welcome to deedee's world  

Deedee's posts with tag: holiday

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag holiday
Blog Entry...20-21-22-23-24-25...Dec 9, '07 10:01 PM
for everyone

............................................................................................................

............................................................................................................

............................................................................................................

............................................................................................................

gilingan, cuti bersama selama itu
padahal cuti gue tinggal dua hari lagi untuk tahun ini,
tapi terpaksa harus ambil
*thanks-to-damn-government-rules-and-regulations*

trus,
gimana bisa cuti tahun baruan
kalo jatah cuti gue udah nggak ada lagi???

basi-basi dah,
cuti kelamaan,
bingung mau kemana juga bukan ???

Jakarta, 10 December 2007 - pusing deh - udah nggak tau lagi tempat mana yang belom gue datengin *sigh*

 


Blog Entry...visit Indonesia 2008...Dec 7, '07 1:45 AM
for everyone

punya duit,
punya waktu,
tapi bingung mau liburan kemana ???

nih,
ada website menarik,
http://www.my- indonesia. info

info tempat2 liburan yang layak dikunjungi di Indonesia

selamat berlibuuuurrrr...

 

 


Blog Entry...dee, liburan taun baru kemana ???...Dec 2, '07 7:37 PM
for everyone

 

mmmm, udah bulan desember lagi

sms & undangan udah mulai berdatangan

 

so balik lagi ke pertanyaan awal,

liburan taun baru kemana, dee ???

 

nggak tau.

gue juga bingung

 

pengen sama aya & charlie ke pulau

pengen sama dwi ke jogjakarta

pengen sama geng BERLIMA party di apartment nya ms. cheerful

pengen sama ii dan geng nya ke bali

pengen sama yudith and geng nya ke timor leste

 

semuanya menarik

semuanya pengen ikut

 

duh,

dilemaaaaaaaaaa


 

Bali Day-6

 

Besoknya, bangun siang (lagi), mandi, dan janjian sama Elok, salah satu contact gue di MP yang kebetulan mau ke Korea dan transit di Bali. Elok dateng sama suaminya, dan kita makan siang di warung Indonesia di jalan poppies II. Menarik sekali ngobrol2 dengan Elok, karena dia itu wartawati sebuah surat kabar terkemuka yang jam terbangnya udah tinggi, dan dia cerita tentang pengalaman2nya travelling kemana2.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selesai makan siang kita berpisah dari Elok, karena mau belanja2 penghabisan didaerah Seminyak, Kuta & Legian cari2 tas cantik. Gue sampe harus beli satu tas travel bag gede lagi untk bawa barang2 belanjaan, hihi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Balik lagi ke hotel, kita beres2 dan berenang2 di hotel bentar, dan sedihnya, jam 5.30 sore gue dan ari udah harus check out dari hotel untuk siap2 berangkat pulang ke Jakarta. Perjalanan pulang tidak ada kendala apapun, dan jam 9 malem kita berdua udah nyampe lagi di jakarta dan dijemput sama nyokap bokap gue karena barang2 yang dibawa udah berjumlah dua kali lipat dari waktu berangkat, hihihi

 

Aniwei, what an interesting trip & experience, untuk dua perjalanan yang saling bertolak belakang, dari perjalanan ke baduy yang kehidupan nya begitu minim, sederhana dan promitif, sampe perjalanan ke bali yang begitu hidup, complicated dan modern. Pengalaman yang menarik untuk mempelajari tentang kehidupan.

 

And at the end, gue merasa beruntung karena bisa menjalani kehidupan yang “normal2” aja, dengan segala gejolak kehidupan yang gue jalanin, dan maish bisa bersyukur kepada yang DIATAS, for having the kind of life I’m living now.

 

Maha besar Allah, dengan segala rejeki & nikmatnya.

 

*Jakarta, 27 august 2007*

 


 

Bali Day 5 : Tanjung Benoa, GWK, Uluwatu, Dreamland, Tanah Lot

 

The Water Sport


secara uda indra & ari mendadak pengen melakukan kegiatan water sport alias olah raga air, driver nya membawa kita ke tanjung benoa untuk melihat2 dulu. Ada beberapa macem olah raga rekreasi yang ditawarkan disana. Ada jetskying, parasailing, banana boat, flying fish, dll dsb. Mereka berdua ambil paket parasailing & flying fish, Rp 200,000 per paket. Gue nggak ikut selain karena gue udah sering banget olah raga air tersebut (liat lagi deh photo album2 gue yang lama),  yang lebih penting lagi, budget gue nggak sebanyak mereka, hihi). Gue cuma motret2in mereka, nyobain tele nya uda indra selama mereka di udara. Selesai ganti baju, kita semua melanjutkan perjalanan ke Garuda Wisnu kencana atau yang lebih dikenal dengan nama GWK

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



 

GWK

*Diambil dari Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia*

Garuda Wisnu Kencana, seringkali disingkat sebagai GWK. adalah taman wisata di bagian selatan pulau Bali. Taman wisata ini terletak di tanjung Nusa Dua, Kabupaten Badung. Letaknya kira-kira 40 kilometer sebelah selatan Denpasar, ibu kota Bali. Di sini banyak terdapat galeri dan sebuah patung Wisnu dan Garuda yang amat besar. Konon patung ini lebih tinggi dari Statue of Liberty di New York City. Taman wisata GWK bisa dituju dengan kendaraan umum dari pantai Kuta.

Patung Garuda Wisnu Kencana berlokasi di Bukit Unggasan - Jimbaran, Bali. Patung ini merupakan karya pematung terkenal Bali, I Nyoman Nuarta. Monumen ini dikembangkan sebagai taman budaya dan menjadi ikon bagi pariwisata Bali dan Indonesia.

Patung tersebut berwujud Dewa Wisnu yang dalam agama Hindu adalah Dewa Pemelihara (Sthiti), mengendarai burung Garuda. Tokoh Garuda dapat dilihat di kisah Garuda & Kerajaannya yang berkisah mengenai rasa bakti dan pengorbanan burung Garuda untuk menyelamatkan ibunya dari perbudakan yang akhirnya dilindungi oleh Dewa Wisnu.

Patung ini diproyeksikan untuk mengikat tata ruang dengan jarak pandang sampai dengan 20 km sehingga dapat terlihat dari Kuta, Sanur, Nusa Dua hingga Tanah Lot. Patung Garuda Wisnu Kencana ini merupakan simbol dari misi penyelamatan lingkungan dan dunia. Patung ini terbuat dari campuran tembaga dan baja seberat 4.000 ton, dengan tinggi 75 meter dan lebar 60 meter.

Puas2in photo di GWK, abis itu kita lanjut ke Uluwatu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Uluwatu

Di ujung paling barat semenanjung Bukit, terdapat sebuah Pura Sad Kahyangan sebagai penyangga salah satu darl 9 arah mata angin yakni Pura Luhur Uluwatu. Pura ini dibangun, bertengger persis di atas batu karang yang menjorok ke laut dengan pemandangan yang luar biasa indahnya, terlebih-lebih tatkala Surya mulai redup menurun di ufuk barat.

Pura Uluwatu pertama-tama dipakai sebagai tempat untuk memuja seorang pendeta suci yang datang pada abad ke 11, bernama Empu Kuturan. Beliaulah yang menurunkan ajaran Desa Adat dengan segala peraturan tata tertibnya. Pura tersebut berikutnya juga dipakai untuk pemujaan Pendeta suci berikutnya Dang Hyang Nirartha, yang datang ke Bali di akhir tahun 1550 dan mengakhiri perjalanan sucinya dengan Moksah / Ngeluhur di tempat ini. Selanjutnya dengan kata itu dipakai melengkapi nama Pura yakni Pura Luhur Uluwatu.

Pantai di bawah Pura Uluwatu yaitu Pantai Pecatu sering kali digunakan sebagai tempat untuk olahraga surfing. Seringkali even even internasional untuk olahraga ini. Ombak pantai pecatu sangat bagus dijadikan sebagai tempat untuk surfing disamping keindahan alamnya yang mempesona.

 

 

 

 

 

 

 

Gue udah bilang ke semuanya jangan pake kacamata hitam, jangan pake iket rambut, jangan pake perhiasan (kalung, jam, gelang, etc) atau bawa HP atau kamera poket karena disini monyet2nya nakal2 sekali. Dan udah banyak yang punya pengalaman buruk barangnya dibawa kabur. Tapi dasar ari, tetep aja dengan PD nya make kacamata item, ya udah, gue senyum2 aja waktu ari treak2 kesel sewaktu monyetnya merampas dan membawa kabur kacamata item nya ari dan nongkrong diatas pohon make itu kacamat sambil ngasih muka penuh kemenangan. Hahaha.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Uluwatu ini emang cantik banget, dan kembali kita photo2 selama disini, sebelum akhirnya meneruskan perjalanan ke sebuah pantai baru yang indah, The Dreamland.

 

 

Dreamland

 

Pantai Dreamland berada di daerah bernama Pecatu. Masih di selatan pulau Bali. Tepatnya, beberapa kilometer sebelum Pura Uluwatu dari arah Denpasar. Pantai Dreamland dikelilingi oleh tebing-tebing yang menjulang tinggi, dan dikelilingi batu karang yang lumayan besar di sekitar pantai. 

 

Kenapa dinamakan Dreamland? 

Penduduk Pecatu dulunya hidup sebagai petani. Tinggal di bukit yang mengandung kapur, membuat mereka benar-benar menggantungkan hidup dari hasil pertanian.  Kemudian, datanglah proyek Pecatu Graha, yang disponsori oleh Tommy Soeharto di kala ayahnya masih berkuasa dulu. Rencananya, Pecatu Graha akan di jadikan sebuah komple perumahan, dan objek wisata lain selain pantai. 

 

Walaupun tanah yang digunakan proyek Pecatu Graha ini merupakan tanah hasil "paksaan", tapi penduduk Pecatu sangat berharap proyek selesai, dan mereka bisa menekuni bisnis lain dibidang pariwisata.  Karena itulah lahan di sekitar pantai disebut dengan Dreamland (tanah impian), dan pantainya dinamakan Pantai Dreamland. Tapi, proyek ini akhirnya terbengkalai karena penguasa saat itu sudah terlanjur lengser. Eh, kebenaran sejarah ini cuma 68%, jadi jangan terlalu percaya. Hihihi.

 

Pantai Dreamland hampir mirip dengan Kuta, tapi jauh lebih indah. Pantai Kuta sudah terlalu banyak pengunjung, tapi tidak dengan pantai Dreamland. Oleh sebab itu, pemandangan di pantai ini berasal dari alam, bukan dari bikini. Hihihi. Pasir putih, batu karang, dan celah karang menjadi pemandangan yang begitu sedap dipandang. Air yang bening, dengan ombak yang cukup kencang, membuat pantai ini cukup terlihat sempurna.  

Ari tidur2an di pantai dan sibuk menghitamkan diri, sementara gue, mbak anna & uda indra sibuk motret2 latian pake tele. Padahal sih alesan aja, pengen motretin yang lagi pada topless dan berbikini ria, hihihi.

Kulit gue emang nggak ada matinye. Boro2 jadi item, ini mah cuma kecoklat2an doang. Huh. Suntan nya nggak berhasil !!!

Karena udah cukup leyeh2an di pantai, kita bergerak menuju arah balik ke Kuta. Nggak jadi makan di seafood pinggir pantai di jimbaran, karena kita mau motret sunset di tanah lot.





Tanah Lot

*Diambil dari Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia*

Tanah Lot adalah sebuah objek wisata di Bali, Indonesia. Di sini ada dua pura yang terletak di di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Sad Kahyangan, yaitu pura-pura yang merupakan sendi-sendi pulau Bali. Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut.

Menurut legenda, pura ini dibangun oleh seorang brahmana yang mengembara dari Jawa. Beliau adalah Danghyang Nirartha yang berhasil menguatkan kepercayaan penduduk Bali akan ajaran Hindu dan membangun Sad Kahyangan tersebut pada abad ke-16. Pada saat itu penguasa Tanah Lot, Bendesa Beraben, iri terhadap beliau karena para pengikutnya mulai meninggalkannya dan mengikuti Danghyang Nirartha. Bendesa Beraben menyuruh Danghyang Nirartha untuk meninggalkan Tanah Lot. Beliau menyanggupi dan sebelum meninggalkan Tanah Lot beliau dengan kekuatannya memindahkan Bongkahan Batu ke tengah pantai (bukan ke tengah laut) dan membangun pura disana. Beliau juga mengubah selendangnya menjadi ular penjaga pura. Ular ini masih ada sampai sekarang dan secara ilmiah ular ini termasuk jenis ular laut yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, warna hitam berbelang kuning dan mempunyai racun 3 kali lebih kuat dari ular cobra. Akhir dari legenda menyebutkan bahwa Bendesa Beraben 'akhirnya' menjadi pengikut Danghyang Nirartha.

Tapi sayang, karena cuaca mendung sore ini, sunset nya nggak dapet. Dan nyebelinnya lagi, waktu uda indra dipotret, ombaknya tinggi dan besar. Tapi waktu gue yang dipotret, mendadak airnya tenaaaaaang banget. Nunggu lamaaaaaaaa banget supaya ombaknya tinggi, sampe  gue berdoa & dan berharap agar ombaknya besar & tinggi menjulang kayak sebelumnya. Rupanya doa gue didenger ratu laut sana (mungkin karena gue juga turunan ratu pantai selatan yah bo, so sesama ratu saling mengasihi), jadinya gue dikasih ombak setinggi2nya, sebesar2nya, SAMPE GUE BASAH KUYUP AJA LOH (soundtrack lagunya “basah, basah, basah”)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Damn. Be careful on what you wih for, coz you might get it !!! Karena nggak nyiapin baju ganti (nggak nyangka akan kebasahan kena ombak), gue mengigil kedinginan sepanjang jalan pulang balik ke hotel). Langsung aja sampe hotel nge drug, pake antangin biar nggak masuk angin.

Karena udah beberapa hari ini jalanan seharian, so gue jadi kecapean, kedingin dan males keluar, akhirnya makan malemnya cuman makan di warung indomie telor rawit anget2 belakang hotel dan langsung tewaaaaaaasss

 

to be continued with Bali Day-6

 

 


Bali Day-4, 9/8/07 :

Pasar Seni Guwang, Pasar Seni Sukawati, Upacara Ngaben, Istana Tampak Siring, Dewi Cafe - Tegalalang- Ubud, Museum Antonio Blanco

 

 

Pasar Guwang & Pasar Seni Sukawati

 

Perjalanan dimulai dengan wisata belanja ke Guwang, sebuah pasar seni baru yang letaknya deket banget dari Sukawati. Barang2 yang dijual juga sama, tapi harga2 disini sedikit lebih murah. Tapi abis belanja disini, tetep aja kita belanja lagi di pasar seni Sukawati. Abis kayaknya udah tradisi sih, setiap ke Bali belanja nya harus di pasar sukawati, hihi. Segala macem barang kita beli, dari kaos tipis bali yang gambarnya bambu yang sering gue pake, sampe sarung2 pantai dan tas2 buat oleh2 temen2 di Jakarta. Juga baju2 summer dress yang cantik2, lukisan2 dan tentunya cincin perak !!! wow. Abis abis dah gaji sebulan gue, hehehe

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Puas belanja, kita melanjutkan perjalanan menuju Istana Tampak Siring. Tapi on the way kesana ternyata ada upacara ngaben yang diadakan ditengah jalan, sehingga otomatis lalu lintas menjadi mati, jalan tak bergerak, kita semua harus menunggu sampai upacara selesai. Karena upacara ngaben adalah upacara yang langka, maka kita semua turun untuk mengabadikan event tersebut.    

 

ngaben

 

Ngaben adalah upacara pembakaran mayat atau kremasi umat Hindu Bali.

Sedangkan kremasi sendiri merupakan praktek penghilangan jenazah manusia setelah meninggal dengan cara membakarnya. Biasanya hal ini dilakukan di sebuah krematorium atau biasa juga di sebuah makam di Bali yang disebut setra atau pasetran. Praktek kremasi di Bali disebut ngaben.

Apabila dilakukan di sebuah krematorium, biasanya jenazah ditaruh di sebuah peti kayu dan dibakar pada suhu 760 – 1150°C. Abu pembakaran kira-kira beratnya sekitar 5% berat jenazah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Istana Tampak Siring

Perjalanan ke Istana Tampak Siring memakan waktu sekitar 1 jam dari pasar sukawati. Berikut adalah sekilas info mengenai Istana Tampak Siring yang diambil dari Wiki.

 

Istana Tampaksiring adalah istana yang dibangun setelah Indonesia merdeka, yang terletak di Desa Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali.

 

Nama Tampaksiring berasal dari dua buah kata bahasa Bali, yaitu "tampak" dan "siring", yang masing-masing bermakna telapak dan miring. Konon, menurut sebuah legenda yang terekam pada daun lontar Usana Bali, nama itu berasal dari bekas tapak kaki seorang raja yang bernama Mayadenawa. Raja ini pandai dan sakti, namun sayangnya ia bersifat angkara murka. Ia menganggap dirinya dewa serta menyuruh rakyatnya menyembahnya. Akibat dari tabiat Mayadenawa itu, Batara Indra marah dan mengirimkan bala tentaranya. Mayadenawa pun lari masuk hutan. Agar para pengejarnya kehilangan jejak, ia berjalan dengan memiringkan telapak kakinya. Dengan begitu ia berharap para pengejarnya tidak mengenali jejak telapak kakinya.

 

Namun demikian, ia dapat juga tertangkap oleh para pengejarnya. Sebelumnya, ia dengan sisa kesaktiannya berhasil menciptakan mata air yang beracun yang menyebabkan banyak kematian para pengejarnya setelah mereka meminum air dari mata air tersebut. Batara Indra kemudian menciptakan mata air yang lain sebagai penawar air beracun itu yang kemudian bernama "Tirta Empul" ("air suci"). Kawasan hutan yang dilalui Raja Mayadenawa dengan berjalan sambil memiringkan telapak kakinya itu terkenal dengan nama Tampaksiring.

 

Istana ini berdiri atas prakarsa Presiden Soekarno yang menginginkan adanya tempat peristirahatan yang hawanya sejuk jauh dari keramaian kota, cocok bagi Presiden Republik Indonesia beserta keluarga maupun bagi tamu-tamu negara.

 

Arsiteknya adalah R.M. Soedarsono dan istana ini dibangun secara bertahap. Komplek Istana Tampaksiring terdiri atas empat gedung utama yaitu Wisma Merdeka seluas 1.200 m dan Wisma Yudhistira seluas 2.000 m dan Ruang Serbaguna. Wisma Merdeka dan Wisma Yudhistira adalah bangunan yang pertama kali dibangun yaitu pada tahun 1957. Pada 1963 semua pembangunan selesai yaitu dengan berdirinya Wisma Negara dan Wisma Bima.