Deedee's posts with tag: jalan2nggakjelas
................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... Belitung Day-3 Nggak terasa, hari ini adalah hari terakhir kami di Pulau Belitung. Nggak rela rasanya untuk meninggalkan pulau yang indah ini. But time flies and we have to get going, maka saya pun mandi dan sebelum sarapan, saya menyempatkan diri untuk photo2 di sekitar hotel sampe puas, lalu sarapan yang sama dengan teman2 rombongan saya.   Tak lupa saya berphoto2 di depan hotel dan main ayunan sambil menunggu teman2 lainnya siap untuk berangkat ke pulau berikutnya, tapi maap, saya lupa nama pulau ini, yang jelas, pulau ini tak kalah cantiknya dengan pulau2 dan pantai2 yang sudah kami kunjungi sebelumnya.   Tapi kami tidak bisa berlama2 disini karena kami harus segera berangkat menuju ke Pelabuhan Tanjung Pandan untuk melihat2 pelabuhan dan ber photo2 di dermaga nya.  Puas photo2 disni, kami pun berangkat menuju pasar ikan untuk membeli terasi dan ikan asin khas Belitung, lalu pindah ke pusat kota untuk membeli oleh2 kerupuk khas Belitung.  Puas beli oleh2, kami makan siang di restaurant Padang (dasar padang, ngak bisa liburan tanpa makan di restaurant Padang, hihi), dan setelah kenyang, kami pun bersiap2 berangkat untuk menuju bandara H.AS Hanandjoeddin, Tanjung Pandan. Kami check in pada pukul 15.30, dan disini kami semua berpamitan dengan bapak Kusumah yang telah menemani kami selama 3 hari ini. Ternyata, pesawat Sriwijaya delay setengah jam, sehingga waktu yang luang saya pergunakan untuk ngobrol2 dengan teman2 seperjalanan, sambil merencanakan acara reuni dan tukeran photo nantinya, maka saya pun mengumpulkan email address semua orang yang ikut trip ini. Nggak lama kemudian pesawatnya tiba, kami semua boarding dan duduk di pesawat dengan manis. Kali ini lama perjalanan sesuai dengan jadwal, 45 menit di udara, and the landing process was smooth and easy.  Setelah antri bagasi, saya berpamitan dengan teman2 seperjalanan dan pulang kerumah dengan hati senang karena udah bisa berlibur dan menikmati indahnya alam Belitung, tambah lagi pengalaman dan perjalanan saya mengelilingi Indonesia, juga tambah teman2 baru, plus berat badan tambah aja looohh…tapi yang paling okeh, kulit saya jadi hitam exotic yang sexy. Tapi ketika sampe dirumah dan mandi, baru terasa betapa perihnya kulit saya karena 3 hari berjemur di pantai, sehingga hari Senin ke esokkan harinya saya pergunakan untuk pijat dirumah sambil luluran dan merawat kulit supaya kulit putihku yang sudah jadi hitam legam terbakar matahari ini cepat balik lagi ke normal. Anyhow, ko kalo kalian ada rencana ke Belitung, silahkan klik ke website nya Mas Rustam Effendie di : http://www.belitungisland.com/jan2008/index.php?bahasa=id&id_dest=18 atau hubungi Bapak Kusumah, Tour Organizer, Person in charge in Belitung, Phone: +62 819 567 1357 Well it was one of the greatest fun-loving trips with great bunch of people and great tour leader, and can not wait for my next trip, Ujung Kulon on the 8-9-10 August 2008. Terima kasih udah membaca catatan perjalanan Belitung ini dan sampai jumpa di trip berikutnya !!! Cheers, deedee Photo2 Belitung Day-3 bisa dilihat di : http://deedeecaniago.multiply.com/photos/album/213/Belitung_Day-3_Lor-In-Tanjung_Binga-Pelabuhan_Tanjung_Pandan_back_to_Jak...
............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ Belitung Day-2
Jam 07.00 pagi saya males2an bangun, mandi dan sarapan di restaurant Lor In, dengan menu nasi goreng dicampur mie goreng dan roti dengan berbagai macam selai, serta tambahan extra omelet. Yeap, heavy breakfast indeed. (now you know why I gained weight, uh Don ???) Pulau Burung Kenyang sarapan, jam 09.00 pagi kami semua berangkat menuju lokasi kunjungan pertama, pulau Burung. Pulau Burung sama indah nya dengan Tanjung Tinggi dan Tanjung Kelayang yang kami kunjungi kemarin. Pantai nya bersih, indah, pasirnya putih, dan airnya biru jernih. Karena nggak tahan untuk tidak berendam di air, saya dan Ninta main air dan photo2 narsis tentunya, sementara yang lain juga sibuk menjelejah pulau sambil photo2.
 Pantai ini merupakan salah satu pantai favorite saya karena langitnya begitu biru cerah dengan awan2 tebal. Puas photo2 dan main air, saya ganti aluan ke mancing ikan, dan kembali photo2 dong ah
 kami semua beranjak meninggalkan pulau ini untuk menuju pulau berikutnya, pulau Lengkuas dimana disini terdapat sebuah Mercusuar kuno yang sudah berumur ratusan tahun. Sekilas adalah catatan kecil mengenai pulau Lengkuas yang diambil dari website www.belitungisland.com
Pulau Lengkuas
Lengkuas adalah pulau kecil, terletak di arah Utara desa Tanjung Binga. Luas totalnya kurang dari satu hektar. Di seputar pulau ada banyak pulau batu-batu granit yang bisa dicapai hanya dengan berjalan kaki melintasi laut yang dangkal dengan kedalaman kurang dari 1.2m. Struktur batu-batu granitnya juga unik dan berbeda dengan tempat-tempat lain dengan kombinasi pantai yang berpasir putih dan pepohonan. Air lautnya benar-benar jernih, anda bisa dengan jelas melihat ke dasar laut termasuk ikan-ikan yang berenang didalamnya. Ini adalah tempat yang menyenangkan untuk bermain di air laut atau snorkling.
Mahkota dari pulau Lengkuas sebenarnya adalah sebuah Mercusuar tua, dibangun oleh Belanda sejak tahun 1882. Kami tidak memiliki informasi tentang tinggi dari bagunan ini, perkiraan kami kurang lebih sama dengan bangunan 12 lantai. Kurang lebih 50m. Setiap pengunjung bisa dengan bebas naik menuju puncak Mercusuar. Ini akan sedikit sulit karena memerlukan tenaga ekstra, tapi jangan khawatir tindakan anda tidak akan sia-sia. Pemandangan dari puncak Mercusuar Lengkuas begitu indah untuk hanya diceritakan. Benar-benar indah, 360 derajat keliling pulau dan sekitarnya. Jika anda naik kesana, jangan lupa membawa kamera, biarkan karya foto anda menceritakan keindahannya.

Hanya ada 3 orang yang tinggal di Lengkuas. Mereka adalah operator dari Mercusuar. Mereka sangat ramah kepada setiap pengunjung. Perlu diketahui, persediaan air sangat terbatas di pulau ini, meskipun ada tersedia toilet darurat, mohon gunakan air secara bijaksana. Tempat ini terasa sangat releks, angin yang bertiup terasa segar sekali, anda bisa berjemur dan beristirahat di atas pasir putih yang mengelilingi pulau di bawah lindungan pohon-pohon kelapa.
Lengkuas bisa dicapai dengan menyewa perahu dari Tanjung Binga. Harga sewa kira-kira Rp 350 ribu untuk sekali perjalanan yang biasanya menghabiskan waktu setengah hari. Lama perjalanan dari pantai di Belitung ke Lengkuas hanya kira-kira 30-45 menit. Perahu sewaan tersebut bisa membawa 30-40 orang dan ini adalah perahu nelayan yang biasanya digunakan untuk mencari ikan pada malam hari. Perahu ini cukup unik, dimana terdapat rangka di kedua sisi perahu yang membuat perahu ini menjadi stabil meskipun berlayar di ombak yang cukup besar. Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi Lengkuas adalah bulan Maret - November. Selama masa ini ombak laut cendrung lebih tenang, sehingga anda bisa menikmati perjalanan dengan perahu, snorkling dan berenang di perairan yang jernih seperti terlihat dari foto-fotonya. Selama masa Desember - Januari, ombak mungkin lebih besar dari biasanya, dan kadangkala hujan sepanjang hari.
Diantara pulau Lengkuas dan pelabuhan nelayan di tanjung Binga terdapat pulau yang lain yang dinamakan pulau Burung. Dalam perjalanan ke Lengkuas anda akan melewati pulau ini. Pulau ini sedikit lebih besar daripada Lengkuas, dengan pasir putih di sisi Selatan dan bebatuan granit di sisi Utara. Pengunjung biasanya berhenti sejenak di pulau Burung dalam perjalanan pulang dari Lengkuas ke Tanjung Binga. Objek paling menarik dari pulau Burung adalah batu granit yang berbentuk seperti burung yang terdapat di pantai pulau tersebut, karena itu pula mungkin pulau ini dinamakan pulau Burung.
Kami menghabiskan waktu yang sangat lama untuk bersantai2 disini. Sebagian teman berenang, sebagian snorkeling, dan sebagian lagi naik ke Mercusuar tersebut sambil memotret keindahan alam yang sangat indah yang diambil dari puncak bangunan Mercusuar.
FYI, biarpun di website nya dibilang bahwa di pulau ini ada toilet, but actually the toilets are not working alias toiletnya tidak bisa dipakai, sehingga apabila kita harus ke toilet "when the nature calls", orang2 yang tinggal di pulau tersebut cuma menyarankan agar kita melakukan nya di laut atau dipinggir laut .. hihi (what else's new uh ?)
Beberapa jam kemudian, kegiatan kami stop sebentar karena kami harus makan siang. Makan siangnya enak dan gurih. Satu ayam bakar, satu ayam gulai, sambel goreng ati ampela, telur gudeg, sayur dan sambal. Makanan box ini termasuk mewah dan fancy untuk ukuran trip jalan2 ke pulau terpencil. Disini saya juga sempet minta dimasakin mie rebus karena bawaan nya laper melulu, hihi.
 Selesai makan kami kembali melakukan aktifitas di laut, yaitu berenang, snorkeling, mendayung dengan menggunakan perahu karet dan selebihnya photo2, tidur2an sampe tidur beneran selama ber jam2 hingga nggak terasa kulit udah tambah jadi item keling banget dot com. Sekitar jam 16.00 sore, kami dikasih snack kue2 enak dan bersiap2 untuk pindah ke pulau berikutnya, Pulau Tanjung Binga untuk menantikan sunset.
Tanjung Binga
Tanjung Binga sebenarnya adalah sebuah desa 22km di Utara Tanjungpandan dan 8km di sisi Barat Tanjung Tinggi. Ini adalah desa dengan sebagian besar penduduk berprofesi sebagai nelayan.
Jika anda menyukai ikan bakar, datanglah ke Tanjung Binga di pagi hari kira-kira jam 07.00. Ini adalah waktu dimana para nelayan kembali dari melaut. Anda bisa memilih ikan yang anda suka untuk kemudian dibakar jika anda sudah tiba di penginapan nanti. Mengapa anda harus melakukannya ? Percayalah, rasa ikannya benar-benar nikmat dan segar karena ikan yang baru saja ditangkap dari dasar laut rasanya berbeda dengan ikan yang sudah disimpan berjam-jam di dalam lemari es.
Tapi rombongan kami ke Tanjung Binga bukan untuk hunting fish, tapi untuk memotret alias hunting sunset, akan tetapi, sayang sekali cuaca kembali agak mendung sehingga matahari terbenam yang kami tunggu2 tidak kunjung tiba, tetapi kami cukup puas hanya dengan ber photo2 menjelang langit menjadi gelap. Dan ketka hari sudah benar2 gelap, kami kembali ke hotel untuk mandi, dan selesai mandi kami semua berangkat menuju hotel Berahu untuk makan malam.
Bukit Berahu
Bukit Berahu adalah sebuah resort dan juga restoran, terletak dipuncak bukit menghadap laut lepas. Pemkitangannya indah sekali, juga pantainya, dengan pasir putih bersih meskipun batu-batu di sini tidak sebanyak dan sebesar di Tanjung Tinggi. Restoran menyediakan makanan ala restoran-restoran seperti di kota besar (seperti di Jakarta). Dari restoran kita bisa menyaksikan pemandangan laut lepas.
Makan malam lagi2 dengan menu sea food yang berlimpah, ditambah dengan bakso ikan yang hangat mengepul sehingga kami makan dengan lahap, dan ketika perut sudah kenyang, kami kembali ke hotel untuk ber istirahat.  Photo2 Belitung Day-2 bisa dilihat di : http://deedeecaniago.multiply.com/photos/album/212/Belitung_Day_2_Pulau_Burung_Pulau_Lengkuas-Mecusuar_Tanjung_Binga to be continued to Belitung day-3
............................................................................................................................ ............................................................................................................................ ............................................................................................................................ ............................................................................................................................ Intro : Saya mulai mengenal kata BELITUNG setelah membaca buku Andrea Hirata yang fenomena, Laskar Pelangi tahun lalu, tapi nggak pernah merasa tertarik untuk mengenal kota tersebut, apalagi untuk berkunjung, karena cerita nya Andrea tersebut bagi saya sebagian merupakan true story, and the other half is his fantasy or imagination. Pun ketika beberapa temen udah ngajakin kesana, saya belum tertarik untuk menjelajah Belitung. Tapi suatu ketika, saya yang emang sering traveling ini lagi suntuk dan bosan mendadak ingin melakukan single trip alias melakukan perjalanan sendiri, cuma pada saat itu saya belum menentukan tujuan perjalanan karena saya sendiri masih memilih tempat di Indonesia yang belum penah saya kunjungi. Kemudian ketika lagi iseng browsing2 internet dan baca2 milis, mendadak saya menbaca sebuah postingan seorang teman yang bernama Reny di suatu milis backpacker mengenai ajakan jalan bareng belitung. Di postingan nya itu dia memberikan link ke website belitung sehingga secara otomatis saya menggerakkan kursor dan meng-klik link tersebut and voila! I was impressed... The view is awesome ! Mungkin karena mas Rustam Effendi, tour advisor dan yang punya licence website tersebut sekaligus yang meng-organize tour belitung itu juga merupakan seorang photographer, maka photo2 yang ada di pulau Belitung dibuat sedemikian rupa, sehingga orang yang melihatnya pasti akan terpesona. But it works, karena gara2 melihat photo2 tersebut, saya langsung membulatkan tekat untuk ke Belitung sendirian, atau bergabung dengan group yang saya tidak kenal. I don’t care that much, yang penting saya harus mengunjungi Belitung! Tau2nya, Ninta,seorang teman baik yang lagi suntuk kerja keras and needs a break ngajakin ke KL and Singapore, tapi saya paling malas berkunjung ke tempat yang sama secara ber-ulang2, karena prinsip saya, one visit on each destination should be enough, unless the place is really worth to be re-visited. Secara karena kemaren2 baru dari Malaysia and Singapore, saya ngajak Ninta ke Belitung dan saya kasih link nya, dan sama seperti saya, dia langsung terpesona dengan pemandangan alam nya dan langsung ikut mendaftarkan diri untuk ikut. Paket yang ditawarkan Belitung.dot.com juga sangat menarik (baca : murah). Untuk ukuran perjalanan 3 hari 2 malam harga tersebut udah termasuk tour, nginep di hotel berbintang yang bagus, AC, bersih dan mengesankan (sea view), dengan transportasi kijang AC, makan di cover dari pagi sampe malem dengan porsi yang berlimpah dan rasa masakan yang enak cuma membayar Rp 1,095,000 aja looohh (itu karena pesertanya mencapai 10 orang yah, the more the merrier, dan makin banyak orang makin murah harganya)!!! Tambahan nya adalah tiket pesawat yang bisa di booking sendiri, Jakarta-Tanjung Pandan sekitar Rp 800,000 – Rp 1,000,000. Tapi sayangnya karena kemarin lagi liburan anak sekolah, sehingga tiket saya termasuk harga tiket high season, dan harga nya kena lebih mahal dari biasanya, naik Sriwijaya Air, yaitu sekitar Rp. 1,200,000 an Lautan Mas Sebelum berangkat, saya dan Ninta sibuk muter2 ke kota mencari toko Lautan Mas yang terletak di daerah toko Tiga, daerah Glodok-Kota, karena kami mau beli alat2 perlengkapan snorkeling. Tampak dari luar, toko Lautan Mas sangat tidak menarik tampilan nya. Di depan nya merupakan gudang berantakan yang penuh dengan barang2 yang sudah di pack dan siap dikirim keluar kota/luar negri, tempatnya kumuh dan berdebu. Pintu masuknya saja hampir tak terlihat. Tapi ketika kami masuk ke toko nya, suasanya lebih mendingan, besar, bersih dan ber AC. Pheeeww. Lantai satu merupakan surga buat para pemancing, karena di lantai satu ini mereka menjual segala macam alat2 memancing beserta aksesorisnya. Lalu kami berdua naik ke lantai dua tempat dimana mereka menjual alat2 diving dan snorkeling. Kenapa harus ke Lautan mas ??? Karena tempat ini merupakan tempat yang banyak di rekomendasikan oleh orang2 di milis2, mereka punya stock merk & ukuran yang lumayan banyak & bervariasi, dengan harga yang jauh lebih murah. Misalnya saja, kemarin saya membeli satu set alat2 snorkeling yangber merk Mares yang terdiri dari mask/google, snorkel/selang dan fins/kaki katak denga harga paket Rp 580,000. Padahal untuk branded sama, tapi kalo beli nya di toko2 water sport lainnya bisa mencapai Rp 750,000 – Rp. 800,000. Lumayan, saving sekitar 200 rebu. Tadinya mau beli yang warna orange biar matching dengan warna sandal gunung saya, tapi apadaya mereka hanya punya stock warna hitam/kuning/biru, sehingga akhirnya saya ambil yang warna kuning cantik itu dan pulang dengan hati yang senang. Lautan Mas Jl. Toko Tiga No. 24 Jakarta Barat 11230, Indonesia Ph: +62 (0)21 690-1333 Fax: +62 (0)21 690-2479 SMS Center: +62 (0)815 8008 112 e-mail: info @ lautanmas.com  Travel Warning, Indonesia Bertindak Beberapa hari sebelum berangkat, saya juga sempat memesan dua baju dari Indoesia Bertindak : http://indonesiabertindak.multiply.com untuk ikut berpartisipasi secara volunterary mengkampanye kan “Indonesia is dangerously beautiful” dengan misi memperkenalkan Indonesia dan memperlihatkan betapa cantiknya tempat2 wisata yang ada di Indonesia ke orang asing (untuk menghapuskan travel warning atau larangan berkunjung ke Indonesia yang berlaku di negara mereka), because Indonesia is too beautiful to be passed ! Oh ya, bagi yang udah banyak nanya, kaos nya harga nya Rp 50,000, warna nya cuma dua, merah kuning dan hitam putih, ukuran nya S, M, L, XL dan bisa dipesen langsung ke mbak Indah & mas Iwan Espeje di website diatas (mas Iwan, saya masih blom tau kepanjangan dari espejeeeee, hihi).  Packing Seperti biasa, saya penganut aliran last minute packing, jadi baru packing pada malam keberangkatan. Ngeliat check list semua persiapan yang akan dibawa, saya bingung sendiri gimana ngurangin barang2 bawaan, secara kan ceritanya backpacker-an yah boooo. Satu tas gede isinya satu kamera, dua lensa (18-70 & 70-300) dan segala macem perlengkapan nya. Satu tas gede lagi isinya peralatan snorkeling (google/mask, fins, snorkel), satu tas gede isinya baju dan toiletries, dan satu lagi tas tangan berisi dompet, Hp dan peralatan ringan lainnya. Then again, I ain’t no truly backpacker. I’m backpacker with style, alias backpacker yang kebanyakan gaya, remember ??? :-)) Departure Anyway, jam 04.30 subuh saya udah menuju airport karena jam 05.00 pagi udah jadwal nya check in di terminal-1 domestik. Saya sampai paling pagi, dan celingak celinguk menunggu teman2 yang blom pada datang. Akhirnya pada pukul 05.30, satu persatu teman2 mulai bermunculan, saya dan Ninta yang sudah pegang tiket masuk duluan sementara Reny masih tunggu peserta terakhir, Ria yang tidak ada kabar, sampai akhirnya Ria datang in a very last minute dan semuanya boarding menuju pesawat. Karena saya dan Ninta males rebutan naek pesawat, kami santai2 aja jalan paling belakang, dan tentunya menyempatkan diri photo2 di dekat pesawat. Ternyata baju travel warning yang kami pakai menarik perhatian seorang bapak dan ajudan nya. Beliau bertanya2 tentang maksud dari pesan yang tertulis di kaosnya dan kita berdua menerangkan maksud kampanye Indonesia bertindak tadi. Si bapak masih aja nanya2, tapi sayang kita harus buru2 masuk pesawat karena pesawat akan take off sebentar lagi. Belakangan kami ketahui bahwa beliau itu ternyata bernama Bapak Darmansyah Hussein, Bupati Belitung. Tau gitu, bapak Bupati pada saat kita ajak photo bareng deh, hihi Perjalanan dari Jakarta – Tanjung Pandan kayaknya ngebut deh, soalnya nyampe nya 15 menit lebih awal dari jadwal yang tertera (harusnya lama perjalanan 45 menit, tapi kami sampai dalam waktu 30 menit saja), dan waktu landing ngerem nya begitu mendadak dan tarikan nya kenceng banget, sehingga terasa banget ini pesawat dipaksakan berhenti dalam waktu yang sangat singkat, bikin deg2an aja. Tapi untungnya the rest of the landing process went well. Pheeeww. Tiba di bandara Tanjung Pandan dan ngantri ambil bagasi sampai sekitar pukul 09.00 pagi, saya dan Ninta pun berkenalan dengan teman seperjalanan kami. Ada Reny & Dimas, ada Maya Kim & Bart yang lagi liburan dari Belanda, Ria & Kiki, Nia & Mami, juga Ary .Total rombongan kami termasuk saya berjumlah 11 orang. Lalu kami juga berkenalan dengan rombongan tetangga, Gaga, Mirtha & Emir, Nat & Ed, Caplak, Dessy & Keira. Kami dijemput oleh tour organizer kami, Bapak Kusumah. Penampilan bapak Kusumah sedikit berbeda dengan photo nya yang ada di internet, lebih kurus & lebih item, hihi. But you’re going to like this guy, tampilannya gagah, orangnya sopan, ramah & baik hati juga very informatif. Dengan dua mobil, kami berangkat konvoy dari pelabuhan Tanjung Pandan menuju ke pusat kota untuk mengganjal perut dulu karena saya sudah sangat lapar, sedangkan jam makan siang masih agak lama. Selama perjalanan Bapak Kusumah menceritakan beberapa hal mengenai kota Tanjung Pandan dan 30 menit kemudian, tibalah kami di tengah kota dan mencoba masakan khas Tanjng Pandan, mie Belitung. Mie Belitung tampilan nya sekilas seperti mie aceh ganja nya bang doel, tapi warna nya lebih pucat. Saya sendiri kurang suka rasa mie nya, karena terlalu manis buat ukuran lidah Padang saya, dan tapi kuahnya lebih kental, seperti kuah lumpia semarang yang kayak lem itu. Tapi teman2 yang lain seperti sangat menikmati mie belitung yang kata mereka enak itu.  Selesai brunch, kami melanjutkan perjalanan dan sekitar 15 menit kemudian berhenti di hotel berahu untuk drop rombongan nya mas Gaga dan keluarga. Pemandangan laut yang cantik mulai terlihat. Saya suka banget liat birunya laut dan bersihnya langit belitung. Lalu kami melanjutkan perjalanan ke hotel kami, hotel Lor In. Hotel Lor In I was impressed with our own hotel, ternyata cantik sekali tampilan nya. Hotel ini terdiri dari 20 kamar, satu kamar bisa diisi buat dua atau tiga orang, king size atau twin share beds. Hotel & kamarnya tampak baru, bagus, bersih, dan ber AC. Didalam kamarnya ada kulkas dan TV, dan OMG, kamar mandi nya menarik sekali, memakai konsep out door bathroom with closet & shower yang menggunakan ruangan dengan atap terbuka yang luas seperti yang terdapat di hotel2 yang ada di bali. Uh I love this place. Rasanya malas sekali mau keluar lagi karena udah adem di kamar ber AC, but hey, kalo cuma mau tiduran aja, di Jakarta juga bisa bukaaann ??? it’s time to change our clothes and see the world outside ! Maka berganti bajulah kami dan memakai baju renang di dalamnya. Biarpun Pak Kusumah bilang jadwal berenang baru akan mulai besok, tapi saya tetep nekat pake baju renang, coz you’ll never know what’s happen next, just in case nanti ada kesempatan sekedar main air laut (dan untung saya pake baju renang karena emang sorenya kita akhirnya nyebur juga). Sebelum berangkat, kita menyempatkan diri untuk pake sun block and sun tan dong, biar kulit jadi item eksotis, hihi.  Pantai Tanjung Tinggi Owkay, lokasi tujuan pertama kami adalah pantai Tanjung Tinggi. First impression, wow, pantainya unik, karena banyak batu2 raksasa disekitarnya. Pantai nya bersih, pasirnya putih, air lautnya biru dan bening, koralnya subur dan bisa terlihat karena air laut yang dangkal tersebut, dan tidak tampak bulu babi seperti yang banyak terdapat di daerah koral atau pinggir2 pantai. Sepanjang mata memandang, batu2 raksasa ada dimana2. Ternaya hampir semua pantai di Belitung berbatu2. Kami juga dikasih tau oleh pak Kusumah lokasi pemotretan Dian Sastro untuk iklan lux, dan kamipun berphoto2 bergaya a la Dian Sastro di lokasi ini. Halah, nggak penting banget deh dee ! hihi  Berikut info mengenai Tanjung Tinggi seperti yang terdapat di website www.belitungisland.com Tanjung Tinggi adalah pantai yang diapit oleh dua semenanjung. Pantai ini berpasir putih, dan unik karena terdapat ratusan batu granit besar yang tersebar di kedua semenanjung dan juga di laut di depan pantai. Ukuran granit mulai dari beberapa meter kubik hingga ratusan meter kubik lebih besar dari sebuah bangunan sebesar rumah. Anda bisa naik, berjalan dan melompat diantara granit untuk menikmati pemandangan eksklusif dari setiap sudut kita berdiri. Bentuk dari batu-batu besar itu juga unik, sebagian membentuk gua, yang dapat digunakan berteduh selama hujan. Batu-batu itu bertumpuk satu sama lain membentuk obyek yang menarik sebagaimana secara jelas bisa di lihat dari foto-fotonya. Batu-batu tersebut terletak diatas pasir putih. Kitaa bisa berjalan diatas pasir putih diantara batu dan air laut yang jernih. Pasir putih ada dimana-mana sepanjang pantai. ombak tidak besar, air lautnya jernih dengan permukaan bawah laut yang berpasir. Kita tidak perlu khawatir dengan serangan ikan hiu, karena tidak pernah terjadi di Belitung. Satu-satunya yang kadang-kadang harus diwaspadai adalah ubur-ubur, khususnya yang besar. Tanjung Tinggi juga dinamakan Pelabuhan Bilik. Dahulu tempat ini adalah pelabuhan nelayan bagi desa terdekat Keciput atau Tanjung Tinggi. Ada paling tidak dua puluh rumah makan seafood sederhana di sepanjang pantai. Ini adalah tempat untuk beristirahat sejenak, minum kopi atau memesan makan siang. Menu utama adalah makanan laut. Hanya saja, jangan berharap untuk mendapatkan pelayanan sekelas restoran di mall. Mereka hanya orang-orang biasa dari desa yang membuka restoran sederhana. Akan tetapi masyarakat di sana selalu ramah pada semua tamu, sama seperti umumnya orang Indonesia. Area Tanjung Tinggi sebagian dimiliki oleh Grup Ranati, perusahaan Indonesia. Ini termasuk Lor In Hotel yang berjarak kira-kira 2km dari pusat pantai Tanjung Tinggi. Lunch  Setelah puas photo2 disini, kita mampir ke sebuah warung seafood untuk makan siang. Makanan yang disediakan disini lengkap, enak dan porsinya berlimpah. Hampir semua makanan laut (kecuali kepiting) tersedia untuk disantap. Ada ikan goreng, ikan bakar, gulai ikan asam garang, cumi goreng dan udang goreng. Bart yang tidak suka sea food memesan nasi goreng, sementara Ninta yang vegetarian sudah disediakan tahu tempe dan sayur kangkung yang segar. Puas makan ditemani oleh angin sepoi2, kami pun pindah ke pulau berikutnya, yaitu pulau Kelayang. Pulau Tanjung Kelayang Pulau kelayang sekilas tidak jauh berbeda dari pulau Tanjung Tinggi. Sama2 indah, sepi, bersih, dan berbatu2. Dikejauhan tampak ada suatu pulau kecil dari bebatuan yang batunya berupa anjing raksasa, makanya saya lebih suka menyebutnya Doggy Island. Di pulau Kelayang ini kita berjalan kaki ke suatu hidden place yang ternyata dibalik lembah kecil tersebut terdapat suatu pulau kecil yang amat cantik. Jaraknya mungkin sekitar satu kilo menyebrangi tempat kita, tapi apadaya, secara eikeh nggak bisa brenang yah bo, jadinya cuma bisa gigit jari aja memandangi keindahan alamnya. Rasanya udah nggak sabar untuk main air, tapi air lautnya tampak sangat dalam, jadi saya menjadi takut untuk berenang di tepian nya.  Tanjung Kalayang terkenal dengan pemandangan pantai dimana terdapat pulau batu granit kecil, kira-kira 100 meter dari pantai. Bentuk pulau granit itu mirip seperti burung. Itulah yang menyebabkan tempat ini dinamakan Tanjung Kelayang (salah satu nama jenis burung yang banyak dijumpai di sana). Ukuran dari pulau kecil itu kira-kira 50m persegi. Terlihat indah, seperti halnya dapat anda lihat di foto utama dari halaman ini. Tanjung Kelayang adalah semenanjung yang menjorok ke arah Utara.Dengan pulau granit kelayang terletak sebelah Timur, Tanjung Kelayang adalah pantai berpasir putih sepanjang beberapa kilometer. Sebenarnya dari Tanjung Kelayang terhampar pantai pasir putih sejauh kurang lebih 4km sampai ke Tanjung Tinggi. Pantai sebelah Timur adalah tempat yang baik untuk berenang, karena permukaan dasar pantai jernih dan berpasir putih. Tempat ini juga baik jika anda ingin bermain di tepi pantai karena permukaan pantai yang lebar. Pantai sebelah Timur adalah pintu masuk Tanjung Kelayang, di sini hanya ada pasir putih, tidak ada granit di pantai. Dari sana pengunjung biasanya berjalan sepanjang pantai kurang lebih 300m ke arah Utara, dimana bisa ditemukan bebatuan granit, tersebar sepanjang ujung semenanjung dan juga di permukaan laut. Salah satunya yang berbentuk seperti burung kelayang tadi. Sementara itu pantai sisi Barat memiliki pemandangan berbeda. Panjang pantai tidak sepanjang sisi Timur karena di sisi Barat terdapat lebih banyak batu-batu granit. Pemandangan unit dari pantai sisi Barat adalah 3 pulau kecil, kira-kira 300m dari bibir pantai. Dikombinasikan dengan bebatuan granit besar yang tersebar di permukaan laut, pemandangan di sisi Barat menjadi lebih menarik, terutama pada saat matahari terbenam. Tempat terbaik untuk menikmati pemandangan pantai sisi Barat adalah dari puncak batu-batu granit di area ujung dari semenanjung. Sekitar 1 jam photo2 ditempat ini, sekitar jam 15.00 sore, kami pindah ke sebuah private beach di dekat pulau Tanjung Kelayang. Disini kami duduk leyeh2an sambil ngopi2, ngeteh2 dan makan kue2 enak. Saya yang nggak tahan untuk tidak minum air dingin memesan es batu kepada penduduk lokal, dan begitu es batu dibawakan, oh, heaven! Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada minum fanta merah dingin sambil smoking dan tidur2an diatas tiker yang digelar diatas rumput dibawah pohon yang rindang dengan pemandangan laut biru di depan mata yang berjarak sekitar 10 meter ajah. Ngak terasa kami ngobrol2 dengan teman2 seperjalanan ini selama 1 jam-an. Sebagian dari kami mulai tertidur, yang sebagian lagi (termasuk saya) akhirnya nggak tahan untuk tidak berenang dan main air, dan dikarenakan juga mau photo2 narsis dibawah air pake kamera baru under wear, eh, under water nya Ninta.  Satu jam puas main air, kami beranjak menuju ke sebuah pulau kecil lainnya, di Pulau Bukit Berahu untuk menunggu tenggelam nya nya matahari (sunset). Tapi sayang, awan nya mendung, sunsetnya nggak dapet, sehingga akhirnya kami pulang ke hotel dengan harapan besok sore akan mendapatkan photo sunset yang bagus.  Pulang ke hotel, mandi, kami pun bergerak menuju sebuah restaurant besar yang berjarak 5 menit perjalanan dan sekali lagi makan2 besar yang dimulai dengan sup kepiting-jagung yang lezat, segala macam ikan, udang dan cumi dan sayur2an segar. Bart dan Ninta yang tidak makan sea food hanya makan sayur2an dan lagi2 tahu tempe (emang enak jadi vegetarian ? hihi). Pulang dari makan malam, kami bersantai2 di lobby hotel sambil ngobrol dan bercanda tawa hingga akhirnya waktu menunjukkan pukul 23.00 malam, saya yang sudah keluar rumah pagi itu dari pukul 04.30 pagi akhirnya menyerah, cuci kaki, cuci muka, gosok gigi, masuk kamar dan tiduuuuuuuuurrrrr !!!. Photo2 Belitung Day-1 bisa dilihat di http://deedeecaniago.multiply.com/photos/album/211/Photo2_Belitung_Day-1_Departure_Tanjung_Tinggi_Tanjung_Kelayang_Bu...
to be continued with Belitung Day-2
| Start: | Aug 8, '08 7:00p | | End: | Aug 10, '08 10:00p |
 Ada yang minat motret lanscape atmosphere ujungkulon kah?? Cuaca lagi bagus-bagus nya. Ada trip nih tgl 8-9-10agustus. Quota peserta min 20pax. Kegiatan tambahan; swimming, snorkeling, fishing, trakking, sunseting. Brangkat tgl 8/8/08 malam Kembali tgl 10/8/08 malam Transport pregio 2biji Kapal boat mesin FUSO kapasitas 25pax + jakethidup (lifejacket) Nginep di titik paling barat pulau jawa *serius* Biaya : Rp. 899.000,- per pax fullboard termasuk asuransi kecelakaan perjalanan. Keikutsertaan dg transfer biaya ke BCA 3013010150 an. Gembong R N, pd tgl 1 agustus 2008.Peserta tidak cukup quota, trip dibatalkan ya. PS. cocok untuk yg mau nambah stock foto landscape n wildlife. Yg minat, contact mbong at gembongnurrasa@yahoo.com HP : 081932926656
| Start: | Aug 3, '08 07:00a | | End: | Aug 3, '08 5:00p |

.................................................................................................................................... .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... ...dalam arti yang sebenarnya *kulitkusangatperihkebakarsetelahberenangdansnorkelingbeberapaharidipulaubelitung* 
|  | ....................................................................................................................
....................................................................................................................
....................................................................................................................
....................................................................................................................
Plesiran Tempo Doeloe Sahabat Museum, 17-18-19 May 2008
Menado Day-3 : Tondano-Makam Imam Bonjol-Patung Yesus-Klenteng
PS. photo diambil dan dari kamera nya Rudy, Alice, Grace, uda Indra, Adep & Deedee. Sebenernya ada ribuan photo yang bagus2 lainnya, tapi pusing milih dan ngedit nya, jadinya ya cuma segini ajah...hihi



|
| Start: | Jul 4, '08 10:00p | | End: | Jul 6, '08 6:45p | | Location: | Capolaga |
..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... ..................................................................................................... udah lama nggak tidur di alam terbuka udah lama nggak becek2an dan gembel2an (but you know me that well kaaaaan, se gembel2 nya gue, masih kebanyakan gaya..haha) tau2 diajakin Charlie untuk ikutan acara anak2 natrekk camping di Capolaga ya sud, bungkus... mudah2an tanggal segitu nggak bentrok sama acara batmus atau geng ber5 (yang juga udah ada di schedule tapi masih tentative) mariiiiiiiiiiiiiiiii  iya gue tau dhan, loe pasti mau komentar, gue keliatan masih muda & kurus di photo tahun 1817 diatas huh deh !!! detail acara, please click on : http://yenceu.multiply.com/calendar/item/10042/NaTrekk_4th_Wet.._And_Wet.._Fun.._And_Fun.._Capolaga.._And_Us
|  |
hari ke terakhir, 14 April 2008 travel time, say good bye to all, gue nginep dirumah kakak ipar (mbak anna) satu hari besok paginya pulang naek batavia air, karena males naek bis 14 jam jepara - jakarta


|
............................................................................................................. ............................................................................................................. ............................................................................................................. ............................................................................................................. tantangan loe udah gue jalanin, dan loe kalah tarohan, don, haha !!!
ternyata masuk ke kolam penangkaran ikan HIU di pulau karimun nggak membuat adrenalin gue bergejolak
ternyata perasaan nya cuma segitu aja kurang menantang !
next, please and make sure the next challenge is more exciting... blah ... anyway, great to be back to Jakarta the place where I belong :-)) cerita perjalanan Karimun nanti2 aja aaah masih travel lag nih, setelah ber jam2 naek naek bus, kapal laut & pesawat terbang bobo aaahhh  
............................................................................................................. ............................................................................................................. ............................................................................................................. .............................................................................................................
Singapore Day-3, 10 March 2008 Perjuangan berat hari terakhir di Singapore ini adalah bangun tidur, ngumpulin nyawa dan membuka mata untuk melihat dunia, mengingat kemarin pulang jam 04.00 pagi, setelah muter2 berjalan kaki selama 18 jam saja ! Kalo trekking, udah sampe ke merauke kali yah ? hihi I feel like I'm walking on the moon, gue berusaha bangun jam 10.00 pagi dan membangunkan teman2 lain yang juga masih blom bergerak. Tapi harus memaksakan diri untuk bangun dan packing karena jam 12.00 siang adalah waktu buat check out alias keluar dari hostel, kalo nggak mau kena charge 1 hari lagi. Natalie Sewaktu kami lagi packing2, si bule cewek yang satu kamar dengan kami kebangun. Gue agak nggak enak, but then again, jam 10.00 pagi udah termasuk siang untuk ukuran bangun pagi, so gue basa basi minta maap kalo udah bangunin dia, dan akhirnya malah ngobrol2 sama kami.

Namanya Natalie, orang Inggris, dan dia itu backpacker sejati. Dia udah keliliing dunia dalam waktu 12 bulan terakhir, dan Singapore merupakan her last destination sebelum dia kembali lagi ke negaranya. Gue terpesona dengerin cerita dia yang keliling dunia cuma bawa 2 tas aja. Satu tas ransel gede untuk bawa semua baju2 nya dan perlatan sehari2 yang beratnya 12 kg, satu lagi tas ransel kecil yang isinya duit dan segala macem dokumen penting seperti passport, itinerary, print put ticket etc etc.
Gue nggak yakin kalo gue bisa keliling dunia dengan cuman membawa satu tas ransel gede gitu, 3 hari di Singapore aja pulang2 bawaan nya menjadi 4 tas, apalagi keliling dunia selama setahun, weleh bisa2 gue nyewa satu truk sendiri untuk bawain barang bawaan gue. Sayang kami cuma ngobrol2 sebentar karena udah ditungguin Ween yang udah bawel dibawah, so akhirnya semua siap dan kami semua turun untuk check out, tidak lupa berphoto2 dulu di TKP.
Ween sempet ngajakin dan nantangin kami untuk tinggal satu hari lagi, karena dia mau ngajak kami untuk nyebrang ke Malaysia, yang hanya tiga jam perjalanan naik mobil (seperti jarak Jakarta – Bandung deh). Tapi karena udah kecapean, plus duit sudah mulai menipis dan belom tentu cuti kami di approve oleh kantor masing2, akhirnya semua memutuskan bahwa enough is enough, dan membenahi barang2 untuk diletakkan di bagasi mobilnya ween yang serba merah tersebut. Lucky Plaza
Pertama2 kami mau cari restaurant Indonesia tempat makan, secara tiga hari disini tak satupun makanan yang lewat di perut, so kami akhirnya dibawa ke Lucky Plaza, mall nya TKW2 untuk makan siang disana. Nggak heran deh para TKW betah nongkrong disini, wong mall nya biasanya banget, barang2 yang dijual murah2 (untuk ukuran Singapore) dan ada beberapa restaurant Indonesia, dan salah satunya restaurant Surabaya, yang menjual segala macem masakan Indonesia. Duh, senangnya perut bisa ke isi makanan2 yang tidak ajaib lagi, dan pun makan siang dengan nikmat, ayam goreng plenyet, tempe, tahu, sambel, dll dsb. Habis makan, rencana nya mau jalan2 ke Vivo Centre, mall megah-mewah terbesar di Singapore tapi secara waktu udah menunjukan jam 14.00, sementara kapal ferry kami berangkat meninggalkan Singapore jam 15.40, maka kami hanya sempet muter2 sebentar di mall Harbour Front sebelum check in. Oh iya, di Harbour Front WTC ini, kami bisa naik bis umum AC ke Malaysia, bayarnya kalo nggak salah S$40, dan lama perjalanan nya 4 jam aja. Immigration, where the problem starts
Anyway, muter2 sebentar disini, dan akhirnya waktu pamitan dan berpisah pun tiba. Kami say good bye sama Ween, lalu kirim sms ke Val, Lulu, dan Trie, pamitan dan kirim thank you note, trus semua nya check in di imigrasi (antrian imigrasinya sebentar banget, beda seperti waktu kami ngantri imigrasi waktu masuk ke Singapore dari batam), akan tetapi, gue hampir saja kena masalah di imigrasi karena kartu keberangkatan gue (departure card) yang berwarna pink nggak ketemu pada saat pemeriksaan imigrasi. Gue sempet panik, karena gue melihat teman2 gue nggak bermasalah dan sudah siap boarding masuk kedalam boat. Gue cari kemana2, kertas sialan itu nggak ketemu juga, dan pihak imigrasi memutuskan untuk melaporkan dan menginvestigasikan gue di kantor imigrasi di sebelah. Gue mulai putus asa, mengingat kalo gue ketinggalan kapal ferry yang berangkat jam ini, gue kemungkinan besar juga akan ketinggalan pesawat batam-jakarta karena kami booking pesawat air asia nya yang jam terakhir terbang dari batam. Dan kalo ketinggalan ferry dan pesawat, berarti gue harus nginep satu hari lagi di Singapore dan harus bayar ini itu untuk urusan imigrasi, blom lagi harus beli tiket ferry dan air asia yang baru. Aduh, males banget nggak sihhh ??? Mau ngirit tapi yang ada malah keluar uang lebih. Alhamdulillah pada detik2 terakhir, dokumen tersebut ketemu terselip diantara uang dollar Singapore gue yang berwarna hampir sama, dan satu menit kemudian gue udah di izinkan untuk masuk ke atas kapal ferry nya. Pheeeww. Lesson learnt : pastikan semua dokumen2 yang diperlukan (fiscal, airport tax, arrival & departure paper diletakkan di satu tempat, kalo bisa dijadikan satu dengan passport sehingga pada saat dibutuhkan, bisa cepat dicari dan ditemukan) Kapal Batam Fast ini sedikit lebih besar dari kapal Pinguin Tomain yang kami naiki kemarin, dan harganya sama S$27 untuk sekali jalan. Kapal ini lebih asik, karena tempat duduk penumpang nya terbagi dua, satu dibawah yang pake AC dan tertutup, dan satu lagi diatas yang tidak pakai AC alias smoking area, karena tempatnya terbuka (tapi tetap pake terlindung dari hujan dan matahari) dan bisa liat2 pemandangan dikanan kiri jalan, eh, laut maksudnya, dan makin lama kapalnya makin jauh meninggalkan negara tetangga tersebut. Sementara yang lainnya memilih untuk tidur, gue menikmati angin segar yang berhembus sambil menikmati isapan Marlboro dan bersyukur, bahwa gue menikmati hidup dan masih dikasih kemudahan2 disaat terjadi kendala dan nggak tau kenapa gue jadi cengeng dan pengen nangis mengingat bahwa gue masih bisa diberi kesempatan untuk bersyukur kepada NYA. Hang Nadim airport and lesson learnt
Sampai di Batam jam 16.00 waktu setempat (kan perbedaan waktu satu jam yah bo), lalu kami naik taksi lagi dari pelabuhan Batam Centre ke Hang Nadim airport dengan membayar Rp 70,000 lagi untuk sekali jalan yang berjarak 15 menit. Namun setibanya di airport dan masuk ke bandara, rupanya setelah pemeriksaan barang yang melalui alat scanner, kami bertiga di stop petugas bandara karena bermasalah dengan barang2 bawaan. Body spray yang gue dan antya bawa dicurigai mengandung bahan yang dicurigai bisa meledak, maka mereka minta tas kita kami berdua dibongkar untuk mengecheck kadar bahaya nya. Maka bongkar2an barang lah gue disana. Begitu dilihat, ternyata gambar flame (tanda sensitivas bahan yang mengadung zat rawan meledak) tersebut berwarna ORANGE, yang artinya cukup aman untuk diletakkan di bagasi. Apabila flame tersebut berwarna MERAH, maka udah pasti semua spray tersebut nggak boleh dibawa alias harus ditinggal dan disita di bandara , dan nggak boleh dibawa ke Jakarta. Masih untung semua parfum yang dibeli masih bisa lolos dan boleh diletakkan di bagasi. Dan dikarenakan bawaan body spray punya gue dan antya banyak banget, maka kami disarankan untuk membagi2 spray tersebut dengan teman satu perjalanan sehingga satu orang nggak terlalu keliatan terlalu banyak bawa barang yang (katanya) rawan meledak itu, maka pun sibuk ngebongkar2 dan memisah2kan barang agar bisa lolos dibawa ke Jakarta.
Antya pun sempat bermasalah juga karena dia banyak membawa air minum sejenis aqua rasa strawberry yang merk nya Pink Dolphin, karena takut air nya berceceran tumpah membasahi barang orang lain di bagasi nanti. So dengan segala macam cara kami bernegosisasi dengan alasan ada teman yang sedang hamil, dan keputusan nya adalah untuk merapikan ulang botol2 minuman tersebut didalam plastic yang tidak bocor sehingga minuman2 botol tersebut bisa masuk dan dibawa ke Jakarta.
Gue sempet mikir, kemaren sempet baca imel di milis wartawan gaul, ada orang yang jualan dan nawarin puluhan parfum asli yang katanya dia bawa langsung dengan hand carry (ditenteng |
|