5.9 Scala Richter, Hard Rock Café
Hari Minggu pagi, gue semangat bangun pagi karena hari ini gue jadi panitia 5,9 scala richter di Hard Rock Cafe. Emang dasar jiwa volunteer kali yah, setiap kali ada event yang bisa bantu2, gue biasanya daftar kalo emang nggak konflik sama jadwal gue yang lainnya, atau kalo gue nya lagi mood.
Anyway, tadinya gue diminta Stroo bantu2 untuk motret buat dokumentasi, sekaligus jadi LO ngurus2 VIP and artis2 yang bakalan manggung disana untuk cari dana buat disumbangkan ke Jogja dan Jawa Tengah, daerah2 yang kena gempa dan bencana alam lainnya.
So jam 12 teng gue udah nyampe EX dan disana baru ada Adib ketua panitia, Adi dan Stroo, and karena gue laper belom makan, gue sama Stroo turun ke basement untuk makan indomie di kantinnya sambil smoking2.
Gue udah lama banget nggak ketemu si botak gila ini. Dari awal gue kenal Stroo beberapa tahun yang lalu, sampe sekarang, dia nggak berubah, masih seperti yang dulu. Pertemanan gue sama dia “ on and off”, kadang sering ketemu, kadang kita saling ilang nggak jelas kabar beritanya, tapi yang jelas, seperti doni and ari, they are always be there for me for the good times and bad times. Dan sejak gue mengundurkan diri dari dunia pergaulan dan party2, otomatis kita tambah jarang ketemuan, biarpun masih keep in touch by phone or sms. Makanya kemaren gue seneng banget bisa ngobrol2 lagi sampe satu jam lebih dibawah sebelom akhirnya naek keatas untuk ketemuan sama anak2 panitia lainnya.
Acara 5,9 Scala Richter ini sendiri merupakan acara yang diadakan oleh anak2 milis Lesehan Musik dan sponsor utama Pocari Sweat. Pocari Sweat tahun lalu juga mengadakan acara serupa untuk bencana Tsunami dan gue juga jadi panitia bantu2 disana. Programnya adalah menghadirkan artis2 untuk bernyanyi dan menyumbangkan suaranya, sambil melelang barang2 pribadi mereka yang uang hasil penjualan nyasemuanya disumbangkan untuk korban Jogjakarta, Jawa Tengah dan sekitarnya. Sedangkan lesehan Musik dan Wartawan Gaul adalah dua milis wartawan/media yang fungky2 yang biasanya mengadakan acara amal tapi fun, atau sekedar kumpul2 sharing info dan kegiatan sesama mereka. Kebanyakan anggota milis nya adalah wartawan, PR, AE, pekerja2 yang bergerak di bidang media, baik media cetak & elektronik, juga di perusahaan2 entertainment, advertising dan Production House dll dsb. (correct me if I’m wrong). Gue sendiri bukan wartawan, tapi karena gue bergaulnya dengan Stroo, ya gue ikutan milisnya.
Panitia diminta berkumpul mulai dari jam 12 siang untuk kumpul2, bantu2 dan briefing acara.
Disana ketemu lagi temen2 lama (Gadsya yg ada dimana2, Dewi BMG-dan koleksi CD nya yg sering mampir ke kantor gue thank yah wi, mami Amanda EMI, ica marica hey hey tersayang, Opa Andre Trax, Hagi Hagomoro - yang rambutnya udah nggak mohawk lagi), trus mas wawan, Widi SONY Music, Fatia Detik Dot Com, Latief Matra, Poppy, Letitsia MiLes dan masih banyak lagi).
Juga kenalan dan nambah2 temen baru (Hera & Adel Pesona FM, Ocit, Cika, waaa, pokoknya teman2 baru yang menyenangkan),
Okeh, selesei kenalan, kaos dan name tag dan job desk masing2 udah diberikan, dan karena gue kebanyakan minum tequila dan kahlua on the rock siang2, perut panas and reaksinya mulai terasa, so akhirnya gue minta dituker aja untuk menghandle media dan undangan (press and guest list) daripada gue ngomong ngaco sama para artisnya, kekeke.
Disana gue banyak ketemu sama temen2 media yang biasa ngeliput, dan juga sempet ketemu temen2 kuliah gue Ira Inggris, Anne Perancis dan juga Nina anak Batmus yang juga meliput acara, dan sempet dikenalin juga sama temen dia dari TV Banten yg guanteng itu (ehem). Media yang datang ada 79 orang. Wow, banyak benellll. Trus gue sempet mengenali Yohana, anak MP yang ada di list gue tanpa gue pernah ketemu sebelumnya tapi mukanya begitu familiar dan langsung gue tegur, eh ternyata bener dia.
Jam 16.00 acara dibuka oleh MTV VJ Daniel & Evan, dan langsung dibuka oleh group band Nidji (iya Gads, gue juga baru tau ada band yg namanya Nidji-maklum manula, udah nggak terlalu duli lagi sama yang lagi “in”, kekeke), trus ada games, kemudian selesei Nidji, Jikuistik mulai main. Selesai Jikuistik, ada lelang stick drum Samsons yang dibawakan oleh Bams dan team Samsons nya, trus Kahitna dapet giliran nyanyi.
Selesai Kahitna manggung, sekitar jam 6 sore ada interruption pemutaran footage kondisi di Jogja dan Jawa Tengah (tempat dana akan dalokasikan), sambutan dari Wakil Lesehan Musik (Moedya), Dentsu, NGO juga penyerahan simbolis sumbangan dari Dentsu & Lesmus ke NGO.
Abis itu sekitar jam 6.15 sore ada lelang t-shirt nya Armand Maulana dan musik persembahan GIGI untuk malam itu. Gue salut, mereka tetep bisa main dengan Barry Prima mengingat kondisi mereka yang kecapean udah ngamen dari pagi di senayan, Ancol, Plaza Semanggi ( untuk tujuan yang sama, amal penggalangan dana) tapi masih punya sisa energi untuk nyanyi malem itu di Hard Rock Café. Hebaatt.
Lalu setelah GIGI selesai main, giliran Seuries melelang artwork seuries sebelum mereka main musik ( yang sebelumnya cindil gue todong untuk photo bareng dolo, hehe). Selesai group band kondang itu main, ada break games yang dibawakan oleh Jimmy & Steny, dan nggak lama kemudian, sekitar jam 7 malem, the Upstair manggung.
Gue selalu suka sama grup band The Upstair. Biarpun gue nggak familiar sama lagu2 mereka, tapi gue selalu cinta sama performance mereka, apalagi vokalisnya, Jimmy. Dia selalu tampil beda dan bisa berinteraksi dengan penonton dengan gaya bahasa dan gaya tubuhnya yang selalu asik dan menggila, apalagi kostum2 vintage yang mereka gunakan selalu full colour dan tabrak lari ngejreng nggak matching! Keren ! kapan lagi liat laki pake baju shocking PINK ??? :-P
Trus selesai The Upstair, ada break games lagi yang dibawakan oleh Steny & Panji dan dilanjutkan dengan penampilan band elemen, trus di tutup oleh lelang barang2 dari UMD Music Video Audioslave + The Rolling Stones, baju2 nya Marshanda, Freddy Mercury Solo Collection & 3 photo Tiara Lestari.
Tau dooong, Tiara Lestari yang kondang itu. Nggak tau juga ??? (aduh, kemana aja sih selama ini, hellooo). Anyway, Tiara Lestari, model Indonesia yang pernah jadi bahan perbedebatan kontroversial karena kemunculannya naked di majalah Playboy Eropa itu muncul untuk menyumbangkan lukisan nya yang sempat dipamerkan di Plaza Sudirman kemaren. Tiara kalo diliat dari dekat ternyata muka nya biasa2 aja, dan badannya pun kecil ringkih, nggak seseksi atau sesemok yang gue kira. Tapi karena dia fenomena yah, tetep aja gue dengan noraknya photo bareng dia cuma untuk dipamerin ke Doni, kekeke
Selesai lelang yang dipandu oleh Desta dan Dagink yang sangat seru ngebawainnya kemaren, acara dilanjutkan oleh performance group band nya Maliq & d’ essentials, lalu break games lagi yang dilanjutkan dengan group band Tompi yang menyanyikan beberapa buah lagu (yang saking banyaknya lagu yg dia bawain sampe2 dikirain ini pementasan nya Tompi,, hehe), mereka juga sempat melelang satu buah lagunya seharga 1 juta, lalu lelang photo frame nya Hoobastank & dilanjutkan oleh penampilan Marcell. Marcel selesai, ada lelang amal lagi barang2 nya artis, gitarnya Onci ungu, Jas & celana nya Hedy Yunus, Official Skate Board nya Red Hot Chili Peppers.
Di Hard Rock gue sempet ketemuan sama Kirman Willson, salah satu crew HRD yang satu angkatan awal2nya gue kerja di HRC. Sementara dulu gue cuma bertahan kerja di managementnya HRC selama 3 bulan karena harus nerusin kuliah sama bokap, Kirman dan temen2 angkatan gue yang bergabung dengan HRC 10 tahun yang lalu udah pada jadi ”orang” semua.
Jam 10 malem, acara dilanjutkan oleh penampilan Pure Saturday, lelalng drum Naif dan penampilan group Naif, kemudian lelang UMD the Police & UMD Prince, dan acara yang dibawa oleh Nina, Sita (RSD) dan Imam dilanjutkan oleh penampilan God Bless.
Sebelum acara ditutup, panitia memberikan penguman hasil amal malam itu, dan ternyata, kami berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp. 460,860,000 rupiah saja (empat ratus enam puluh juta delapan ratius enam puluh rupiah saja) !!! (uang yang terkumpul berasal dari Pocari Sweat sebagai sponsor utama, dari hasil lelang, tiket masuk, penjualan kaos amal dan sumbangan sukarela yang dikumpulkan malam itu). Wow. Kami sangat terharu.
Acara kemudian diakhiri dengan penampilan kembali God Bless yang membawakan beberapa lagu yang ditutup dengan lagu “rumah kita” dimana panitia tumpah ruah di stage, berangkulan, berpegangan tangan dan menyanyi dan bertereriak bersama dengan penuh keharuan sehingga berakhir dengan sedikit dramatis.
Akhirnya, setelah dari jam 12 siang stand by, acara yang berakhir hingga pukul 12 malam tersebut usai sudah. Panitia sangat lelah tapi bahagia, karena acara berjalan sukses tanpa kurang satu apapun, dan bisa mengumpulkan dana yang Insya Allah berguna dan dapat meringankan beban saudara2 kita yang mengalami musibah di Jogja dan sekitarnya.
Sayang kamera gue kameranya Yudhi, gue nggak terlalu ngerti cara makenya, lain settingan dengan kamera digicam gue yang udah almarhum, hiks. Jadinya photonya banyak yang kabur,, goyang dan nggak focus. But at least I was able to capture the moment.
Tapi biar bagaimanapun juga, enak jadi panitia kemaren, bisa photo2 bareng artis, bisa nyela Cindil nya seriues (bukan cindilnya Anna yah, hehe) , bisa cubitin Desta club 80, bisa godain Bams Samsons, bisa curhat sama Ahmad Albar, bisa lihat panitia yg kemaren pada berlinang2 air mata waktu artis2nya pada nyanyi lagu2 romantis yang balada *lirik sapa yaaaa* :-P dan yang paling asik nih yaaaa, bisa ngobrol2 sama becanda2 sama para wartawan koran, majalah, tabloid, TV dan radio sambil nge gossipin berita2 ttg artis2 yang “off the record” yang mungkin nggak bakalan kita denger di infotaintment, hihi
Anyway, by the way, busway,
Week end yang kemaren adalah week end yang lain dari yang biasanya, dan most of all, enjoyable week end. Thanks everybody, luv ya all..!!!
Photo2 bisa diliat di :
http://deedeecaniago.multiply.com/photos/album/71