken
aer mata. Djoega aken ditjeritaken asal-moeasal kata "nisan" jang
ternjata itoe boekan dari bahasa Arab! kerna di boedaja Arab tiada
dikenal kata "nisan". djadi dari bahasa apa dong? nah lho, lu pada
bingung khan...

Kebon Jahe, tetanggaan sama Kebon Katjang, makanja nantinja
kitaorang aken menjantap Nasi Uduk Kebon Kacang H.Babe Saman jang
kesohor sedjak tahon 1963. Diaorang moelain soewatoe oesaha dagang
moela-moela dengen berdjoealan nasi oedoek tjoma pake tahoe,
kamoedian tjoba dipakein ajam. Sekonjong-konjong dengen ditambahin
ajam, maka itoe dagangan lakoe keras bak katjang goreng (eh
sebenernya Babe Saman itu jualan nasi uduk apa kacang goreng yah?
hehehe). Bermoela dengen 5 ajam per hari, kamoedian 10 ekor ajam,
lantas tatkala succes pernah sampe 300 ekor ajam per harinya, wuuaa.
Makanja boeroean kassie daftar ke kitaorang poenja email sekarang
djoega, inget yah, Nasi Uduk Kebon Kacangnya terbatas, siapa cepat
bajar dia jang dapetin itoe nasi uduk!

So, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri toean dan
njonjah sekalian sekarang djoega ke email: adep@cbn.net.id atawa
hoeboengi telefoon-tangan di nummer: 0818 94 96 82 (nomer urut
peserta akan diberikan setelah mendaftar, sehingga nantinya
ditransfer uang sesuai dengan nomer urut) dapat ditransfer setelah
mendaftar, doeit bisa ditransfer ke Bank BCA: 2371425693
BCA cab Pondok Indah atas nama ADE HARDIKA PURNAMA toeloeng
dikonfirmasikan segera via sms ke 0818 94 96 82 atau via email yang
seperti biasa, discan aja, lalu kirim ke adep@cbn.net.id
(doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa
dioper kepada orang laen/teman)

Sekarang juga bisa ditransfer ke rekening MANDIRI: 101.000.44.34.088
ADE HARDIKA PURNAMA dan juga ke rekening BNI 46, yaitu dgn no.rek:
0148445465 atas nama: ADE HARDIKA PURNAMA (oh iya kedua bank itu
cabang Pondok Indah juga yah, yuk mari dikirim segera, makasih yah,
yah)

Tjara membajarnja/transfer, misalnja: Mas Boy ada di nomer urut 18,
maka Mas Boy transfernja = Rp.50.018 (kalo di mesin ATM ketiknya
Rp.50018 <<<<< angka 18 di belakang mengacu ke nomer urut) djadi
ntar bajarnja boekan Rp.50.000 sadja, tetapi ditambah Rp.18 sebagi
nomer urut. okeh bener yah kayak gitu, trims. oh iya kalo soeda
mentransfer dan soeda pake no.urut, kabari yaaw!

djangan loepa bawa pajoeng, andoek ketjil ataoe apalah, kali aja
kegerahan. djikalaoe nanti pada tempohnja hoedjan ada toeroen,
kitaorang aken moelain ini plesiran sasoedanja itoe hoedjan brenti.
zo, plesiran tetep dilaksanaken :)

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
adep@cbn.net.id
0818 94 96 82

---------------------------------------------------------------------

Plesiran Tempo Doeloe: Malem Minggoean di Koeboeran Belanda
hari saptoe malem minggoe tanggal 5 boelan juli tahon 2008
18:30 – 19.00 Pendaftaran Ulang di pintu kuburan :)
19:00 – 19:15 Makan Malem Nasi Uduk Kebon Kacang
19:15 - 19:30 Presentasi tentang Koeboeran Belanda
19:30 – 21:30 Koeliling semoea isi Koeboeran Belanda
21:30 - 22:00 Pulang yah, udah malem :p

bagemana tjaranja ke Museum Prasasti ini?
kalo naek dari Stasiun Jakarta Kota (BEOS)
Mikrolet M-08: Kota - Tanah Abang - Kota

kalo dari arah Kota, katanya sih bisa turun
persis di depan Museum Prasasti ini, tetapi
kalo naiknya dari Tanah Abang, turunnya di
Jl. Tanah Abang 1, trus jalan kaki dikit deh.

kalo bawa mobil, kalo dari arah Jl. Sudirman-
Jl. M.H.Thamrin, belok kiri aja pas di Bunderan
Bank BI, masuk ke Jl. Budi Kemuliaan, trus pas
sampe lampu merah pertigaan, belok ke kanan,
(Jl. Abdul Muis) lurus aja, ketemu lampu merah
lagi (yang ke arah Jl. Tanah Abang I) belok kiri,
lurus lagi sampe mentog, naaah udah keliatan
deh Museum Prasasti-nya di ujung jalan, dan
tenang aja parkir mobil banyak kok, di pinggir
jalan itu, asalkan nanti jangan lupa dipakein
kunci setir yah, biasa dehh hidup di Jakarta
harus selalu waspada, bukan begitu bukan?
oh iya parkir motor bisa di halaman dalem
Museum Prasasti, luaaas kok parkirannya,
di Museum Gajah juga luas, kalo mobil di
basement, kalo motor kayaknya di atas.

bisa juga naek busway turun di Halte Monas
(Monumen Nasional), persis bgt di depannya
Museum Gajah (Museum Nasional), nah dari
situ jalan kaki deh lewatin samping museum
(samping kanan, nama jalannya= Jl.Museum)
luruuus aja sampe ketemu lampu merah belok
kanan deh (ini udah di Jl. Abdul Muis), lantas
belok kiri di lampu merah, berikutnya, luruuus
lagi sampe mentog, nah Museum Prasastinya
akan nampak di depan mata, tetapi bisa juga
sih naek ojeg motor dari deket halte busway
itu, kali-kali aja lagi ada yang ngetem disono,
tetapi yah mendingan jalan kaki aja sih, kerna
djalan kaki di pagi hari sanget berfaedah boeat
kasihatan badan! nistjaja toean-njonja pandjang
oemoernja, djoega senantiasa sihat-sentausa :)

Event...malem mingguan di kuburan yuks...Jun 29, '08 8:11 PM
for everyone
Start:     Jul 5, '08 7:30p
End:     Jul 5, '08 10:00p
...............................................................................................................

...............................................................................................................

...............................................................................................................

...............................................................................................................







SAHABAT MUSEUM dengan hati seneng presenteren:
PLESIRAN TEMPO DOELOE: MALEM MINGGOEAN DI KOEBOERAN BELANDA

Ach, yang bener aja lu malem mingguan di kuburan?!
Troesa takoet atawa kaloet kerna kitaorang nanti aken
ditjeritaken banjak, perihal itoe bebatoean nisan jang
geletakan di sepandjang lahan Kebon Jahe ini. Yah,
ini tempat doeloe banjak orang kerap seboet sebagi:
Kebon Jahe Kober (kenapa demikian? ntar diceritain!)
(oh ya kuburan ini sekarang menjadi Museum Prasasti)

Kaboetoelan kitaorang poenja narasumber jang baroe
sahadja merampoengken boekoe yahud poenja jang
bertadjoek: "Makna Sosio-Historis Batu Nisan VOC di
Batavia (gile... kumplit banget penjelasannya, lu tanya
apa aja, diaorang pasti ngejawab deh, jangan khawatir
pertanyaan lu orang kagak kejawab, kerna super duper
detail keterangan pada setiap batu nisannya, yang akan
dijawab oleh narasumber kita, pokoknya kumplit, pliiiiit)

Nah, kerna kitaorang malem minggoeannja deket dengen
Kebon Katjang, begimana kaloe-kaloe kitaorang disononja
makan malem beroepa: Nasi Uduk Kebon Kacang! yeaah!

Sabtu, 5 Juli
jam 18.30 malem
Rp.50.000/orang
(lima puluh ribu)

kalo pada mau
ngedaftar, hub:
adep@cbn.net. id
yuk mari, mari..

detailnya esok atau lusa dah





ddd
dThumbnaild
ddd
....................................................................................................................

....................................................................................................................

....................................................................................................................

....................................................................................................................


Plesiran Tempo Doeloe Sahabat Museum,
17-18-19 May 2008

Menado Day-3 : Tondano-Makam Imam Bonjol-Patung Yesus-Klenteng

PS.
photo diambil dan dari kamera nya Rudy, Alice, Grace, uda Indra, Adep & Deedee. Sebenernya ada ribuan photo yang bagus2 lainnya, tapi pusing milih dan ngedit nya, jadinya ya cuma segini ajah...hihi




Photobucket

Photobucket

Photobucket

Blog Entry...1 hari 100 orang...Jun 11, '08 9:23 PM
for everyone

.....................................................................................................................................

.....................................................................................................................................

.....................................................................................................................................

.....................................................................................................................................

baru 1 hari dibuka pendaftaran
yang daftar sudah 100 orang
media TV yang mau meliput sudah 2 biji
gimana pas hari "H" nya yah ???

waduh,
kudu dandan yang cantik kali yah
secara mau tampil di depan rakyat dan di depan TV (lagi) :-P

waaaaaaaa....ngak penting banget deh loe dee !!!


 


PLESIRAN TEMPO DOELOE: Kelilingin Tembok Kota Jadul
Kumpul di Museum Bank Mandiri, diseberangnya Stasiun Kota
Minggu 15 Juni djam 07.30 di pagi hari
Rp. 75 ribu/orang, sudah termasuk:
(thee en koffie)
(makanan ketjil)
(makan siang nyam2)
(Tiket masuk ke dalem Museum Bahari)
(Tiket kelilingin isi Museum Bank Mandiri)
(Masuk ke dalem Goedang Bagian Timoer)
(diceritakan oleh Meneer Lilie Suratminto, ahlinja riwajat Batavia)
(Meneer Nico van Horn, toekang arsip KITLV, fresh from Holland)
(Meneer Andy Alexander, pemerhati peta djadoel Djakarta Lama)
(diboncengin ojeg sepeda, kagak perlu bawa sepeda sendiri ya)
(oh iya bayarnya ditransfer aja yah biar kita bisa booking
ojeg sepedanya dan biar si abangnya juga siapin tenaga)

Mulai PTD (Plesiran Tempo Doeloe) yang ke-60 ini, doeit soeda
dapet ditransfer ke laen-laen bank, seperti: Mandiri dan BNI 46
Jadi sekarang bisa transfer via 3 Bank: BCA-Mandiri- BNI 46
Toeloeng kassie kitaorang chabar kemana toean ataoe njonja
kirim itoe wang agar kitaorang nantinja tiada poesing toedjoe
koeliling diboeatnja tatkala toean dan njonja tiada bri tahoe
perkara ke bank mana wang roepiah itoe melajang-lajang :)

(tolong kirim email dulu sebelomnya, ntar dibales kok, untuk dapatkan
nomer urut keikutsertaan
, jangan langsung transfer yah, ntar kitanya
malah bingung karena dapetin itu uang kaget, bisa dikopi khan jek?!)
(anak ketjil, orang moeda dan orang toea, bayarnya sama yah, oke?)
(semua di-reken dengan satoe prijs/price iatoelah:Rp. 75.000/orang

(oh iya letak Museum Bank Mandiri ini: kalo naik busway, pas di halte
paling ujung, yaitu Halte Stasiun Kota, pas keluar dari haltenya
niiiiih, nyebrang ke kiri jalan aja, kalo ke kanan khan ke Stasiun
Jakarta Kota, pokoknya keliatan kok gedungnya yg gede banget, dan di
situ juga ada plang yang bertuliskan: Museum Bank Mandiri. dan kalo
pada mau bawa kendaraan, ada parkir mobil dan motor juga, baik yang
di depan maupun yang di dalem gedung, masuk ke belakang, banyak kok
parkirannya, ok?)

------------ --------- --------- --------- --------- --------- -

Pernah denger Tembok Kota Batavia? Pernah denger Jl.Pintu Besar?
Pernah denger J.P.Coen? atau pernahkah dengar tentang Batavia yang
disebut dengan Kota Tahi? Adduh kok jadi jorok gitu... emang gmana
kejadiannya dan dimana tempatnya? Nah daripada bingung, sehingga
jadi bengang-bengong dan planga-plongo kagak karuan, mendingan
ikutin aja acaranya SAHABAT MUSEUM yang okeh punya, yaitu program:

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Tembok Kota Batavia
Minggoe tanggal 15 boelan Juni tahon 2008
djam poekoel 07.30 sampe klaar djam 12an

Boeat dapet kasengan hati, bole dibilang plesir koeliling bilangan
Kota Tua Jakarta ada meroepaken saboaeh obat jang mandjoer plus
moestadjeb, dan djoega bole bikin badan mendjadi sihat sentausa.
Maka dari itoe, kitaorang aken adjak toean en njonja beserta
sobat-ande oentoek ikoetin programma jang ja-goed (yahud) poenja, ia
itoe koelilingin Kota Batavia (tjikal-bakal kota Djakarta), jang
diberdiriken oleh Gouverneur-Generaal J.P.Coen pada tahon 1619. Ini
kota doeloenja orang kerap seboet sebagi Djajakarta, namoen di hari
30 Mei 1619, pasoekan VOC kassie serangan itoe bilangan, sehingga
achirnja bole didoedoeki oleh olang walanda selama ratoesan tahoen,
jakni sedjak tahon 1619 hingga tahon 1942 tatkala Tentera Dai Nippon
masoep ka Noesantara.

Ini atjara jang saban saboelan sekali diadaken SAHABAT MUSEUM, boeat
ini tempo aken kassie tjerita perkara itoe Tembok Kota jang dibikin
oleh pedagang-pedagang VOC oentoek lindoengi diri dari pasoekan
perang Banten, Cheribon, Mataram, dan pasoekan laen-laennja.
Moengkin toean dan njonja sadikit bertanja perihal misih
adanja itoe tembok. Kitaorang aken kassie djaminan moetoe jang bikin
hati toean dan njonja goembirah, apalagi nantinja kitaorang bisa
bikin foto bareng opas-opas jang sedeng berdjaga-djaga di atas
Tembok Kota bagian Utara Batavia (oh iya ttg naek ke tembok ini,
kita kagak perlu manjat-manjat pake tali, tetapi ada tangganya
yang mengarah ke bagian jalan panjang di bagian atas Tembok Kota
yang kokoh ini)

Riwajat tentang orang-orang Belanda jang notabene pedagang ini, aken
ditjeritaken oleh Pak Lilie Suratminto, saorang doktor di bidang
batjain nisan-nisan Belanda (dduh apa sih istilahnya? yang pasti Pak
Lilie ini jago bahasa Belanda, kebetulan beliau juga seorang dosen
Sastra Belanda di UI). Lantas nantinja aken ada Pak Andy Alexander,
saorang pemerhati sedjarah dan dojan oprek-oprek peta djadoel, laloe
ditibanken ke peta sekarang, yah teknik super-impose gitu deh,
sehingga kita bisa dapet ketahui secara persis dimana letaknya
Kastil Batavia, Pertempuran VOC melawan Mataram, bahkan letak
persisnya rumah J.P.Coen !!! oh iya di tempat ini juga pernah terjadi
sebuah kisah cinta yang memilukan, sebab-sebab bitjaraän jang manis
jang kaloear dari montjong saorang lelaki, sahingga satoe gadis
misti terdjeblos dalem djoerang kasangsarahan. Yah, kisah ttg Sarah
Specx, jang di-straf (hukum) tjamboek kerana soeda bikin J.P.Coen
terbakar amarahnja tatkala katahoei itoe kisah asmara jang ada
betoel soeda terdjadi di roemahnja. Sang Gouverneur-Generaal Jan
Pieterszoon Coen achirnja lakoeken soewatoe tindakan jang kedjem,
djahat, soeka kaniaja (aniaya) orang dan kamoedian dirinja djadi
soesa dan sengsara, kitaorang nantinja aken kassie liet itoe
gambarnja J.P.Coen, soepaja toean en njonja bisa liet tampangnja,
ditanggoeng djadi panas hati bila lietin itoe gambar (hehehe sori
tentang kalimat belakang ini gue ambil dari iklan buku tentang orang
yang kejam, cuma di-copy paste aja, biar dramatis :p) Lantas djoega
ada Meneer Nico van Horn jang aken toeroet bertjerita tentang VOC,
tenang aja Pak Nico ini jago berbahasa Indonesia, Belanda apalagi
(yah iyalaaahhh!)

Djangan chawatier bila toean atawa njonja kaloe-kaloe mahoe kendarai
itoe kereta angin, kerna kitaorang soeda siapken toekang ojeg sepeda
jang dengen hati seneng aken kassie bontjeng, tetapi djikaloe toean
atawa njonja djoega kapengen menggendjot itoe sepeda, kitaorang
bersilaken, awas itoe fietsen ada sadikit berat, ati-ati djatoh,
katjoewali toean atawa njonja poenja badan jang keker dan betis jang
koewat oentoek gowes itoe sepeda (ddduh goweeees, Melisa banget!
kring-kring, gowes, gowes, kring-kring, gowes, gowes!)

Boeat para toean, berpakeanlah setjara netjis dan parlente, siapa
tahoe nantinja ketemoe dengen nona-nona manis mentjari lelaki,
haiiyaaaaah! Pendeknja orang nanti tiada menjesel ikoetin ini
programa, sabaliknja bisa djadi girang hati, kerna plesir koeliling
Kota Tua Jakarta. Djangan loepa bawa pajoeng, andoek ketjil ataoe
apalah, kali aja kegerahan. djikalaoe nanti pada temponja hoedjan
ada toeroen, kitaorang aken moelain ini plesiran precies sasoedanja
itoe hoedjan brenti. zo, plesiran tetep dilaksanaken zonder ampoen :)

Inget, koempoelnja di Museum Bank Mandiri jang pernahnja (letaknya)
di Jl. Pintu Besar Utara, atawa kerap diseboet Jl. Lapangan Station,
kerna locatienja precies diseberangnja station trein. Kitaorang
djoega aken tjeritaken perkara nama Pintu Besar, jang terambil dari
satoe pintoe jang besar bernama: Niuewpoort, jang diboeka saban hari
hingga djam poekoel 9 malem, jang didjaga oleh schutterij (pasoekan
milisie), poela ada jang bernama Pintoe Ketjil, jang sekarang
mendjadi nama bilangan jang loemajan kesohor di bilangan Djakarta
Kota. Kamoedian kitaorang aken kassie tjerita tentang pertempoeran
jang soeda betoel terdjadi pada tahon 1629, tatkala pasoekan VOC
soeda tiada poenja amoenisie boeat kassie bales itoe serangan
pasoekan Mataram jang beringas, lantas marika kassie lempar itoe
marika poenja kotoran kepada orang Java jang lagi semangatnja
mandjatin tembok koeboe pertahanan bernama Hollandia, sakoetika
kedengeran oempatan kasar dari moeloet orang Java jang treak: "O
Seytang orang Ollanda de bakkalay samma tay!". walah! Makanya Kota
Batavia, sempat disebut sebagai Kota Tahi pada masa penyerangan
Mataram ini. Nah dimana letak kubu Hollandia ini? Sabar, nanti Pak
Andy Alexander akan kasih liet lokasi itu benteng secara tepat, yang
sekarang telah menjadi pusat perdagangan yang rame di Glodok !

So, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri toean dan
njonjah sekalian sekarang djoega ke email: adep@cbn.net. id atawa
hoeboengi telefoon-tangan di nummer: 0818 94 96 82 (nomer urut
peserta akan diberikan setelah mendaftar, sehingga nantinya
ditransfer uang sesuai dengan nomer urut
) dapat ditransfer setelah
mendaftar, doeit bisa ditransfer ke Bank BCA: 2371425693 BCA cab
Pondok Indah atas nama ADE HARDIKA PURNAMA
toeloeng dikonfirmasikan
segera via sms ke 0818 94 96 82 atau via email yang seperti biasa,
discan aja, lalu kirim ke adep@cbn.net. id (doeit jang soeda
ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada orang
laen/teman)

Sekarang juga bisa ditransfer ke rekening MANDIRI:
101.000.44.34. 088: ADE HARDIKA PURNAMA


dan juga ke rekening BNI 46,
yaitu dgn no.rek: 0148445465 atas nama: ADE HARDIKA PURNAMA
(oh iya
kedua bank itu cabang Pondok Indah juga yah, yuk mari dikirim
segera, makasih yah, yah)

Tjara membajarnja/ transfer, misalnja: Mas Boy ada di nomer urut 18,
maka Mas Boy transfernja = Rp.75.018 (kalo di mesin ATM ketiknya
Rp.75018 <<<<< angka 18 di belakang mengacu ke nomer urut) djadi
ntar bajarnja boekan Rp.75.000 sadja, tetapi ditambah Rp.18 sebagi
nomer urut. okeh bener yah kayak gitu, trims. oh iya kalo soeda
mentransfer dan soeda pake no.urut, kabari yaaw!

Programma ini didoekoeng sepenoehnja oleh Museum Bank Mandiri Jl.
Lapangan Station No.1, Kota

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
Sahabat Museum
0818 94 96 82

------------ --------- --------- --------- --------- --------- -

Plesiran Tempo Doeloe: Tembok Kota Batavia 15 Juni 2008
07.30 - 08.00: Kumpul di Museum Bank Mandiri, Jakarta Kota
08.00 - 08.30: Penjelasan tentang Tembok Kota dan Batavia
08.30 - 09.00: Siap-siap naek Sepeda Onthel dari belakang MBM
09.00 - 09.30: Berangkat ke Museum Bahari, Tembok Kota Utara
09.30 - 10.00: Cerita Museum Bahari dan Gudang VOC dahoeloe
10.00 - 10.30: Foto-foto dari atas Tembok Utara Kota Batavia
10.30 - 11.00: Siap-siap berangkat ke Gudang Sisi Timur
11.00 - 11.30: Keliling seluruh sisi dari Gudang Sisi Timur
11.30 - 12.00: Kembali ke Museum Bank Mandiri
12.00 - 13.00: Makan Siang Abis-Abisan yeaah!

JANGAN PADA DAFTAR KE GUE YAK, DAFTAR KE ADEK GUE AJAH
adep@cbn.net.id

cheers,
deedee


Start:     Jun 15, '08 07:30a
End:     Jun 15, '08 11:00a

wah, sudah jadwalnya saya ngemsi lagi
tampil lagi di khalayak ramai
yuuukk


SAHABAT MUSEUM dengan hati seneng presenteren:
PLESIRAN TEMPO DOELOE: TEMBOK KOTA BATAVIA

Koelilingin Kota Tua Jakarta Naek Sepeda Onthel
diboncengin oleh abang ojeg sepeda (horeeee!)

Naek-naek ke Tembok Kota Kota Batavia nan jadul,
sembari diceritakan riwayatnya oleh sang ahli VOC,
yaitu Pak Lilie Suratminto, juga Pak Andy Alexander,
yang demen bikin peta super-impose, peta jadul yg
ditiban ke peta Jakarta kini, sehingga menghasilkan
suatu gambaran yang nyata tentang lokasi persisnya
rumah kediaman J.P.Coen, ujung-ujungnya Tembok
Kota Batavia, dan yg paling asyik lagi: lukisan Iacatra
(nama ini sih katanya, asal muasal dari nama: Jakarta)

Dengerin juga cerita tentang persaingan perusahaan
dagang VOC (Belanda) versus EIC (punya Inggris),
yang akhirnya "dimenangkan" oleh Belanda, lantas
Belanda dapat menguasai Nusantara ratusan tahun
lamanya. Atau juga mau denger penjelasan tentang
}penyerangan Tentara Mataram, lengkap dengan titik
lokasi pertempuran sengit yang terjadi di tahun 1628
dan 1629, yang mengakibatkan J.P.Coen meninggal (?)
(meninggal karena dibunuh atau penyakit kolera?). Nah,
nantikan penuturan dua jagoan pencerita kita, Pak Lilie
dan Pak Andy, juga gambaran kehidupan keluarga di
dalam kastil dengan baju Eropa-nya (waah oom.. iklim
tropis nih, gerah kalo pake baju parlente kayak disono)
serta dengerin juga penjelasan langsung dari si Meneer
Nico van Horn, yang diimport langsung dari Belanda :p

Minggu, 15 Juni
jam 07.30 pagi
Rp.75.000/orang
(tujuh puluh lima)

eiiitttsss.. . sekarang
udah bisa ditransfer
lewat Mandiri & BNI
juga lho (cihuuuyy!)

kalo pada mau
ngedaftar, hub:
adep@cbn.net. id

yuk mari, mari..

detailnya esok atau lusa dah

............................................................................................................

............................................................................................................

............................................................................................................

............................................................................................................

Prends !!

ini iseng-iseng aja pas pulang naek kereta semalem,
ketika semua penumpang terlelap, I lancar menulis:

Juni 2008
1 Juni 2008: Koeboeran Kapitein Souw Beng Kong Rp.50.000
8 Juni 2008: Kampong Tjina Glodok Rp.50.000
15 Juni 2008: Tembok Kota Batavia Rp.75.000
22 Juni 2008: Pulau Onrust Rp.250.000

Juli 2008
6 Juli 2008: Bang Pitoeng Rp.100.000
13 Juli 2008: Koeliling Djakarta Naek Sepur Rp.75.000
20 Juli 2008: Herman Willem Daendels Rp.50.000
27 Juli 2008: Liet Bintang di Tjikini Rp.50.000

Agustus 2008
1-2-3 Agustus 2008: Solo-Magelang- Jogja Rp.1.950.000
10 Agustus 2008: Depok Lama Rp.50.000
16 Agustus 2008: Rengasdengklok 16 Agustus 1945 Rp.250.000
28-31 Agustus 2008: Bencoolen-Palembang Rp.2.500.000

September 2008: LEBARAN
Oktober 2008: Dieng Plateau?
November 2008: Halmahera-Ternate- Tidore
Desember 2008: Kemana Yah? Ke Cepu Lagi?

inga, inga, ini cuma ancer-ancer ajah, gue suka aja dengan tantangan
bikin pitidi 3 bulan in a row, dan itupun kalo sanggup otak dan juga
tenaganya, terus tentang on-kost, ah itu cuma ancer-ancer aja, blom
pasti sekitaran segitu, boleh kan jika i berandai-andai hehehe, yah
sudh, kalo mau ngebahas atu per atu tripnya monggo, kalo ada yg mau
ngusulin rute laen silahkan, kalo mau dicuri idenya juga gapapa,
asalkan gue boleh ikutan acara lu yah, boleh yah, makasih yah :)

salam,
Adep
Sahabat Museum
adep@cbn.net.id


Blog Entry...bunaken, 4,60,1...May 12, '08 12:22 AM
for everyone

.............................................................................................................

.............................................................................................................

.............................................................................................................

.............................................................................................................

Plesiran Tempo Doeloe bersama Sahabat Museum
17-18-19 May 2008

jalan2, makan2, photo2, snorkling
tinggal 4 hari lagi
yang sudah daftar dan bayar sudah 60 orang peserta, 
sisa tinggal 1 bangku kosong

yang masih mau ikutan, silahkan daftar ke adep@cbn.net.id
Rp 3,8 juta, 3 hari, 2 malem..

for more detail, please see :

http://deedeecaniago.multiply.com/calendar/item/10098/Plesiran_Tempo_Doeloe_Manado-Bunaken-Tondano-Tomohon_17-18-19_Mei_2008

cheers,

deedee


Blog Entry...akhirnya...Apr 27, '08 10:16 AM
for everyone

 ...........................................................................................................

 

 ...........................................................................................................

 

...........................................................................................................

 

...........................................................................................................

 

 

akhirnya
setelah dua hari penuh memimpin rombongan 70 orang

jalan2 santai muter2 bandung dari subuh sampe subuh lagi

bertemu teman2 lama

berkenalan & menambah teman baru

panas, capek, kenyang, senang, bercanda tawa dan bergembira ria

akhirnya,

jam sembilan malam ini nyampe dirumah lagi

 

akhirnya, Jakarta,

aku kangen teman2ku

aku kangen keribetan kehidupanku

aku kangen kamar nyaman ku

 

akhirnya,

sudah waktunya untuk menyalakan dupa aroma terapi

matikan lampu

dan berkelana ke dunia lain

 

akhirnya

 

*Jakarta, 27 April 2008*

 

 

 

 

 

 

 

 


Start:     Apr 26, '08 9:00p
End:     Apr 27, '08


PLESIRAN TEMPO DOELOE ke Bandung
Kumpulnya di Parkir Timur Senayan yah
Sabtu 26 April 2008 jam 06.30 pagi hari

Rp.750 ribu/orang, sudah termasuk:

(makan pagi 1 kali)
(makan siang 2 kali)
(makan malam 1 kali)
(yap, total makan 4 kali)
(naik Bus AC Big Bird p.p)
(nginepnya di Hotel Mutiara)
(kaos PTD karya Van Dongen!)
(Kelilingin Observatorium Bosscha)
(Kelilingin Villa Isola, Bumi Siliwangi)
(Kelilingin Bandoeng di Tempo Doeloe)
(Kelilingin Museum Geologi yang keren)
(Kelilingin Museum Konferensi Asia Afrika)
(Maen Angklung di Saung Angklung Mang Udjo)
(Selama di Bandoeng akan diceritakan oleh ahlinya)
(Akan diterangkan riwayat Bandung pada masa purba)
(Juga dijelaskan tentang "Jalan Raya Pos sebenarnya")

(tentang on-kost, yah Rp.750.000 (toedjoe ratoes lima poeloe riboe
roepiah), kaloe-kaloe mahoe ikoet dari Bandoeng, bole sahadja, tapi
on-kostnja tetep jaah, katjoeali yey bawa mubil ndiri (gak ikut bus)
kepotong Rp.100.000 per persoon, djadinja Rp.650.000 per persoon,
lantas kalo tak ikut hotel potong Rp.150.000, jadi kalo kagak ngikut
bus (bus Big Bird yang Batmus gunakan dari Jakarta) dan gak ikut
menginep di hotel, maka silahkan transfer Rp.500.000 sadja, dan
itu udah termasuk kaos pitidi jang editie choesoes. hhhmm sorry
nih jek, sebenernja i djoega gak demen sama pitidi ketengan, ach
kayak beli rokok aja, sebatang-dua batang hehehe, tapi yah begini
adanya kalo pitidi yang kotanya terlalu deket sama ibukota hehehe)

(oh iyah, orang moeda, toea, bajarnja sama jah, kerna kitaorang
bikin ini plesiran boekan oentoek korting-kortingan, namoen jang
kitaorang kassie persembahkan adalah konsep yang prima, dengan
kemasan yang yuhuuu!)

------------------------------------------------------------------

Kaloe-kaloe kota Batavia di djemannja Gouverneur-Generaal J.P.Coen
(thn 1619 -1629) pernah poenja slogan jang beboenji: "Dispereet
Niet!" (atau bahasa gaulnya: "Jangan Desperado deh!" hihi), maka
kota Bandoeng poenja jang lebi yahud poenja, jakni begini: "Ga niet
dood voor dat je naar Parijs Van Java gaat" (atau kira-kira
artinya: "Lu jangan mokat dulu dah sebelom lu pegi ke Bandung!"
eh iye, mokat = mati yah, duh 80an bgt!)

Yah, kota Bandung memang moiiiiiiiii, sehingga banyak orang doeloe
yang percaya bahwa "Tuhan menciptakan Bandung sambil tersenyum".
Walah! gak salah tuh! yah kagak dong, tapi yah jangan liet yang
sekarang, yang makin semrawut akibat serangan plat B selama
weekend ! (maap yah warga Bandung, peace !). Okeh jadi gini nih,
kitaorang kasengsem banget oentoek plesiran naar Bandoeng di achir
boelan April. Kalo yey pengen ikoetan, sigra, lekas, daftarken diri
toean-njonja ke email: adep@... sekarang djoega !!! kerna
kitaorang aken bikin satoe programma jang tiada kadoeanja (pertjaja
deh) iaitoe:

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Bandoeng, Euy!
sedari hari Saptoe hingga hari Minggoe
tanggal 26 dan 27 April di tahoen 2008

Doeloe di saboeah krant (yah, ini menjadi koran di Bahasa Indonesia
deh!) ada gambar komik jang menampilkan moeka semrawoet saorang
lelaki, dan di bawahnja ada sadikit toelisan: Batavia, Soerabaia.
Sedangken di seblahnja ada gambar moeka tjerah, terang poela
bertjahja (bercahaya), jang menggambarkan saorang meneer djalan kaki
sembari moekanja tersenjoem bahagia en tampak sehat wa'alfiat jang
ametlah berbeda dengen gambar di seblah kirinja. Yaah itoe komik
kassie tjontoh bahoea tatkala jij di Bandoeng, maka jij aken
senantiasa goembirah. Hati gelisah, goenda-goelana, tiada
moentjoel :)

Tapi itu duluuuuuuu...
Kalo sekarang ?!!#$%

Tenang aja, Bandung masih menyisakan berbagai macam keindahan dan
keunikan yang tetap bikin kitaorang berdoejoen-doejoen toeroen ka
selatan naek auto via Cipularang! Apalagi djikaloe toean en njonja
jang boediman ikoetin program-nja SAHABAT MUSEUM, jang soesoenan
atjara bikin hati ini tergoda, kerna kitaorang soeda settingin itoe
atjara bagoes betoel! Nih dengerin aja nih, begitu sampe Bandung
(kira-kira jam 10 pagi) kita langsung ke Museum Geologi, yang akan
dipandu oleh ahlinya: Pak Budi Brahmantyo :) Pak Budi ini adalah
seorang geolog ITB yang bersama team-nya menemukan situs Goa
Pawon di sekitar barat kota Bandung, di tahun 1999. Diaorang juga
menemukan fossil atau kerangka Manusia Pawon yang masih utuh, dan
tertimbun di tanah selama lebih dari 1000 tahun lamanya *gleg!*
pokoknya seru deh ceritanya Pak Budi ini nantinya.

Oh iya di dalem Museum Geologi ini, kitaorang akan semakin paham
akan Indonesia, tentang Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Pulau
Kalimantan, Pulau Sulawesi, Pulau Ambon, Pulau Papua, dan pulau-
pulau lain di seluruh Nusantara. Juga akan diterangkan tentang
mengapa Pulau Sumatera rawan gempa, trus Pulau Kalimantan aman-aman
aja dan stabil, lantas kenapa Pulau Sulawesi berbentuk huruf K.
hhhmmm sangat informatif nih museum! eeitts jangan lupa disini juga
banyak kerangka dinosaurus dan manusia purba taun jebot.

Lantas sebelum makan siang, Pak Budi akan mempresentasikan mengenai
terjadinya kota Bandung, yang doeloenja masih merupakan danau purba,
dan jg lu olang akan dikasih liet bagemana caranya danau itu
terbentuk. Berawal dari letusan gunung di sekitar kawasan
ini, lalu air mengenangi cekungan kosong, dan selanjutnya, dengerin
penjelasan langsung aja deh dari Pak Budi, karena diaorang aken
jelasinnya pake power-point lengkap dengan suara gunung meletusnya,
mledug !!! aarrrg menarik sekali presentasi si bapak yg atu ini!

Abis itu ke berger (bergerak maksudnye) ke Observatorium Bosscha.
Ada sebuah teropong yang gede di puncak bukit Lembang, dibangun pada
awal tahun 1920an oleh Meneer Karel Albert Rudolf Bosscha
(dibacanya: Bossya). Teropong bintang ini didirikan atas pesan ayah
si Karel pada tahun 1902, yang diucapkan selagi sarapan di Nederland
atau Negeri Belanda. Ini bangunan kerap disebut sebagai:
Sterrenwacth, yang artinya Peneropong Bintang, tapi mamang di
sekitar sini lebih suka mengucapkanya menjadi: Sterwah, maklumlah
lidah lokal!

Ntar deh kitaorang ceritain riwayatnya gedung ini, lengkap dengan
caranya mengimpor dari Eropa sono, bisa dibayangin kan gimana
caranya bawa teropong bintang seberat 30 ton ini dari Batavia ke
Bandung pada tahun 1920an, dengan spoor dari Tandjong Priok ke
Lembang.

Klaar koeliling Teropong Bintang Observatorium Bosscha, kitaorang
lanjutin perjalanan turun ke Villa Isola, kalo mau liet seperti apa
luarnya, liet aja nih di multiply-nya Maya Hadi, di-klik aja:
www.mayahadi.multiply.com, dan nantinya kitaorang puterin film yang
ada gambar villa ini dari dalem, dan tentu nontonnya di dalem gedung
ini nantinya, tidak lupa kita akan naek sampe atasnya, wuiih ke
atapnya bok! sambil lietin kota Bandung menjelang sunset (emang
masih keliatan yakh?) tentang ini masih tentatip yah <<< pake p kan
sunda pisan, euy! hihi) waktu kunjungan doeloe di tahun 2005 silam,
kitaorang boleh sih naek ke atas-atasnya, nah mudah-mudahan untuk
kali ini dibolehin lagi yah... plis, plis, plis *tersenyum* acik,
acik, acik.

Baik, selama di Bandung, kitaorang akan ditemenin oleh Pak Her
Suganda. Beliau adalah penulis buku yang berjudul: "Jendela
Bandung". Ini buku sungguh menarik, karena menceritakan riwayat
Bandung dari doeloe hingga sekarang, yah sampai fenomena Factory
Outlet yang bikin Bandung jadi penuh sesak! dan katanya gelombang
eksodus warga Jakarta berdoejoen-doejoen menyerbu Bandung terjadi
mula-mula pada tahun 1997, tatkala Indonesia dilanda krismon, banyak
orang yg mencari barang kualitas bagus dengan harga miring (ach, gue
yakin lu semua ngalamin juga dah :)

Sasoedanja poewas (pake w, biar kedengeran puwas banget), malemnya
kita mengaso sembari liet pertunjukan angklung yang dibawakan oleh
bocah-bocah cilik, dan udah gitu kitapun bisa ikutan jg lho, yah
maenin angklungnya beramai-ramai, kapan lagi tuh maen angklung
bareng secara massal !

Abis itu kita berger lagi ke Hotel Mutiara di Jl. Kebon Kawung,
berbintang tiga. Ini hotel letaknya di deket Stasiun Spoor Bandung,
tetapi troesa chawatier, kerna kitaorang tiada denger kegadoehan
jang timboel kerna spoor atawa trein liwat. Nah mumpung masih
ngomongin kereta api, mungkin bisa disimak sebuah percakapan di
tahun 1926 tentang obrolan wong londo sama inlander yang sungguh
bikin hati tersenyum simpul, seperti pertanyaan si bule, begini
bunyinya: Here coolie, take my luggage, diterjemahkan ke Bahasa
Melayu menjadi: Sini coolie angkat barang (dduh!) trus ada lagi, pas
mau check in di hotel, si londo bertanya: Where is the manager? eh
malah terjemahannya: Mana toean? (dduh gak nyambung gitu sih!), dan
ada atu lagi nih: Boy, take my luggage to no.50, five pieces.
diterjemahin menjadi: Djonges (atau djongos), angkat barang
di kamar 50, ada lima potong. Oh iya djongos itu berasal dari kata
jongen yah, atau young boy, kalo perempuan disebutnya: Baboe
(halaaah, kacau nih Belanda!). ada satu lagi nih, kalo minta
morning call, maka si londo akan berkata: Wake me up tomorrow at 6
o'clock, yang di buku itu diterjemahin menjadi: Kassi bangoen bessok
pagi poekoel anam betoel (duh kenapa pake betul?) (Terima kasih
kepada Toean Sjouke Rijper jang soeda kassie saia ini boekoe boelan
Februari silam, itu buku berjudul "Come to Java" sebuah buku panduan
keliling Jawa di tahun 1920an, kalo sekarang mungkin semacam
buku "Lonely Planet" kalii yeee, pokoknya nih buku bagus betul dan
informatif euy!)

Esoknya (Minggu, 27 April), kitaorang jam 8 pagi berger, keliling
Bandoeng Tempo Doeloe bersama Pak Her Suganda, sampe jam 12, makan
siang, lantas keliling Museum Konferensi Asia Afrika, nontonin film
Bandoeng di awal abad ke-20, Hotel Savoy Homann -deket gedung museum-
masih kayak rumah biasa, juga nantinya kitaorang bersama-sama
pakein ini kaos bergambar hotel ini karya Peter Van Dongen !!!
(liet deh contohnya di lampiran email di bawah ini). Kelilingin
Museum Konferensi Asia Afrika, menyimak perjuangan diplomatik bangsa
Indonesia. Itupun terjadi (perundingan diplomatik) sebelum
kedaulatan Republik Indonesia diakui pada tanggal 27 Desember 1949.
Ach, mungkinkah nantinya kita akan bikin serangkaian plesiran
tentang perundingan, yang dimulai dari Runtuhnya Hindia-Belanda di
Lapangan Udara Kalidjati pada tahun 1942, lalu peristiwa diculiknya
Bung Karno & Bung Hatta ke sebuah rumah di Rengasdengklok (eh ini
bukannya perundingan yah, tapi penculikan), kemudian perjanjian-
perjanjian diplomatik antara Republik Indonesia dan Kerajaan
Belanda, Perundingan Renville, Roem-Royen, lantas Linggardjati di
tahun 1946, hingga Konferensi Meja Bundar di Den Haag (wah nanti
kita PTD ke Belanda, cciiiihhuuyy.. siapa hendak turut? hayyooo
angkat tangan!)

Abis itu giliran Pak Djoko Marihandono presentasi pas di achir
plesiran di Bandung, Pak Djoko adalah seorang yang meriset tentang
Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels. Pak Djoko akan menjelaskan
tentang siapa Daendels, kenapa ia dikirim ke Jawa, apakah Daendels
orang yang kejam, apa hubungannya dengan Napoleon, Perang Eropa,
Inggris, jajahan Perancis. Dan bisa dibilang Daendels ini: "Belanda
bukan, Perancis juga bukan" :( trus kisah yang paling fenomenal dari
Daendels ini adalah: Jalan Raya Pos (atau De Groote Postweg). Pak
Djoko akan menceritakan versi lain dari yang lain, yang selama ini
beredar, jika kita selama ini mengetahui kisah sepak terjang
Daendels kayak begini-begitu, di tangan Pak Djoko kisah Daendels
adalah begono-begicu (dduh apa sih maksud gue?), pokoknya sangat
berbeda deh, yang selama ini kita ketahui Jalan Raya Pos adalah
dimulai dari Anyer (Banten), dan berakhir di Panarukan (Jawa Timur),
hhhm jadi mulai dari mana nih yang Jalan Raya Pos versi Pak Djoko?
udah gitu yah, yang katanya pengerjaannya dengan sistem kerja paksa,
kata Pak Djoko itu sebenarnya bukan kerja paksa atau kerja rodi,
melainkan DIBAYAR! berupa garam dan beras... ach sungguh
cerita baru bagi kitaorang, udah gitu Pak Djoko juga akan
menjelaskan tentang Cadas Pangeran (yang ada monumennya sekarang,
kalo kita mau ke Sumedang, yang ada patung Pangeran Kornel
bersalaman dengan Daendels ini, pake tangan kiri, jek! gile gak
gitu? udah gitu tangan kanan si pangeran megang keris, choy!)
wah ntar dengerin aja deh kisahnya langsung dari mulut Pak Djoko,
apakah semua itu benar atau hanyalah khayalan belaka, nah lebih baek
toean-njonja ikutan pitidi (PTD = Plesiran Tempo Doeloe) ini deh,
okeh jek?

So, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri toean dan
njonjah sekalian sekarang djoega ke email: adep@... atawa
hoeboengi telefoon-tangan di nummer: 0818 94 96 82 (nomer urut
peserta akan diberikan setelah mendaftar, sehingga nantinya transfer
uang sesuai dengan nomer urut) dapat ditransfer setelah mendaftar,
doeit bisa ditransfer ke Bank BCA: 2371425693 BCA cab Pondok Indah
atas nama ADE HARDIKA PURNAMA toeloeng dikonfirmasikan via email
atawa sms ke 0818 94 96 82 atau difax ke (021) 7696273 sesudahnya
transfer berhasil dilakukan. (doeit jang soeda ditransfer tida dapet
dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada orang laen/teman)

tjara membajarnja/transfer, misalnja: Mas Boy ada di nomer urut 18,
maka Mas Boy transfernja = Rp.750.018 (kalo di mesin ATM ketiknya
Rp.750018 <<<<< angka 18 di belakang mengacu ke no.urut) djadi ntar
bajarnja boekan Rp.750.000 sadja, tetapi ditambah Rp.18 sebagi nomer
urut. okeh bener yah kayak gitu, trims. oh iya kalo soeda
mentransfer dan soeda pake no.urut, kabari yaaaw!

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
adep@cbn.net.id
0818 94 96 82

-----------------------------------------------------------------

Saptoe 26 April 2008
06:00 – 07:00 Kumpul di Parkir Timur Senayan
07:00 – 10:00 Berangkat ke Bandung, Euy!
10:00 – 11:00 Keliling Museum Geologi
11:00 – 12:00 Cerita ttg Bandung Purba
(oleh Pak Budi Brahmantyo, dosen ITB)
12:00 - 13:00 Makan Siang di Bandung
13:00 – 14:30 Berangkat ke Observatorium Bosscha
(ditemenin oleh Pak Her Suganda seharian penuh)
14:30 – 15:00 Jalan Kaki ke atas dari bawah
15:00 – 16:00 Keliling Observatorium Bosscha
16:00 – 16:30 Jalan Kaki ke bawah dari atas
16:30 – 17:00 Berangkat ke Villa Isola
17:00 – 18:00 Keliling Villa Isola
18:00 – 19:00 Berangkat ke Hotel Mutiara
19:00 – 19:30 Istirahat di Hotel Mutiara
19:30 – 20:00 Berangkat ke Saung Angklung Mang Udjo
20:00 - 20:30 Makan Malam di Saung Angklung Mang Udjo
20:30 – 22:00 Show Performance dan Maen Angklung, bok!
22:00 – 22:30 Kembali ke Hotel Mutiara
22:30 – 23:00 Siap-siap Pintong Bandung
23:00 – 24:00 Pintong Keliling Bandung

Minggoe 27 April 2008
06:00 – 08:00 Sarapan di Hotel Mutiara
08:00 – 11:00 Keliling Bandoeng Tempo Doeloe
(ditemenin oleh Pak Her Suganda seharian penuh)
11:00 – 12:00 Berangkat Makan Siang di Bandung
12:00 - 13:00 Makan Siang di Bandung
13:00 - 14:00 Keliling Museum Konferensi Asia Afrika
14:00 – 15:00 Cerita ttg Jalan Raya Pos (De Groote Postweg)
(oleh Pak Djoko Marihandono, Dosen Sastra Perancis UI)
15:00 – 16:00 Berangkat ke pusat kota, oleh-oleh!
16:00 – 17:00 Belanja oleh-oleh khas Bandung, Euy!
17:00 – 20:00 Berangkat ke Jakarta, dan good bye!


Blog Entry...BatMus...Apr 21, '08 8:40 PM
for everyone

...............................................................................................................

...............................................................................................................

...............................................................................................................

...............................................................................................................

yes I had enuff rest already
it's been months since I last be
a moderator, PR, 
MC, and volunteer at Sahabat Museum

here comes the new spirit, new energy
it's time to rock the ancient once again

bandung I'm coming !!!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dear BatMusers,
 
Setelah sekian lama beristirahat dari dunia per-BatMus-an, maka dengan energy & semangat baru, izinkan lah saya kembali menyapa BatMusers semuanya
 
Pertama2, atas nama moderator saya ingin mengucapkan selamat datang kepada para newcomer yang baru saja bergabung kedalam milis sahabat museum ini. 

Bagi yang baru bergabung, silahkan baca mengenai sekilas Sahabat Museum dibawah ini 
 
LATAR BELAKANG
 
SAHABATMUSEUM adalah komunitas anak muda yang peduli dan mempunyai minat yang sama mengenai peninggalan sejarah, heritage dan budaya nusantara. Komunitas SAHABAT MUSEUM ini dimulai ketika pelopor SAHABAT MUSEUM (yang kemudian menjadi ketua SAHABAT MUSEUM) tertarik untuk mengikuti perjalanan pertama program Wisata Kampung Tua yang diselenggarakan oleh Museum Sejarah Jakarta pada bulan Juli 2002. Setelah mengikuti perjalanan tersebut, ia mempunyai ide, minat & tujuan untuk membantu museum dalam membenahi acara yang dianggap sangat menarik dan berpotensi untuk dipublikasikan untuk menjadi edutainment kepada masyarakat umum. Untuk itu, ia menghubungi beberapa rekannya yang berpikiran sama, dan sepakat untuk membentuk suatu komunitas pecinta sejarah yang mengajukan konsep education & entertainment dengan nama SAHABAT MUSEUM.
 

TUJUAN

Tujuan dibentuknya komunitas SAHABAT MUSEUM adalah untuk berbagi informasi
mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan sejarah, seni dan budaya, baik mengenai Indonesia pada umumnya, maupun Jakarta pada khususnya. SAHABAT MUSEUM juga memberikan informasi dan mengadakan kunjungan – kunjungan ke museum museum,lokasi lokasi dan bangunan bangunan yang mempunyai nilai sejarah yang sangat menarik untuk dikunjungi.
 

VISI dan MISI

Visi SAHABAT MUSEUM adalah untuk memberikan pendidikan sekaligus entertainment (edutainment) kepada berbagai kalangan dengan cara tersendiri. Dengan berbekal pengetahuan yang matang mengenai sejarah Jakarta, pengalaman serta jiwa entertain yang penuh semangat, SAHABAT MUSEUM telah membuktikan kesuksesannya dalam merangkul masyarakat awam untuk tertarik terjun dan berpartisipasi dalam kegiatan SAHABAT MUSEUM .
 
Misi yang ingin dicapai oleh SAHABAT MUSEUM adalah untuk mensosialisasikan semua itu dan mewujudkan cita-cita untuk dapat menjadikan Jakarta sebagai kota sejarah yang dikenal dunia internasional.
 
 
Moderator
 
Bagi kalian yang baru saja bergabung, milis ini dibantu oleh 4 moderators
(deedee caniago, ninta sebayang, mayasari taufik dan galuh fajar). Hingga saat
ini, pada tanggal 22 April 2008, anggota milis sahabat museum sudah mencapai
3549 orang.
 
 
Plesiran Tempo Doeloe
 
Acara tetap bulanan kami adalah acara Plesiran Tempo Doeloe, biasa disingkat
dengan PTD (atau PiTiDi kalo yang ngomong cinta laura), yaitu jalan-jalan ke
tempat bersejarah santai atau mengunjungi beberapa lokasi sejarah. 
 
PTD terbagi dalam 2 jenis, PTD dalam kota dan PTD luar kota . PTD dalam kota
biasanya diadakan sebulan sekali, yang jatuh pada hari minggu diakhir bulannya
(catet yaaa), sedangkan untuk PTD dalam kota biasanya sesuai dengan jadwal yang sudah dilemparkan ke milis sebelumnya.
 
Semua anggota BatMus atau bukan bisa mengikuti acara dan kegiatan BatMus
asalakan sehat jasmani & rohani, dan mengikuti ketentuan & peraturan yang
berlaku.
 
Untuk mengikuti acara PTD, calon peserta bisa melihat pengumuman atau informasi acara yang biasanya di posting di milis beberapa minggu sebelum acara, kemudian mendaftarkan diri dengan mengirimkan email ke
adep@cbn.net.id BUKAN ke milis BatMus. Dan setelah mendapatkan konfirmasi keikutsertaan & nomor urut, calon peserta akan diminta untuk mentransfer biaya keikutsertaan acara.
 
Biaya keikutsertaan PTD dalam kota sebesar Rp 30,000/orang, sudah mencakup tiket masuk ke lokasi2 sejarah atau bangunan2 tua, informasi yang diberikan oleh nara sumber, snack ringan khas BatMus (roti buaya) & kadang2 ada tambahan tontonan film sejarah, diskusi atau bedah buku, keceriaan dan syukur2 bisa masuk koran/majalah/TV karena BatMus sering sekali diliput oleh media di setiap
acaranya ;-)
 
cara keikutsertaan PTD luar kota hampir sama, hanya saja biaya PTD luar kota
berbeda setiap kotanya, tergantung lokasi tujuannya, biaya transportasi, akomodasi, makanan, dll dsb, dan biasanya calon peserta PTD luar kota akan
sebelumnya akan diminta untuk transfer down payment (DP) beberapa minggu dimuka.
 
 
Peraturan Mailing List Sahabat Museum
 
Bagi yang belum tahu (juga bagi yang sudah tahu, sekedar mengingatkan kembali), silahkan lihat kembali peraturan milis Batmus di yahoogroups, yang intinya bahwasemua postingan dipersilahkan / diperbolehkan selama masih berhubungan dengan sejarah, budaya, tempo doeloe, heritage & bangunan2 tua, juga topik2 yang berhubungan dengan kegiatan Sahabat Museum seperti Plesiran Tempo Doeloe, PinTong atau Pindah Tongkrongan.
 
Mohon maaf dikarenakan kesibukan masing2 moderators, kami semua tidak akan mampu untuk menyapa newcomers maupun menjawab pertanyaaan2 yang diajukan di milis satu persatu. Untuk itu kami mohon agar teman2 yang mempunyai informasi mengenai hal2 yang berhubungan dengan sejarah, heritage, bangunan2 atau lokasi2 tua, tempo doeloe, juga bagi yang bisa menjawab pertanyaan yang diajukan di milis, diharapkan bisa membantu membagikan infonya kepada teman2 anggota milis sahabat museum lainnya.
 
Mohon di ingat bahwa anggota member terdiri dari berbagai macam latar belakang, & usia, sehingga dimohon agar anggota bisa menggunakan bahasa yang sopan, simple & bisa dimengerti oleh mayoritas anggota. Hindari postingan yang Out of Topic (OOT), hindari jawaban2 „one liner” dan jawaban2 yang tidak berhubungan dengan topik2 diatas.
 
 
Sekilas singkatan2 yang sering digunakan di milis BatMus
 
1.BatMus = Sahabat Museum
2.PTD = Plesiran Tempo Doeloe = acara jalan2 ke tempat bersejarah bulanan BatMus
3.PinTong = Pindah Tongkrongan = acara kumpul2 anak2 BatMus yang berpindah2 dari satu tempat ke tempat lain dalam satu harinya. Bisa nonton bareng (film
sejarah/dokumenter/atau film 21 yang terkini), photo2 bareng, ngafe & ngupi
bareng, makan2 bareng, karaoke bareng,dll dsb.
 
 
Friendster & Multiply
 
Untuk melihat ”wajah2” teman2 anggota BatMus lainnya, silahkan add kami di :
Friendster :
bang_adep@yahoo.com
Multiply : http://sahabatmuseum.multiply.com
 
 
Sekian sekilas informasi mengenai sahabat museum. Apabila masih ada yang perlu
ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui jalur pribadi (japri).
 
Sekali lagi saya ucapkan :
selamat datang, selamat bergabung, happy posting & enjoy your stay
 
Salam,
Deedee Caniago


Guys,
bagi yang udah nungguin catatan perjalanan acara Plesiran Tempo Doeloe Sahabat Museum ke Ambon Banda Neira 16-22 November 2007 (yang ditulis oleh bokap gue loohh, cieeehh), silahkan menikmati, kali2 aja suatu hari nanti kalian akan berkunjung kesana, so at least udah tau sedikit banyak nya mengenai Ambon - banda Neira dari catatan ini. Enjoy...

PENGANTAR

Suatu hari dibulan Maret 2006 tatkala itu kami para Batmus yang berjumlah 90orang tengah pengadakan PTD ke Makassar dan Tana Toraja. Beberapa pentolan Batmus mengadakan diskusi yang pada waktu itu kami anggap sebagai bahan obrolan ringan dan nyaris tidak serius. Adep sebagai komandan Batmus melempar ide untuk mengadakan PTD yang waktu itu dianggap impossible, yaitu mengadakan PTD ke beberapa kawasan yang mempunyai potensi sejarah di daerah remote, Indonesia Timur antara lain ke Ambon/Banda Neira, Ternate/Tidore/ Morotai, bahkan Papua. Kami melamunkan sebagai PTD impian karena kami belum mempunyai data-data yang lengkap tentang tempat-tempat bersejarah yang menarik, membayangkan kendala-kendala yang mungkin akan dihadapi seperti moda transportasi yang akan dipakai, baik darat, laut dan udara, juga akomodasi hotel, makanan serta berbagai
kendala teknis lainnya.. 

Adep berpikir PTD impian ini harus diwujudkan menjadi kenyataan. Diputuskanlah Adep bersama dengan beberapa anggota Batmus lainnya Irma, Wahyudi, Ella melakukan survey pendahuluan ke Ambon dan Banda Neira sealama 1 minggu di penghujung bulan Desember 2006. Hasilnya tidak tanggung-tanggung. Mereka membawa banyak oleh-oleh berupa foto-foto, video shooting, brosur-brosur, peta-peta serta beberapa informasi dari tangan pertama para nara sumber di Ambon dan Bandaneira.

Mewujudkan impian tersebut maka dimulailah perjalanan panjang untuk mempersiapkan PTD yang kami anggap penuh tantangan ini. Panitia pra acara yang terdiri dari Saya, Ibu Wisda dan Adep sibuk menjajaki akomodasi mulai dari meneliti maskapai dan jadwal penerbangan ke Ambon dan jadwal kapal Pelni dari Ambon ke Banda Neira pp, tiket pesawat, tiket Pelni, akomodasi hotel, transpot darat, restoran. Kami dalam kurun waktu hampir 6 bulan bolak balik ke kantor Lion Air di Jl. Sangaji, kantor pusat Pelni di Jalan Gajah Mada serta kantor perwakilan Pelni di Kemayoran. Demikian pula kami terus berkomunikasi dengan Pak Des Alwi, Mbak Tania, Dede di Banda, Mbak Alida Bahaweres, Ibu Ima dari Dinas Pariwisata Propinsi Maluku. Panitia benar-benar mendapat bantuan dan dukungan yang sangat berharga dari beliau tersebut.

AMBON BANDA NEIRA – Day 1
Jum'at 16 November 2007

Di markas Batmus didaerah Lebak Bulus panitia sibuk melakukan persiapan akhir. 60 orang Batmus yang ikut sebagai peserta. Tiket pesawat Lion Air, Tiket Pelni sudah kami kantongi, nametag dan spanduk telah disiapkan, hotel di Ambon dan Banda Neira sudah dibooking jauh hari sebelumnya. Malamnya Ninta salah satu panitialainnya datang dan menginap di markas dan ikut sibuk membantu persiapan akhir. Jam 03.00 subuh teng panitia sudah bergerak ke Airport Sukarno-Hatta. Di Airport sudah menunggu beberapa peserta antara lain mbak Tiwi, Galuh, Ibu Regia dan Myrna. Kemudian muncul serombongan peserta secara bersamaan yang merupakan peserta PTD luar kota pertama kali. Ada mbak Anna, Nadia, Yosi,
Novi, Vita, Ani dan Desi. Kemudian muncul mbak Ade Yulida, mbak Prim, ibu Djuliah serta mbak Sri, Indie dan ibu Nuraini, Ida, Iye, Evi, Nia, Nadrah, ibu Irma Tobing, Tina, Shinta, Dini Cepu, Diana, Endah, Elena dan Maria yang kesemuanya merupakan pengikut setia PTD sebelumnya. Seterusnya beberapa peserta lainnya muncul antara lain ibu Tungki Rusmin Nuryadin, ibu Rose Lintong, ibu Soeharti Susilo, ibu Mariah Woworuntu serta ibu Soerini Soedjarwo (semua istri mantan menteri dan pejabat di masa kejayaan soeharto), nah yang ini dikawal oleh bung Sandec Sahetapy, nyong Ambon manise dengan postur tubuhnya yang besar dan sangat mirip dengan Shaquille O'Neal dari NBA. Berkulit hitam, tinggi, rambut cepak, pakai tatoo dilengan, kalung besar dan anting. Kesan pertamanya seram banget. Belakangan diketahui Sandec ini berhati lembut dan banyak guyon. Muncul kemudian mas Gunawan, mbak Ingky, mbak Indra, mbak Anny, mas Wisjnu, mbak Meta, mas Erie Supit, Wiwit, Yunita Wulan dan mbak Ria Basuki, yang terakhir ini bawaannya rame. Menyusul yang datang belakangan ibu Grace, juga mbak Prima dan mas Adel Setiawan yang keduanya kru ANTV, kemudian ada Ivan Mangunsong, Moh. Afdol, mas Yudhi si guru Yoga. Terakhir yang muncul adalah Moh Reza alias Rere dari majalah Tempo. Di Ambon pada waktu yang hampir bersamaan bergabung mas Sjamsu Rahardja dan si bule Betsy yang berangkat dari Jakarta dengan
pesawat Batavia.

Pesawat Lion Air Buing 737 seri 400 yang kami tumpangi berangkat pukul 05.45 pagi, 15 menit agak molor dari jadwal. Penerbangan selama 3 jam dan 15 menit dari Jakarta menuju Ambon non-stop terasa sangat nyaman, tidak ada goncangan yang berarti. Terima kasih Lion Air. Para peserta duduk dengan tertib dan selama penerbangan ini tidak ada keberisikan diantara mereka. Mungkin karena sebagian besar dari peserta belum saling kenal atau sudah dibekali dengan minum jamu jaga sikap yang dibagikan oleh mbak Tiwi sebelum berangkat. Pukul 11.00 Wib pesawat mendarat dengan mulus di airport Pattimura yang dulunya bernama LAHA. Di airport sudah menunggu ibu Ima dan Jenni Da Costa yang centil dari Dinas Pariwisata dengan 3 bus (2 untuk penumpang, 1 untuk koper) dan 1 Xenia. Perjalanan ke Ambon dari airport ditempuh lebih kurang 45 menit menyusuri teluk Ambon yang amboi cantiknya dan sangat mempesona. Langsung makan siang di New Ratu Gurih. Selesai makan siang kami tidak langsung ke hotel akan tetapi langsung tancap ke
Museum Siwalima.

Museum Siwalima

Museum ini terletak di Jalan Dr. Malaiholo, taman Makmur daerah pantai Ambon. Memasuki komplek Museum dari arah selatan rombongan dihadang oleh tumbangnya pohon besar yang menutupi seluruh badan jalan. "Fear Factor" pertama yang kami hadapi. Pohon besar dengan dahan dan ranting-rantingnya menghalangi kami. Namun dengan menunduk, melompati dan bahkan dengan saling pegang para Batmuser berhasil juga sampai di depan museum. Namun sayangnya museum yang kami kunjungi dalam keadaan terkunci tanpa ada seorangpun petugasnya. Jenny sang pemandu mengarahkam kami untuk berbalik arah ke sisi lain untuk dapat masuk ke museum. Untunglah bapak-bapak dari Museum Siwalima masih menunggu kami. Museum ini sarat dengan koleksi budaya Maluku yang mengagumkan. Kami diajak melihat-lihat benda-benda peninggalan sejarah, rumah adat dan pakaian adat, koleksi kerajinan serta ragam kain yang berasal tidak hanya dari kapas tetapi juga dari serat sagu, kulit pohon melinjo, kulit pohon cidaku dan kulit pohon merong. Dapat disaksikan pula alat penyulingan tradisional untuk membuat minyak kayu putih. Dari museum ini kami menikmati panorama yang sangat indah sekitar kota Ambon. Perjalanan kemudian dilanjutkan menyusuri pantai Ambon dan berhenti sebentar di pantai Hollywood (yes, di ambo nada pantai Hollywood nya). Puas berfoto ria plesiran dilanjutkan ke Pintu Kota.

Pintu Kota

Pintu kota sebenarnya merupakan suatu karang dipantai yang membentuk gapura diatas permukaan air. Terletak didesa Airlow dan desa Sri, pada waktu air pasang nyaris gapura ini tertutup air dan kemudian akan terbuka kembali bila pasang surut. Jangan mengharapkan dibalik pintu kota akan menemui kota Ambon akan tetapi hanya laut lepas. Dengan menuruni tangga para Batmuser sampai dipantai.
Sebagian Batmuser, terutama para banci foto Ninta, Evi, Prima, Adel,
Mirna, Endah, Indie , Rere dan lainnya langsung mendekat ke pintu kota dan mereka umumnya berhasil mengabadikan pemandangan pintu kota yang disore hari tersebut sangat mempesona dengan warna coklat kemerahan.

Sekitar magrib kami sampai di hotel Ambon Manise, disambut dengan welcome drink, suasana diantara peserta mulai sedikit mencair. Istirahat sebentar, mandi, sholat, tepat pukul 19.30 kami menuju restoran Semarang untuk menikmati makan malam dengan menu sate dan soto ayam yang nyam-nyam. Kembali ke hotel langsung semua peserta pada tepar, maklum berangkat dari Jakarta sejak pukul 03.00 subuh. Pintong (pindah tongkrongan sebagai menu wajib Batmus bila PTD ke daerah) yang tadinya dirancang untuk mencari pisang goreng yang terkenal itu terpaksa batal.

AMBON BANDA NEIRA – Day 2
Sabtu 17 November 2007

Sarapan pagi di resto Ambon Manise, semua peserta sudah rapi jali, dengan busana santai, dilengkapi dengan peralatan perang mereka (Camera, tripod dsb). Bus sudah menunggu kami dan tepat pukul 08.00 rombongan mulai bergerak. Pertama kali kami menuju Commenwealth War Cemetery.

Commenwealth War Cemetery

Lokasi ini merupakan komplek pemakaman lebih dari 2000 ex tentara Sekutu berkebangsaan Australia yang gugur di Ambon dan Maluku dalam pertempuran dengan balatentara Jepang pada waktu PD II yang lalu. Komplek pemakaman ini ditata sangat rapi, bersih, dibawah rindangnya pepohonan yang sangat besar dan tinggi. Dibangun dan didanai oleh pemerintah Australia untuk menghormati para
pahlawannya, terletak di daerah Tantui dan sangat dipelihara dengan baik. Tidak hanya serdadu Australia yang dimakamkan di tempat ini tapi merupakan gabungan pemakaman tentara Sekutu, karena disamping tentara Australia, juga ada dari Inggris, India, Canada, Belanda, Selandia Baru. Penataan makam sangat rapi, dengan pengelompokkan berdasarkan agama dan kepercayaan masing-masing tentara. Ada yang Kristen, Muslim dan Hindu. Ini terbaca dari batu nisan tiap makam, Misalnya terbaca kata Muhammad dengan huruf Arab. Persis ditengah komplek pemakaman terdapat monumen dan tugu salib yang dikanan kirinya merupakan area pemakaman tentara Inggeris dan Sekutu.

Puas berfoto kami mengalami "fear factor" kedua. Selagi para peserta asyik berpose dalam acara foto bersama dibawah pohon beringin besar yang sejuk, tiba-tiba datang angin yang sebenarnya tidak terlalu kencang. Namun cukup bagi para ulat bulu kecil-kecil untuk terjun payung yang menimpa sebagian dari kami. Dasar ibu-ibu dan para batmuswati, peristiwa ini sangat menggegerkan. Adep, Saya kebagian mendarat di tengkuk. Yang paling parah ibu Tungki yang kegatalan seluruh tubuh sehingga Ibu Rose dan Ninta bergerilya pada esok paginya mencari Johnson Baby Powder untuk menbantu mengurangi rasa gatal ibu Tungki. Melihat banyak juga para batmuser lain yang kebagian fear factor ini, Tiwi segera mengeluarkan cream pencegah gatal yang kebetulan telah dipersiapkan sejak dari Jakarta besertra obat-obtan lainnya. Terima kasih mbak Tiwi.

Kami mendapatkan tambahan dua mobil Kijang yang disumbangkan oleh rekannya Sandec di Ambon sehingga para Oma (demikian kami memanggil para peserta yang sudah berumur diatas 70 an) dipindahkan ke mobil Kijang tersebut dan membuat mereka agak lebih nyaman. Tujuan kami selanjutnya adalah Patung Christina Martha Tiahahu

Patung Christina Martha Tiahahu

Patung ini berdiri persis didepan rumah Wakil Gubernur Maluku. Lokasinya di Karang Panjang . Patung ini merupakan perwujudan seorang gadis yang dikenal sebagai Mutiara dari Nusalaut. Pada saat kami berkunjung, sedang ada renovasi untuk lebih mempercatik lingkungan sekitarnya. Terletak di ketinggian, pemandangan kota Ambon dibawahnya sangat indah dengan teluk Ambon yang juga mempesona. Menurut catatan sejarah, Christina ikut berjuang sejak masa remajanya bersama sang ayah Kapitan Paulus Tiahahu menentang penjajahan Belanda. Berjuang dalam setiap pertempuran melawan Belanda dengan ikat kepala merah di pulau Nusalaut dan pulau Saparua. Dalam suatu pertempuran sengit di Saparua, Belanda berhasil menangkap sang ayah Kapitan Paulus dan dihukum gantung. Christina tak ayal ditangkap pula dan diasingkan ke pulau Jawa dimana beliau meninggal pada usia yang sangat muda (17 tahun).

Dari lokasi patung Christina rombongan sedianya akan menmgunjungi benteng Victoria yang letaknya persis ditengah kota Ambon. Namun kami tidak dapat masuk karena tidak mendapatkan izin dari Kodam Pattimura yang menempati benteng tersebut sebagai markas Kodam. Kami meneruskan perjalanan ke Tugu Pattimura.

Patung Pattimura

Tugu Pattimura, terletak disudut lapangan Merdeka didepan kantor Gubernur Maluku. Kapten Pattimura dengan nama asli Thomas Matulessy adalah seorang putera dari desa Haria di pulau Saparua yang memberontak melawan Belanda pada tahun 1817. Tugu ini dibangun ditempat dimana ia dulunya dieksekusi. Patung Pattimura saat Batmus mengunjunginya juga sedang dalam renovasi sehingga kami hanya menikmati dari luar pagarnya saja. Sayang sekali. Sebagai seorang pahlawan, Pattimura memiliki sifat kesatria. Pattimura pula yang kemudian mengkoordinir raja-raja dan Patih dalam kegiatan memimpin masyarakat, menyediakan pendidikan untuk rakyat, dan tak lupa membangun benteng-benteng pertahanan untuk melawan Belanda. Dia juga menggalang kerja sama dengan banyak kerajaan disekitar Maluku termasuk kerajaan Ternate, Tidore, dan raja-raja Bali serta beberapa kerajaan di Jawa. Sempat beberapa kali mengalami kemenangan waktu bertempur melawan Belanda sehingga Belanda merobah taktik perang dengan taktik adu domba, tipu muslihat sehingga akhirnya Pattimura ditangkap dan digantung. Didekat lokasi patung Pattimura ini terletak benteng Victoria yang mempunyai nilai sejarah penting. Hanya sayang kami tidak dapat izin untuk melihat dari dekat benteng tersebut.

Setelah makan siang di restoran Dedes, rombongan kembali ke hotel sekitar pukul 13.30 WIT untuk berkemas menuju pelabuhan Yos Sudarso. Sebelumnya saya, Bu Wisda dan bu Ima menyelesaikan reconfirmasi tiket pulang dan sekalian city check in ke kantor perwakilan Lion Air. Menurut jadwal semula kapal Pelni Ciremai akan sampai dipebuhan Ambon pukul 14.00 dan akan berlayar ke Banda pukul
16.00. Namun berita yang kami terima dari administratur pelabuhan, kapal tersebut baru akan merapat pukul 20.00 dan berlayar lagi pukul 22.00.

Kapal Pelni Ciremai

Pukul 14.30 disore hari Sabtu 17 Nov 2007 rombongan check out dari hotel Ambon Manise. Kami memutuskan langsung saja ke pelabuhan Yos Sudarso yang jaraknya hanya sekitar 15 menit perjalanan dengan bus dari hotel. Kami dapati pintu masuk kelas 1 di terminal pelabuhan masih terkunci, mungkin karena kapal masih lama berlabuhnya, kami semua hanya bergerombol di depan pintu masuk terminal tersebut. Beberapa anggota Batmus dibawah koordinasi bung Sandec yang tentu saja para Oma, berinisiatif untuk berputar-putar ke beberapa toko souvenir. Kesempatan ini pula yang digunakan oleh beberapa anggota Batmus lainnya dibawah koordinasi Mas Gunawan yang jumlahnya memenuhi 1 bus yang masih setia menunggu kami. Dirombongan ini terlihat Shinta, Ingky, Ria, Ibu Anne, Ibu Irma, Afdol, Rere, mas Erie, mas Wisjnu, Anny, Iye, mbak Indra dan siapa lagi ya. Pokoknya penuh 1 bus. Setelah dapat izin dari bu Wisda dan Ninta dengan janji akankembali pukul 17.00, mereka tancap gas meninggalkan pelabuhan. Ternyata kemudian diketahui mereka dengan 2 rombongan tadi tidak hanya mutar-mutar cari belanjaan terutama mutiara dan pernik-pernik oleh-oleh Ambon, mereka nekat ke pantai Natsepa menikmati lezatnya rujak dan pisang goreng pantai Natsepa yang terkenal tersebut. Dasar tukang makan. Nanti sampai Jakarta beratnya nambah 3 kilo lho. Sekitar pukul 17.00 pintu terminal dibuka, ruangannya cukup luas dengan Ac yang lumayan dingin, para anggota Batmus yang tersisa cukup duduk-duduk, ngobrol, foto-foto. Terlihat Tiwi dipijat kepalanya oleh Nadrah dan diplototin oleh
Galuh.

Seorang berpakaian preman, masih muda dan mengaku petugas Intel mencurigai kami. Pasalnya penampilan Batmus terasa lain, rapi, necis, norak, educated dan semua menenteng camera. Beliau bertanya siapa pimpinan rombongan. Setelah menunjuk ibu Wisda sang intel menanyakan siapa kami, tujuan, dan pertanyaan standar lainnya. Jadilah bu Wisda ngoceh bahwa kami ini adalah komunitas anak muda pencinta sejarah yang bermaksud akan menikmati perjalanan ke Banda
Neira dst,dst. Ternyata kawan kita ini berasal dari Batak dengan marga Sembiring. Akhirnya dikenalin dengan Ninta yang Sebayang. Akrablah mereka, ngobrol ngalor ngidul. Adegan berakhir damai. Penantian yang sangat lama dan membosankan. Ani dan Yosi masih sibuk foto-foto. Kami pasrah, mau apa lagi.

Dari kejauhan diteluk Ambon sekitar pukul 18.00 kapal Ciremai yang kami tunggu tunggu muncul. Suasana pelabuhan bak pasar malam. Yang datang, yang pergi, para penjemput dan pengantar, para pedagang dadakan berbaur menjadi satu dengan hiruk pikuk dan lalu lalangnya para porter yang mengangkut barang para penumpang. Kapal ini berukuran besar, spesial untuk angkutan penumpang dengan kapasitas angkut lebih dari 2000 penumpang., Berlayar dari Jakarta dengan rute Jakarta-Surabaya- Makassar- Bau-Bau-Ambon- Banda-Tual-Sorong dan kembali dengan rute yang sama. Panitia telah mempersiapkan tiket kapal ini dari Jakarta jauh hari sebelumnya dengan perjuangan dan waktu yang panjang dan melelahkan. Bolak-balik ke perwakilan Pelni di daerah Kemayoran, ke kantor pusatnya di Jalan Gajah Mada. Ketemu para pimpinan Pelni, kami juga mempersiapkan surat permohonan untuk mendapat tiket kelas 1 dan tentu saja permintaan diskon untuk rombongan. Negosiasi berjalan alot. Hal ini disebabkan karena menurut pihak Pelni, kami seyogianya membeli tiket di Ambon. Kalau kami membeli di Jakarta berarti mengambil jatah penumpang dari Indonesia Timur. Pada akhirnya kami berhasil juga mendapatkan tiket kelas 1 sebanyak 10 kamar dengan isi 2 orang sekamar dan 10 tiket kelas 2 dengan isi 4 orang sekamar.

Pukul 22.00 tepat kapal mulai bergerak meninggalkan Ambon. Berlayar selama 7 jam, pukul 05.00 pagi di hari Minggu 18 Nop 2007, kapal merapat di dermaga Banda. Woow senangnya, kami sekarang sudah di Banda Neira. Impian kami jadi kenyataan. Di atas kapal para Batmus yang pada umumnya baru pertama kalinya seumur hidup naik kapal besar, langsung tidur dan sebagian lagi anggota yang muda-muda naik ke cafe, makan-minum sambil mendengarkan musik karaoke dengan lagu-lagu Maluku masa kini yang bernada riang dan gembira. Kami para penumpang kelas 1 dan kelas dua yang sedianya mendapat jatah makan malam ternyata tidak kebagian karena keterlambatan tibanya kapal di Ambon. Di café para Batmus menyantap menu khas. apalagi kalau bukan Mie Gelas, namun mereka sangat menikmati karena makan sambil berlayar.

AMBON BANDA NEIRA – Day 3
Minggu 18 November 2007

Pukul 05.00 pagi kapal merapat ke dermaga Banda. Hotel Maulana tempat kami menginap hanya berjarak 100 meter dari dermaga. Sebuah hotel yang mempesona karena berlokasi dibibir laut dan menghadap ke pulau gunung Api dengan teluk Banda yang sangat tenang. Kami disambut oleh Mas Dede dan pak Fauzan yang menyediakan sarapan nasi Kuning komplit ala Banda yang rasanya sungguh lezat dan gorengan singkong dan pisang yang anget. Hampir semua kamar hotel dipenuhi para Batmus. Hotel yang dimiliki Bapak Des Alwi, sesepuh masyarakat Banda dan merupakan anak angkat Bung Hatta dan Bung Sjahrir ini, banyak dikunjungi oleh pelancong dari Belanda, Amerika, Inggeris. Pernah diinapi oleh Putri Diana, Sarah Ferguson, Mick Jagger dan banyak selebriti dunia lainnya, kali ini diinapi oleh para selebriti dari Batmus.

Kepulauan Banda sebenarnya tidak asing lagi terutama bagi mereka yang memiliki hobi diving dan snorkling. Disamping taman laut yang sangat indah, Banda juga memiliki wisata darat yang tak kalah menakjubkan. terutama tempat-tempat sejarah. Berbagai bangunan tua peninggalan penjajahan Belanda dan Portugis masih terawat dengan baik.

Menjusuri jalanan di Banda Neira, seolah-olah kita kembali dibawa ke awal tahun 1900-an.. Jalanan di Banda relatif sempit dan sepi dari lalu lalang kendaraan roda 4. Sempitnya jalanan kota yang lebarnya hanya 4 meter ditambah teduhnya pepohonan besar di beberapa bagian jalan membuat kota kecil yang asri diawal abad XX masih terasa. Lokasi kunjungan kami dihari pertama di Banda adalah pulau Lonthoir.

Pulau Lonthoir

Dengan menggunakan kostum seragam yang dirancang dan dipersiapkan secara khusus oleh juragan Batmus, para peserta siap-siap mengadakan plesiran pertama. Kami menuju pulau Lonthoir. 3 buah boat terbuka sudah disiapkan oleh pihak hotel dengan kapasitas 20 orang setiap boatnya dan dipandu oleh apak Abdurahman Ali. Mirip manusia perahu Vietnam para Batmus dengan antusiasnya berlayar sekitar 45 menit ke pulau Lonthoir diselingi ombak laut yang sedikit tinggi sehingga para penumpang serasa dipermainkan ombak.

Udara pagi yang mulai panas tapi diiringi angin yang cukup kencang menerpa kami dan tidak membuat kami takut, malah sangat menikmati. Para Oma yang kami agak kuatirkan karena berusia cukup lanjut, selama pelayaran yang spektakuler ini juga sangat menikmatinya. Ini terlihat dari semangat dan wajah-wajah ceriah mereka.

Merapat di dermaga kecil pulau Lonthoir yang juga biasa disebut pulau Banda Besar kami mengalami "Fear Factor" ke 3. Dermaga yang agak tinggi dari boat kami yang merapat memerlukan perjuangan untuk dapat naik ke darmaga, dimana dua orang peserta yang sudah naik terlebih dahulu menjulurkan tangan untuk menarik tangan peserta yang akan naik. Kalau terpeleset bisa jatuh ke laut. Pulau Lonthoir ini adalah pulau yang dipenuhi oleh tumbuhan pohon pala. Penduduknya sangat ramah. Rombongan mendapat tantangan pertama dengan menaiki tangga sebanyak 360 anak tangga yang bersih dan rapih menuju sebuah benteng kuno yaitu benteng Hollandia yang dibangun pada tahun 1724. Benteng ini menghadap ketempat kediaman Gubernur Jenderal VOC di Neira. Dari lokasi benteng ini dapat disaksikan pemandangan yang indah ke selat Jonnegat dan benteng Belgica yang terletak di ketinggian dibukit Tabaleku di pulau Neira.

Tidak jauh dari benteng Hollandia rombongan Batmus mengunjungi satu lokasi kuburan kuno yang masih terawat baik yaitu kuburan nona Lantzius. Nona Lantzius adalah anak dari perkenier yang bernama Lantzius, dilahirkan di Neira pada tanggal 26 April 1847. Dari prasasti disamping kuburnya tertulis dengan bahasa Belanda yang terjemahannya adalah bahwa nona tsb dilahirkan 26 April 1847 dan meninggal 29 Juni 1887 di Gravenhage Belanda. Kuburannya di Belanda dibongkar kembali dan dibawa ke Lonthoir dimana dia dilahirkan dan dibesarkan.

Rombongan Batmus kemudian mengunjungi Perigi Keramat. Perigi ini dianggap keramat oleh penduduk kepulauan Banda. Terletak diatas bukit kira-kira 90 meter diatas permukaan laut dan kedalaman periginya 7 meter. Setelah menuruni setengah jumlah anak tangga dari benteng Hollandia, belok ke kiri rombongan sampai diperigi keramat ini. Uniknya perigi yang berumur ratusan tahun ini mengeluarkan mata air bersih yang bisa langsung diminum tanpa dimasak. Pada waktu-waktu tertentu diadakan upacara adat untuk mencuci perigi ini.

Terakhir perigi dicuci pada tahun 1989. Upacara cuci perigi ini adalah untuk mempe