............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
Intro :
Saya mulai mengenal kata BELITUNG setelah membaca buku Andrea Hirata yang fenomena, Laskar Pelangi tahun lalu, tapi nggak pernah merasa tertarik untuk mengenal kota tersebut, apalagi untuk berkunjung, karena cerita nya Andrea tersebut bagi saya sebagian merupakan true story, and the other half is his fantasy or imagination. Pun ketika beberapa temen udah ngajakin kesana, saya belum tertarik untuk menjelajah Belitung.
Tapi suatu ketika, saya yang emang sering traveling ini lagi suntuk dan bosan mendadak ingin melakukan single trip alias melakukan perjalanan sendiri, cuma pada saat itu saya belum menentukan tujuan perjalanan karena saya sendiri masih memilih tempat di Indonesia yang belum penah saya kunjungi.
Kemudian ketika lagi iseng browsing2 internet dan baca2 milis, mendadak saya menbaca sebuah postingan seorang teman yang bernama Reny di suatu milis backpacker mengenai ajakan jalan bareng belitung.
Di postingan nya itu dia memberikan link ke website belitung sehingga secara otomatis saya menggerakkan kursor dan meng-klik link tersebut and voila! I was impressed... The view is awesome ! Mungkin karena mas Rustam Effendi, tour advisor dan yang punya licence website tersebut sekaligus yang meng-organize tour belitung itu juga merupakan seorang photographer, maka photo2 yang ada di pulau Belitung dibuat sedemikian rupa, sehingga orang yang melihatnya pasti akan terpesona. But it works, karena gara2 melihat photo2 tersebut, saya langsung membulatkan tekat untuk ke Belitung sendirian, atau bergabung dengan group yang saya tidak kenal. I don’t care that much, yang penting saya harus mengunjungi Belitung!
Tau2nya, Ninta,seorang teman baik yang lagi suntuk kerja keras and needs a break ngajakin ke KL and Singapore, tapi saya paling malas berkunjung ke tempat yang sama secara ber-ulang2, karena prinsip saya, one visit on each destination should be enough, unless the place is really worth to be re-visited. Secara karena kemaren2 baru dari Malaysia and Singapore, saya ngajak Ninta ke Belitung dan saya kasih link nya, dan sama seperti saya, dia langsung terpesona dengan pemandangan alam nya dan langsung ikut mendaftarkan diri untuk ikut.
Paket yang ditawarkan Belitung.dot.com juga sangat menarik (baca : murah). Untuk ukuran perjalanan 3 hari 2 malam harga tersebut udah termasuk tour, nginep di hotel berbintang yang bagus, AC, bersih dan mengesankan (sea view), dengan transportasi kijang AC, makan di cover dari pagi sampe malem dengan porsi yang berlimpah dan rasa masakan yang enak cuma membayar Rp 1,095,000 aja looohh (itu karena pesertanya mencapai 10 orang yah, the more the merrier, dan makin banyak orang makin murah harganya)!!! Tambahan nya adalah tiket pesawat yang bisa di booking sendiri, Jakarta-Tanjung Pandan sekitar Rp 800,000 – Rp 1,000,000. Tapi sayangnya karena kemarin lagi liburan anak sekolah, sehingga tiket saya termasuk harga tiket high season, dan harga nya kena lebih mahal dari biasanya, naik Sriwijaya Air, yaitu sekitar Rp. 1,200,000 an
Lautan Mas
Sebelum berangkat, saya dan Ninta sibuk muter2 ke kota mencari toko Lautan Mas yang terletak di daerah toko Tiga, daerah Glodok-Kota, karena kami mau beli alat2 perlengkapan snorkeling. Tampak dari luar, toko Lautan Mas sangat tidak menarik tampilan nya. Di depan nya merupakan gudang berantakan yang penuh dengan barang2 yang sudah di pack dan siap dikirim keluar kota/luar negri, tempatnya kumuh dan berdebu. Pintu masuknya saja hampir tak terlihat. Tapi ketika kami masuk ke toko nya, suasanya lebih mendingan, besar, bersih dan ber AC. Pheeeww.
Lantai satu merupakan surga buat para pemancing, karena di lantai satu ini mereka menjual segala macam alat2 memancing beserta aksesorisnya. Lalu kami berdua naik ke lantai dua tempat dimana mereka menjual alat2 diving dan snorkeling.
Kenapa harus ke Lautan mas ??? Karena tempat ini merupakan tempat yang banyak di rekomendasikan oleh orang2 di milis2, mereka punya stock merk & ukuran yang lumayan banyak & bervariasi, dengan harga yang jauh lebih murah. Misalnya saja, kemarin saya membeli satu set alat2 snorkeling yangber merk Mares yang terdiri dari mask/google, snorkel/selang dan fins/kaki katak denga harga paket Rp 580,000. Padahal untuk branded sama, tapi kalo beli nya di toko2 water sport lainnya bisa mencapai Rp 750,000 – Rp. 800,000. Lumayan, saving sekitar 200 rebu. Tadinya mau beli yang warna orange biar matching dengan warna sandal gunung saya, tapi apadaya mereka hanya punya stock warna hitam/kuning/biru, sehingga akhirnya saya ambil yang warna kuning cantik itu dan pulang dengan hati yang senang.
Lautan Mas
Jl. Toko Tiga No. 24
Jakarta Barat 11230, Indonesia
Ph: +62 (0)21 690-1333
Fax: +62 (0)21 690-2479
SMS Center: +62 (0)815 8008 112
e-mail: info @ lautanmas.com

Travel Warning, Indonesia Bertindak
Beberapa hari sebelum berangkat, saya juga sempat memesan dua baju dari Indoesia Bertindak : http://indonesiabertindak.multiply.com untuk ikut berpartisipasi secara volunterary mengkampanye kan “Indonesia is dangerously beautiful” dengan misi memperkenalkan Indonesia dan memperlihatkan betapa cantiknya tempat2 wisata yang ada di Indonesia ke orang asing (untuk menghapuskan travel warning atau larangan berkunjung ke Indonesia yang berlaku di negara mereka), because Indonesia is too beautiful to be passed ! Oh ya, bagi yang udah banyak nanya, kaos nya harga nya Rp 50,000, warna nya cuma dua, merah kuning dan hitam putih, ukuran nya S, M, L, XL dan bisa dipesen langsung ke mbak Indah & mas Iwan Espeje di website diatas (mas Iwan, saya masih blom tau kepanjangan dari espejeeeee, hihi).

Packing
Seperti biasa, saya penganut aliran last minute packing, jadi baru packing pada malam keberangkatan. Ngeliat check list semua persiapan yang akan dibawa, saya bingung sendiri gimana ngurangin barang2 bawaan, secara kan ceritanya backpacker-an yah boooo. Satu tas gede isinya satu kamera, dua lensa (18-70 & 70-300) dan segala macem perlengkapan nya. Satu tas gede lagi isinya peralatan snorkeling (google/mask, fins, snorkel), satu tas gede isinya baju dan toiletries, dan satu lagi tas tangan berisi dompet, Hp dan peralatan ringan lainnya. Then again, I ain’t no truly backpacker. I’m backpacker with style, alias backpacker yang kebanyakan gaya, remember ??? :-))
Departure
Anyway, jam 04.30 subuh saya udah menuju airport karena jam 05.00 pagi udah jadwal nya check in di terminal-1 domestik. Saya sampai paling pagi, dan celingak celinguk menunggu teman2 yang blom pada datang. Akhirnya pada pukul 05.30, satu persatu teman2 mulai bermunculan, saya dan Ninta yang sudah pegang tiket masuk duluan sementara Reny masih tunggu peserta terakhir, Ria yang tidak ada kabar, sampai akhirnya Ria datang in a very last minute dan semuanya boarding menuju pesawat.
Karena saya dan Ninta males rebutan naek pesawat, kami santai2 aja jalan paling belakang, dan tentunya menyempatkan diri photo2 di dekat pesawat. Ternyata baju travel warning yang kami pakai menarik perhatian seorang bapak dan ajudan nya. Beliau bertanya2 tentang maksud dari pesan yang tertulis di kaosnya dan kita berdua menerangkan maksud kampanye Indonesia bertindak tadi. Si bapak masih aja nanya2, tapi sayang kita harus buru2 masuk pesawat karena pesawat akan take off sebentar lagi. Belakangan kami ketahui bahwa beliau itu ternyata bernama Bapak Darmansyah Hussein, Bupati Belitung. Tau gitu, bapak Bupati pada saat kita ajak photo bareng deh, hihi
Perjalanan dari Jakarta – Tanjung Pandan kayaknya ngebut deh, soalnya nyampe nya 15 menit lebih awal dari jadwal yang tertera (harusnya lama perjalanan 45 menit, tapi kami sampai dalam waktu 30 menit saja), dan waktu landing ngerem nya begitu mendadak dan tarikan nya kenceng banget, sehingga terasa banget ini pesawat dipaksakan berhenti dalam waktu yang sangat singkat, bikin deg2an aja. Tapi untungnya the rest of the landing process went well. Pheeeww.
Tiba di bandara Tanjung Pandan dan ngantri ambil bagasi sampai sekitar pukul 09.00 pagi, saya dan Ninta pun berkenalan dengan teman seperjalanan kami. Ada Reny & Dimas, ada Maya Kim & Bart yang lagi liburan dari Belanda, Ria & Kiki, Nia & Mami, juga Ary .Total rombongan kami termasuk saya berjumlah 11 orang. Lalu kami juga berkenalan dengan rombongan tetangga, Gaga, Mirtha & Emir, Nat & Ed, Caplak, Dessy & Keira.
Kami dijemput oleh tour organizer kami, Bapak Kusumah. Penampilan bapak Kusumah sedikit berbeda dengan photo nya yang ada di internet, lebih kurus & lebih item, hihi. But you’re going to like this guy, tampilannya gagah, orangnya sopan, ramah & baik hati juga very informatif. Dengan dua mobil, kami berangkat konvoy dari pelabuhan Tanjung Pandan menuju ke pusat kota untuk mengganjal perut dulu karena saya sudah sangat lapar, sedangkan jam makan siang masih agak lama. Selama perjalanan Bapak Kusumah menceritakan beberapa hal mengenai kota Tanjung Pandan dan 30 menit kemudian, tibalah kami di tengah kota dan mencoba masakan khas Tanjng Pandan, mie Belitung.
Mie Belitung tampilan nya sekilas seperti mie aceh ganja nya bang doel, tapi warna nya lebih pucat. Saya sendiri kurang suka rasa mie nya, karena terlalu manis buat ukuran lidah Padang saya, dan tapi kuahnya lebih kental, seperti kuah lumpia semarang yang kayak lem itu. Tapi teman2 yang lain seperti sangat menikmati mie belitung yang kata mereka enak itu.

Selesai brunch, kami melanjutkan perjalanan dan sekitar 15 menit kemudian berhenti di hotel berahu untuk drop rombongan nya mas Gaga dan keluarga. Pemandangan laut yang cantik mulai terlihat. Saya suka banget liat birunya laut dan bersihnya langit belitung. Lalu kami melanjutkan perjalanan ke hotel kami, hotel Lor In.
Hotel Lor In
I was impressed with our own hotel, ternyata cantik sekali tampilan nya. Hotel ini terdiri dari 20 kamar, satu kamar bisa diisi buat dua atau tiga orang, king size atau twin share beds. Hotel & kamarnya tampak baru, bagus, bersih, dan ber AC. Didalam kamarnya ada kulkas dan TV, dan OMG, kamar mandi nya menarik sekali, memakai konsep out door bathroom with closet & shower yang menggunakan ruangan dengan atap terbuka yang luas seperti yang terdapat di hotel2 yang ada di bali. Uh I love this place. Rasanya malas sekali mau keluar lagi karena udah adem di kamar ber AC, but hey, kalo cuma mau tiduran aja, di Jakarta juga bisa bukaaann ??? it’s time to change our clothes and see the world outside ! Maka berganti bajulah kami dan memakai baju renang di dalamnya. Biarpun Pak Kusumah bilang jadwal berenang baru akan mulai besok, tapi saya tetep nekat pake baju renang, coz you’ll never know what’s happen next, just in case nanti ada kesempatan sekedar main air laut (dan untung saya pake baju renang karena emang sorenya kita akhirnya nyebur juga). Sebelum berangkat, kita menyempatkan diri untuk pake sun block and sun tan dong, biar kulit jadi item eksotis, hihi.

Pantai Tanjung Tinggi
Owkay, lokasi tujuan pertama kami adalah pantai Tanjung Tinggi.
First impression, wow, pantainya unik, karena banyak batu2 raksasa disekitarnya. Pantai nya bersih, pasirnya putih, air lautnya biru dan bening, koralnya subur dan bisa terlihat karena air laut yang dangkal tersebut, dan tidak tampak bulu babi seperti yang banyak terdapat di daerah koral atau pinggir2 pantai.
Sepanjang mata memandang, batu2 raksasa ada dimana2. Ternaya hampir semua pantai di Belitung berbatu2. Kami juga dikasih tau oleh pak Kusumah lokasi pemotretan Dian Sastro untuk iklan lux, dan kamipun berphoto2 bergaya a la Dian Sastro di lokasi ini. Halah, nggak penting banget deh dee ! hihi

Berikut info mengenai Tanjung Tinggi seperti yang terdapat di website www.belitungisland.com
Tanjung Tinggi adalah pantai yang diapit oleh dua semenanjung. Pantai ini berpasir putih, dan unik karena terdapat ratusan batu granit besar yang tersebar di kedua semenanjung dan juga di laut di depan pantai. Ukuran granit mulai dari beberapa meter kubik hingga ratusan meter kubik lebih besar dari sebuah bangunan sebesar rumah. Anda bisa naik, berjalan dan melompat diantara granit untuk menikmati pemandangan eksklusif dari setiap sudut kita berdiri. Bentuk dari batu-batu besar itu juga unik, sebagian membentuk gua, yang dapat digunakan berteduh selama hujan. Batu-batu itu bertumpuk satu sama lain membentuk obyek yang menarik sebagaimana secara jelas bisa di lihat dari foto-fotonya.
Batu-batu tersebut terletak diatas pasir putih. Kitaa bisa berjalan diatas pasir putih diantara batu dan air laut yang jernih. Pasir putih ada dimana-mana sepanjang pantai. ombak tidak besar, air lautnya jernih dengan permukaan bawah laut yang berpasir. Kita tidak perlu khawatir dengan serangan ikan hiu, karena tidak pernah terjadi di Belitung. Satu-satunya yang kadang-kadang harus diwaspadai adalah ubur-ubur, khususnya yang besar.
Tanjung Tinggi juga dinamakan Pelabuhan Bilik. Dahulu tempat ini adalah pelabuhan nelayan bagi desa terdekat Keciput atau Tanjung Tinggi. Ada paling tidak dua puluh rumah makan seafood sederhana di sepanjang pantai. Ini adalah tempat untuk beristirahat sejenak, minum kopi atau memesan makan siang. Menu utama adalah makanan laut. Hanya saja, jangan berharap untuk mendapatkan pelayanan sekelas restoran di mall. Mereka hanya orang-orang biasa dari desa yang membuka restoran sederhana. Akan tetapi masyarakat di sana selalu ramah pada semua tamu, sama seperti umumnya orang Indonesia.
Area Tanjung Tinggi sebagian dimiliki oleh Grup Ranati, perusahaan Indonesia. Ini termasuk Lor In Hotel yang berjarak kira-kira 2km dari pusat pantai Tanjung Tinggi.
Lunch

Setelah puas photo2 disini, kita mampir ke sebuah warung seafood untuk makan siang. Makanan yang disediakan disini lengkap, enak dan porsinya berlimpah. Hampir semua makanan laut (kecuali kepiting) tersedia untuk disantap. Ada ikan goreng, ikan bakar, gulai ikan asam garang, cumi goreng dan udang goreng. Bart yang tidak suka sea food memesan nasi goreng, sementara Ninta yang vegetarian sudah disediakan tahu tempe dan sayur kangkung yang segar. Puas makan ditemani oleh angin sepoi2, kami pun pindah ke pulau berikutnya, yaitu pulau Kelayang.
Pulau Tanjung Kelayang
Pulau kelayang sekilas tidak jauh berbeda dari pulau Tanjung Tinggi. Sama2 indah, sepi, bersih, dan berbatu2.
Dikejauhan tampak ada suatu pulau kecil dari bebatuan yang batunya berupa anjing raksasa, makanya saya lebih suka menyebutnya Doggy Island. Di pulau Kelayang ini kita berjalan kaki ke suatu hidden place yang ternyata dibalik lembah kecil tersebut terdapat suatu pulau kecil yang amat cantik. Jaraknya mungkin sekitar satu kilo menyebrangi tempat kita, tapi apadaya, secara eikeh nggak bisa brenang yah bo, jadinya cuma bisa gigit jari aja memandangi keindahan alamnya. Rasanya udah nggak sabar untuk main air, tapi air lautnya tampak sangat dalam, jadi saya menjadi takut untuk berenang di tepian nya.

Tanjung Kalayang terkenal dengan pemandangan pantai dimana terdapat pulau batu granit kecil, kira-kira 100 meter dari pantai. Bentuk pulau granit itu mirip seperti burung. Itulah yang menyebabkan tempat ini dinamakan Tanjung Kelayang (salah satu nama jenis burung yang banyak dijumpai di sana). Ukuran dari pulau kecil itu kira-kira 50m persegi. Terlihat indah, seperti halnya dapat anda lihat di foto utama dari halaman ini.
Tanjung Kelayang adalah semenanjung yang menjorok ke arah Utara.Dengan pulau granit kelayang terletak sebelah Timur, Tanjung Kelayang adalah pantai berpasir putih sepanjang beberapa kilometer. Sebenarnya dari Tanjung Kelayang terhampar pantai pasir putih sejauh kurang lebih 4km sampai ke Tanjung Tinggi. Pantai sebelah Timur adalah tempat yang baik untuk berenang, karena permukaan dasar pantai jernih dan berpasir putih. Tempat ini juga baik jika anda ingin bermain di tepi pantai karena permukaan pantai yang lebar. Pantai sebelah Timur adalah pintu masuk Tanjung Kelayang, di sini hanya ada pasir putih, tidak ada granit di pantai. Dari sana pengunjung biasanya berjalan sepanjang pantai kurang lebih 300m ke arah Utara, dimana bisa ditemukan bebatuan granit, tersebar sepanjang ujung semenanjung dan juga di permukaan laut. Salah satunya yang berbentuk seperti burung kelayang tadi.
Sementara itu pantai sisi Barat memiliki pemandangan berbeda. Panjang pantai tidak sepanjang sisi Timur karena di sisi Barat terdapat lebih banyak batu-batu granit. Pemandangan unit dari pantai sisi Barat adalah 3 pulau kecil, kira-kira 300m dari bibir pantai. Dikombinasikan dengan bebatuan granit besar yang tersebar di permukaan laut, pemandangan di sisi Barat menjadi lebih menarik, terutama pada saat matahari terbenam. Tempat terbaik untuk menikmati pemandangan pantai sisi Barat adalah dari puncak batu-batu granit di area ujung dari semenanjung.
Sekitar 1 jam photo2 ditempat ini, sekitar jam 15.00 sore, kami pindah ke sebuah private beach di dekat pulau Tanjung Kelayang. Disini kami duduk leyeh2an sambil ngopi2, ngeteh2 dan makan kue2 enak. Saya yang nggak tahan untuk tidak minum air dingin memesan es batu kepada penduduk lokal, dan begitu es batu dibawakan, oh, heaven! Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada minum fanta merah dingin sambil smoking dan tidur2an diatas tiker yang digelar diatas rumput dibawah pohon yang rindang dengan pemandangan laut biru di depan mata yang berjarak sekitar 10 meter ajah.
Ngak terasa kami ngobrol2 dengan teman2 seperjalanan ini selama 1 jam-an. Sebagian dari kami mulai tertidur, yang sebagian lagi (termasuk saya) akhirnya nggak tahan untuk tidak berenang dan main air, dan dikarenakan juga mau photo2 narsis dibawah air pake kamera baru under wear, eh, under water nya Ninta.

Satu jam puas main air, kami beranjak menuju ke sebuah pulau kecil lainnya, di Pulau Bukit Berahu untuk menunggu tenggelam nya nya matahari (sunset). Tapi sayang, awan nya mendung, sunsetnya nggak dapet, sehingga akhirnya kami pulang ke hotel dengan harapan besok sore akan mendapatkan photo sunset yang bagus.

Pulang ke hotel, mandi, kami pun bergerak menuju sebuah restaurant besar yang berjarak 5 menit perjalanan dan sekali lagi makan2 besar yang dimulai dengan sup kepiting-jagung yang lezat, segala macam ikan, udang dan cumi dan sayur2an segar. Bart dan Ninta yang tidak makan sea food hanya makan sayur2an dan lagi2 tahu tempe (emang enak jadi vegetarian ? hihi).
Pulang dari makan malam, kami bersantai2 di lobby hotel sambil ngobrol dan bercanda tawa hingga akhirnya waktu menunjukkan pukul 23.00 malam, saya yang sudah keluar rumah pagi itu dari pukul 04.30 pagi akhirnya menyerah, cuci kaki, cuci muka, gosok gigi, masuk kamar dan tiduuuuuuuuurrrrr !!!.
Photo2 Belitung Day-1 bisa dilihat di
http://deedeecaniago.multiply.com/photos/album/211/Photo2_Belitung_Day-1_Departure_Tanjung_Tinggi_Tanjung_Kelayang_Bu...
to be continued with Belitung Day-2